MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 23 Juli 2021 11:22
Investor Lokal Bangun Depo Kontainer Rp 200 M

Bisa Mengurai Kemacetan Kota hingga Kecelakaan di Turunan Muara Rapak

Lokasi pembangunan depo.

BALIKPAPAN - Insiden kecelakaan di turunan Muara Rapak, Balikpapan yang terus terjadi bisa segera berakhir. Itu setelah salah satu investor asal Kota Minyak membangun depo kontainer di Kawasan Industri Kariangau (KIK).

Lahan seluas sekitar 5 hektare di KIK kini bersalin lahan yang lapang. Berdiri depo yang siap menampung kontainer, baik yang berisi maupun kosong. Jaraknya sekitar 500 meter dari Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau yang dikelola oleh dengan PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT). Intipratama Group disebut jadi investor proyek senilai Rp 200 miliar tersebut.

Dikonfirmasi hal itu, Rabu (21/7), Direktur Utama Intipratama Group Kus Marindi membenarkan hal tersebut. Proyek itu diberi nama Depo Intipratama Terminal Kontainer (ITK). Keberadaannya diharapkan bisa menjawab persoalan Balikpapan saat ini. Di mana banyak truk peti kemas kerap bongkar muatan di gudang yang lokasinya di tengah kota. Belum lagi mereka yang bongkar muatan di pinggir jalan. Tentu itu mengganggu estetika kota. Juga menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Menurutnya, dengan adanya Depo ITK, juga bisa mencegah terjadinya kecelakaan di turunan Muara Rapak. Biasanya insiden itu melibatkan truk-truk besar, karena tak mampu menahan beban. Sehingga menabrak kendaraan yang sedang menunggu lampu hijau di traffic light.

Kus menjelaskan, awal berdirinya depo tersebut dari sebuah diskusi dengan PT KKT yang saat ini beroperasi di KIK. Di mana di sana tidak ada depo untuk kontainer. Dari situ, ide tersebut muncul untuk mengeluarkan investasi.

Hal itu yang kemudian disambut oleh PT KKT. Belum lama ini, pihaknya juga sudah membuat memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan patungan dari Pelindo IV dan perusda milik Pemprov Kaltim, PT Melati Bhakti Satya. “Proyek ini juga untuk membangun kota, agar truk peti kemas tidak membawa barang sampai dalam kota. Ini juga sekaligus memecah kemacetan,” bebernya.

Menurutnya, progres saat ini sudah mencapai 50 persen. Namun, pihaknya sudah melayani perusahaan pelayaran untuk penumpukan kontainer. “Di depo juga bisa bongkar muat barang. Jadi, sangat memudahkan bagi perusahaan pelayaran maupun pengusaha pemilik barang,” terang Kus.

Kepala Depo ITK Donni Kurniawan menambahkan, proyek itu sudah dimulai sejak Agustus 2020. Mulai beroperasi bertahap pada Maret 2021. Diperkirakan akan rampung akhir tahun ini. Selain depo kontainer, juga melayani storage bagi alat-alat tambang.

Ia menjelaskan, depo ini selain berfungsi untuk menyimpan kontainer yang aman. Juga bisa menjadi lokasi bongkar muat barang. Dengan begitu, peti kemas berisi barang yang tiba di TPK Kariangau bisa ditaruh di Depo ITK. Selanjutnya, barang tersebut dikirim ke tengah kota menggunakan truk-truk yang lebih kecil. “Kami anggap ini bisa mengurangi kemacetan,” terangnya.

Donni memastikan, penyimpanan kontainer di depo lebih aman ketimbang ditaruh di pinggir jalan yang punya risiko lebih tinggi. Begitu juga bongkar muat. Karena pihaknya menjamin pengamanan selama 24 jam agar barang tak hilang. Bahkan ke depan, kawasan depo ini akan dibangun pergudangan.

Dia mengakui, banyak pihak yang enggan bongkar barang di depo karena menghindari biaya. Dalam artian, membongkar langsung di gudang mereka lebih menghemat biaya ketimbang di depo. Lalu membawa barang ke truk-truk yang lebih kecil. Padahal banyak keuntungan lain yang bisa didapat dengan mengeluarkan sedikit ongkos untuk depo.

Adapun, Direktur ITK Billyanto Luhur menambahkan, terkait tarif, pihaknya masih mengkaji agar lebih menarik bagi pengusaha. Agar mereka tetap mendapatkan margin untung yang besar, namun tetap memerhatikan estetika kota. Termasuk mencegah kemacetan di dalam kota.

Ia mengajak pengusaha di Kota Minyak bekerja sama. Sekaligus mendukung ketertiban berlalu lintas. Apalagi proyek ini dianggap bisa membantu Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan. Meski ada tambahan ongkos depo yang dianggap masih ekonomis. Tapi sisi baiknya, tidak membuat semrawut kota.

Diharapkan tidak ada lagi truk peti kemas yang melintas di dalam kota saat jam-jam yang dilarang. Dengan kata lain tidak ada lagi yang melanggar jam edar. “Truk yang tadinya bongkar di luar bisa diarahkan ke depo,” harap dia.

Selain itu, keberadaan depo juga akan meningkatkan pemasukan bagi daerah melalui pendapatan asli daerah (PAD). Ditambah, mobilisasi barang di depo juga tidak terbatas waktu. “Saya yakin, lebih banyak manfaatnya. Menghindari kemacetan dan kecelakaan, mempercepat pendistribusian barang serta menyumbang PAD bagi Balikpapan,” terangnya.

Diwawancarai terpisah, Direktur Utama PT KKT Abdul Azis menyambut baik keberadaan depo yang dibangun ITK. Menurutnya, investor lokal itu menangkap peluang di KIK. Di mana tidak semua perusahaan pelayaran memiliki depo.

Terlebih keperluan ke depan arus mobilisasi barang bakal meningkat seiring pemindahan IKN. Tentu keberadaan depo itu akan turut disambut perusahaan pelayaran yang beroperasi di KIK. “Bagi kami, depo milik ITK adalah saling support. Ketika terjadi lonjakan barang yang tak bisa ditampung di KKT, maka akan ditampung di depo. Jadi, saling melengkapi,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, KKT sampai saat ini belum memiliki workshop perawatan kontainer yang rusak. “Menurut saya itu bisa jadi peluang bagi ITK. Kami mendukung saja,” kata Azis.

Dia mengakui, pembongkaran barang di luar pelabuhan itu memang bisa mengganggu masyarakat. Namun yang menertibkan itu bukan kewenangan PT KKT. “Jadi depo ini bisa menjawab keperluan perusahaan pelayaran maupun pengusaha pemilik barang. Agar tidak membongkar barang di luar,” terangnya. (rom/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 25 September 2021 11:09
Dari Kunjungan Nutrifood ke Kaltim Post secara Virtual

Komitmen Makanan Sehat hingga Isu Lingkungan

Tidak hanya memproduksi makanan dan minuman sehat, PT Nutrifood Indonesia…

Sabtu, 25 September 2021 11:04

Siasat Bertahan di Tengah Pandemi, Blue Sky Tambah 60 Kamar Baru

BALIKPAPAN – Blue Sky Hotel Balikpapan layak jadi panutan. Hampir…

Sabtu, 25 September 2021 10:58

Transaksi Kartu Kredit Melonjak

Transaksi nontunai masyarakat Kaltim menggunakan kartu kredit mengalami peningkatan signifikan…

Sabtu, 25 September 2021 10:56

Penerimaan Pajak Mulai Membaik

JAKARTA – Kinerja APBN semakin menunjukkan perbaikan pada Agustus. Kementerian…

Jumat, 24 September 2021 13:21
Karyawan Hampir 100 Persen Tervaksin, Berharap Level PPKM Turun

Okupansi Hotel di Bawah 30 Persen

Batalnya penurunan status penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4…

Jumat, 24 September 2021 13:20

Tingkatkan Kualitas Survei di Kaltim

SAMARINDA – Tahun ini Kaltim diprediksi mengalami peningkatan inflasi tahunan.…

Jumat, 24 September 2021 09:36

UPDK Mahakam Gelar Program Care For Asset di Dua Kabupaten

Sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga aset negara sekaligus menjaga…

Rabu, 22 September 2021 17:10

PT Astra Internasional Tbk Difasilitasi PAMA Baya Bagikan Paket Sembako

Tenggarong – PT Astra International, Tbk (Astra) yang difasilitasi oleh…

Senin, 20 September 2021 13:24

Setengah Hati Hilirisasi Minerba

BALIKPAPAN-Pembangunan smelter atau pemurnian hasil tambang tampaknya masih jauh panggang…

Senin, 20 September 2021 12:19

PHM Uji Coba Pemancangan Pipa Pengeboran Buatan Lokal

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memulai uji coba…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers