MANAGED BY:
SABTU
31 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Kamis, 22 Juli 2021 11:13
Federasi Renang Polandia Salah Tafsirkan Aturan
Sudah Sampai Tokyo, Eh Disuruh Pulang
Alicja Tchorz gagal tampil di Olimpiade Tokyo.

PROKAL.CO,

Sudah bertahun-tahun latihan. Sudah lima tahun fokus mempersiapkan diri untuk bertarung di Olimpiade. Eh, sudah sampai Tokyo disuruh pulang lagi. Pahit sungguh pahit. Kisah pilu itu menimpa enam perenang Polandia yang batal tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

Penyebabnya adalah kesalahan proses penilaian kualifikasi oleh pihak ketiga. Begitu tiba di Tokyo dua hari lalu, panitia melakukan verifikasi terhadap seluruh atlet renang yang mewakili Polandia. Sungguh di luar dugaan, enam perenang dinyatakan tidak lolos kualifikasi. Setelah diusut, ternyata memang ada salah penafsiran aturan kualifikasi oleh Federasi Renang Polandia (PZP). Dalam surat yang dikirimkan Federasi Renang Internasional (FINA) kepada PZP, disebutkan ada 17 perenang Polandia yang berhak tampil di Tokyo. Namun, PZP malah mengira ada 23.

Presiden PZP Pawel Slominski langsung meminta maaf secara terbuka kepada atlet mereka setelah kejadian ini. Namun, hal itu tetap tidak bisa mengurangi rasa kesal dan kecewa enam atlet yang gagal tampil di multievent olahraga terakbar sejagad tersebut.

Dari enam perenang yang gagal tampil tersebut, salah satunya adalah perenang senior Alicja Tchorz. Dia sudah pernah mewakili Polandia di Olimpiade 2012 dan 2016. Lima rekan Tchorz lainnya adalah Bartosz Piszczorowicz, Aleksandra Polanska, Mateusz Chowaniec, Dominika Kossakowska, dan Jan Holub.

"Kami benar-benar kecewa, sedih, dan pahit terkait status kualifikasi atlet kami di Olimpiade Tokyo," ucap Slominski dilansir Reuters. "Hal seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi. Reaksi, emosi, dan serangan pada atlet kepada PZP juga dapat dimengerti dan dibenarkan," tambah Slominski.

Slominski berjanji akan melakukan evaluasi besar-besaran di jajaran PZP yang dia pimpin. Itu untuk mencari tahu kenapa kesalahan seperti itu bisa terjadi. "Kami akan menganalisa hingga mengetahui di titik mana kami gagal menyelesaikan formalitas verifikasi tersebut," tambahnya. ’’Yang pasti, kesalahan itu terjadi karena keinginan besar agar bisa mengirim sebanyak-banyaknya atlet ke Olimpiade,’’ tukasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 30 Juli 2021 11:22

Tren Big Six Gaet Bek Baru, Chelsea Tergoda

LONDON– Arsenal mendapatkan Ben White, Liverpool FC merekrut Ibrahima Konate,…

Jumat, 30 Juli 2021 11:21

Tak Ada Lagi Medali untuk Murray

Petenis Britania Raya Andy Murray tidak kebagian medali di Olimpiade…

Jumat, 30 Juli 2021 11:15

The Lilywhites Menantikan La Dea Lainnya

SELAIN Chelsea, Tottenham Hotspur menambah daftar klub big six Premier…

Jumat, 30 Juli 2021 10:34

Ben White Tidak Kemahalan

SAMA-SAMA belum datang dan diresmikan. Itulah yang dialami bek rekrutan…

Jumat, 30 Juli 2021 10:33

Dukungan Michelle Obama untuk Simone Biles

DUKUNGAN untuk Simone Biles terus mengalir. Termasuk dari mantan Ibu Negara…

Jumat, 30 Juli 2021 10:19

15 Emas, Tiongkok Salip Jepang ke Puncak

Kontingen Tiongkok menyalip tuan rumah Jepang untuk menduduki puncak klasemen…

Kamis, 29 Juli 2021 12:00

Bangga Bisa Taklukkan Momota

Kejutan terjadi pada tunggal putra. Ranking satu dunia Kento Momota…

Kamis, 29 Juli 2021 11:54

Emas Pertama untuk AS Putri

EMAS pertama untuk cabang olahraga (cabor) basket 3 x 3…

Kamis, 29 Juli 2021 11:53

Allegri Lebih Pilih Dybala sebagai Kapten ketimbang Bonucci

Hengkang ke AC Milan pada musim 2017–2018, tampaknya, jadi dosa…

Kamis, 29 Juli 2021 11:51

Kala Rahmat Melebihi Mimpi sang Ayah

TOKYO– ’’Mat, kamu mau merasakan yang Bapak selalu ingin rasakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers