MANAGED BY:
SABTU
04 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Selasa, 20 Juli 2021 11:26
Mengenal Lily Handayani, Kaum Disabilitas Balikpapan yang Sukses

Buat Selimut hingga Masker, Mampu Bersaing di Pasar Nasional

Lily Handayani

Memiliki keterbatasan fisik tak membuat Lily Handayani patah semangat. Dia justru bersemangat, membuktikan bahwa kaum disabilitas tidak bisa dipandang sebelah mata. Melalui tangan terampilnya, dia berhasil membuat beragam kerajinan bernilai rupiah.

RIANI RAHAYU, Balikpapan

SEPERTI pengusaha pada umumnya, Lily memulai bisnis berdasarkan hobinya merangkai barang-barang bekas pakai menjadi suatu barang yang dapat digunakan kembali. Berbekal keahlian menjahit yang dimiliki, dia menyulap kain perca menjadi barang yang dapat memperindah peralatan rumah tangga seperti tudung kulkas, tudung televisi, hingga sarung bantal dan boneka.

Semua itu berawal dari keisengannya saat tidak ada kegiatan. “Awalnyan untuk mengusir kebosanan karena tidak ada melakukan apapun. Ternyata kerajinan yang saya buat ada peminatnya. Produk ini saya tawarkan lewat media sosial seperti WhatsApp,” ujarnya saat ditemui Kaltim Post, baru-baru ini.

Selain barang-barang tadi, Lily juga mahir membuat selimut tebal dan tas rajut dengan menggunakan teknik makrame. Sehingga, menghasilkan tas simpul yang sangat cantik. Selain itu, pada masa pandemi ini Lily memanfaatkan keahliannya itu dengan turut memproduksi masker yang menjadi kebutuhan utama masyarakat saat ini.

Untuk harga yang dipasarkan terbilang murah, dirinya memasang harga mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 1 juta. Bergantung tingkat kerumitan barang yang diminta. Seperti selimut yang menggunakan teknik rumit dan memakan waktu lama, dirinya mengenakan harga Rp 1 juta.

Menariknya, dari setiap produk yang dibuat Lily, semuanya selalu memunculkan desain dan inovasi baru. Seperti boneka, tak hanya untuk pajangan tetapi bisa untuk meletakkan barang-barang seperti handphone dan remote televisi.

“Inovasinya dengan mendesain boneka itu lengkap dengan kantung untuk menaruh barang. Biasanya orang-orang pekerja yang memesan, mereka bisa letakkan HP yang di-charge di sana,” tuturnya.

Berkat ketekunannya, Lily berhasil memiliki pelanggannya sendiri. Tak hanya di Balikpapan, pemesan barangnya bahkan sampai luar kota. Tentunya semakin menumbuhkan niatnya untuk dapat memasarkan produknya dengan marketplace, agar bisa merambah konsumen lebih banyak dan lebih luas lagi. “Ini lagi mau coba dipasarkan melalui aplikasi. Mudah-mudahan bertambah ramai,” ucapnya.

Selain itu, dirinya juga sering mengikuti pameran online yang diadakan oleh pemerintah. Meski begitu, tetap saja di masa pandemi seperti ini dirinya sempat mengalami penurunan keuntungan hingga 70 persen. Karena barang yang ia buat awalnya bukan kebutuhan pokok.

“Kembali meningkat setelah sebelumnya sempat wara-wiri, ketemu orang dan mereka kebingungan membutuhkan masker. Dari situ, saya buat hingga akhirnya bisa menjual dan membuka pesanan besar-besaran. Akhirnya, kembali naik pelan-pelan,” terangnya.

Selain membuat kerajinan, Lily juga memiliki keahlian bermain alat musik seperti biola dan piano. Dari kemampuannya itu juga, dirinya membuka kelas untuk mengajarkan orang-orang yang tertarik dengan dua alat musik tersebut. “Iya sebagai guru musik juga, tetapi saat ini kan pandemi, jadi saya ngajarin musiknya terbatas. Bisa juga kalau minta diajarkan di rumah,” kata dia. (*/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2012 13:30

Sulam Tumpar Kukar Tembus Pasar Nasional

<div> <strong>TENGGARONG </strong>- Kutai Kartanegara (Kukar) mewakili Kaltim di ajang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers