MANAGED BY:
RABU
28 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Kamis, 22 Juli 2021 11:13
Federasi Renang Polandia Salah Tafsirkan Aturan
Sudah Sampai Tokyo, Eh Disuruh Pulang
Alicja Tchorz gagal tampil di Olimpiade Tokyo.

PROKAL.CO,

Sudah bertahun-tahun latihan. Sudah lima tahun fokus mempersiapkan diri untuk bertarung di Olimpiade. Eh, sudah sampai Tokyo disuruh pulang lagi. Pahit sungguh pahit. Kisah pilu itu menimpa enam perenang Polandia yang batal tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

Penyebabnya adalah kesalahan proses penilaian kualifikasi oleh pihak ketiga. Begitu tiba di Tokyo dua hari lalu, panitia melakukan verifikasi terhadap seluruh atlet renang yang mewakili Polandia. Sungguh di luar dugaan, enam perenang dinyatakan tidak lolos kualifikasi. Setelah diusut, ternyata memang ada salah penafsiran aturan kualifikasi oleh Federasi Renang Polandia (PZP). Dalam surat yang dikirimkan Federasi Renang Internasional (FINA) kepada PZP, disebutkan ada 17 perenang Polandia yang berhak tampil di Tokyo. Namun, PZP malah mengira ada 23.

Presiden PZP Pawel Slominski langsung meminta maaf secara terbuka kepada atlet mereka setelah kejadian ini. Namun, hal itu tetap tidak bisa mengurangi rasa kesal dan kecewa enam atlet yang gagal tampil di multievent olahraga terakbar sejagad tersebut.

Dari enam perenang yang gagal tampil tersebut, salah satunya adalah perenang senior Alicja Tchorz. Dia sudah pernah mewakili Polandia di Olimpiade 2012 dan 2016. Lima rekan Tchorz lainnya adalah Bartosz Piszczorowicz, Aleksandra Polanska, Mateusz Chowaniec, Dominika Kossakowska, dan Jan Holub.

"Kami benar-benar kecewa, sedih, dan pahit terkait status kualifikasi atlet kami di Olimpiade Tokyo," ucap Slominski dilansir Reuters. "Hal seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi. Reaksi, emosi, dan serangan pada atlet kepada PZP juga dapat dimengerti dan dibenarkan," tambah Slominski.

Slominski berjanji akan melakukan evaluasi besar-besaran di jajaran PZP yang dia pimpin. Itu untuk mencari tahu kenapa kesalahan seperti itu bisa terjadi. "Kami akan menganalisa hingga mengetahui di titik mana kami gagal menyelesaikan formalitas verifikasi tersebut," tambahnya. ’’Yang pasti, kesalahan itu terjadi karena keinginan besar agar bisa mengirim sebanyak-banyaknya atlet ke Olimpiade,’’ tukasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 27 Juli 2021 13:19

Ronaldo dan Allegri Temukan Jalan Damai

Massimiliano Allegri adalah allenatore Juventus ketika Cristiano Ronaldo bergabung pada…

Selasa, 27 Juli 2021 12:20

Ingin Napak Tilasi Jejak Messi

POSTURNYA tidak jauh berbeda dengan sang idola, Lionel Messi. Jika…

Selasa, 27 Juli 2021 12:17

Barty Langsung Tereliminasi

Kejutan terjadi di cabang olahraga (cabor) tenis Olimpiade Tokyo 2020.…

Selasa, 27 Juli 2021 12:14

Lonjakan Covid-19 Tak Pengaruhi Ekspor CPO

SAMARINDA - Kinerja ekspor minyak mentah kelapa sawit atau crude…

Selasa, 27 Juli 2021 12:11

Pemain Siap Main, Hampir 100 Persen Sudah Divaksin

Harapan agar kompetisi Liga 1 musim 2021–2022 digelar terus digaungkan…

Selasa, 27 Juli 2021 11:47

Empat Medali di Empat Edisi, Eko Yuli Lewati Capaian Lisa

TOKYO– Eko Yuli Irawan memang belum bisa meraih emas Olimpiade…

Selasa, 27 Juli 2021 11:45
Lukaku Masuk Bidikan Chelsea

Harga Tinggi untuk Yang Tersakiti

Romelu Lukaku hampir delapan tahun berpisah dengan Chelsea. Tepatnya ketika…

Selasa, 27 Juli 2021 11:40

Eriksen Sudah Bisa Jalan-Jalan

SATU lagi pemain Inter Milan yang terancam tak bisa berlanjut…

Senin, 26 Juli 2021 12:55

Bela Rekan Setim

JAKARTA - Bek sayap Ansan Greeners Asnawi Mangkualam Bahar meminta…

Senin, 26 Juli 2021 12:53

Skuat Borneo FC Komplet

Setelah tiba dua hari lalu di Samarinda, Boaz Solossa dijadwalkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers