MANAGED BY:
SENIN
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Selasa, 20 Juli 2021 11:04
Lonjakan Penularan Covid-19 Belum Menurun, Vietnam dan Thailand Perluas Area Lockdown
Di Vietnam, mulai Senin (19/7) seluruh wilayah di bagian selatan di-lockdown selama dua pekan.

HANOI– Penularan Covid-19 di Vietnam dan Thailand belum terkendali. Dua negara tersebut terpaksa memberlakukan lockdown di sebagian wilayahnya agar angka penularan menurun. Rendahnya angka vaksinasi menjadi salah satu penyebab cepatnya penularan.

Di Vietnam, mulai Senin (19/7) seluruh wilayah di bagian selatan di-lockdown selama dua pekan. Mekong Delta dan Ho Chi Minh City termasuk di dalamnya. Pusat penularan virus berada di Ho Chi Minh City dengan angka penularan harian rata-rata 2 ribu kasus. Kota yang lockdown lebih dulu sejak sepekan lalu tersebut dihuni 35 juta jiwa. Itu setara sepertiga populasi penduduk Vietnam. Total kasus harian di Vietnam mencapai di atas 3 ribu.

’’Kami harus menempatkan keselamatan dan kesehatan penduduk sebagai prioritas utama,’’ tegas Perdana Menteri (PM) Vietnam Pham Minh Chinh terkait dengan keputusan lockdown tersebut. Saat ini total kasus di Vietnam mencapai 51 ribu dan angka kematiannya 225. Sekitar 190 di antara korban meninggal sejak April.

Wakil PM Vietnam Vu Duc Dam menegaskan bahwa lockdown harus diberlakukan dengan ketat. Gelombang penularan sudah menyapu 57 di antara 63 wilayah dan provinsi di negara tersebut. Di lain pihak, jumlah vaksin masih terbatas. Vietnam mendapatkan jatah 124 juta dosis vaksin via COVAX dan lewat pemesanan mandiri. Namun, yang diterima hingga saat ini baru 6 juta dosis saja. Sekitar 4 juta penduduk baru menerima setidaknya satu dosis. Targetnya adalah memvaksin 70 persen penduduk pada akhir tahun.

Di wilayah yang lockdown, penduduk tidak boleh berkumpul lebih dari dua orang di tempat umum, kecuali di kantor pemerintahan, rumah sakit, dan beberapa lokasi bisnis vital. Penduduk hanya diperbolehkan keluar untuk membeli kebutuhan penting seperti makanan dan obat.

Thailand pun bernasib serupa. Mulai Selasa (20/7) lockdown diperluas ke tiga provinsi. Yaitu, Chonburi, Ayutthaya, dan Chachoengsao. Penduduk dilarang keluar, kecuali untuk urusan mendesak. Jam malam juga berlaku di wilayah tersebut mulai pukul 21.00 hingga 04.00.

Sejak Jumat (16/7) pemerintah memberlakukan larangan berkumpul di tempat umum lebih dari lima orang secara nasional. Mereka yang melanggar dihukum 2 tahun penjara atau denda hingga THB 40 ribu (Rp 17,7 juta). Namun, tidak semuanya patuh. Demonstran anti pemerintah tetap turun ke jalanan Bangkok kemarin (18/7), mendesak PM Prayuth Chan-o-cha mengundurkan diri. Aksi itu juga menjadi peringatan setahun gerakan demokrasi. Untuk membubarkan massa, polisi menembakkan peluru karet, gas air mata, dan water cannon. ’’Kami akan tetap mati akibat Covid-19 jika diam di rumah. Karena itu, kami keluar,’’ teriak salah seorang demonstran.

Penanganan pandemi yang dilakukan pemerintah memang menuai banyak kritikan. Sebab, menjelang pembukaan perbatasan untuk wisatawan, angka penularan justru kian melonjak. Total kasus mencapai 403 ribu dan 3.341 orang meninggal. Kemarin total penularan harian mencapai 11 ribu.

Massa juga meminta anggaran kerajaan dan militer dipotong dan digunakan untuk penanganan pandemi. Massa menggelar banner bergambar wajah Prayuth di jalan dan menginjak-injak wajahnya.

Dari Inggris, PM Boris Johnson dan Menteri Keuangan Rishi Sunak merevisi kebijakannya. Awalnya mereka tetap bekerja meski sudah kontak dengan Menteri Kesehatan Sajid Javid yang dinyatakan positif Covid-19. Johnson dan Sunak bakal dites setiap hari tanpa menjalani isolasi.

Begitu rencana itu mencuat, banyak pihak yang mengkritik. Johnson dan Sunak dianggap diistimewakan. ’’PM dan Menkeu kembali ketahuan memiliki pemikiran bahwa aturan untuk kita semua tidak berlaku untuk mereka,’’ kritik pemimpin Partai Buruh Keir Starmer seperti dikutip BBC.

Inggris memiliki rencana agar mereka yang kontak dengan pasien positif Covid-19 tidak perlu menjalani isolasi. Tapi, mereka harus dites setiap hari. Johnson dan Sunak menjadi relawan yang diuji coba. Tapi, begitu banyak kritik yang mengalir, mereka memutuskan kembali ke aturan isolasi mandiri. Downing Street memastikan bahwa Johnson menggelar rapat secara virtual. (sha/c7/bay)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 16 Oktober 2021 11:10

57 Persen Warga Rusia Tak Takut Covid-19, Kasus Positif jadi Melonjak

 Rusia melaporkan angka kasus Covid-19 mencapai rekor. Sementara angka kematian…

Sabtu, 16 Oktober 2021 11:01

Krisis Energi, Tiongkok Terancam Inflasi

BEIJING– Krisis energi di Tiongkok berdampak panjang. Terlebih ia dibarengi…

Kamis, 14 Oktober 2021 15:18

G20 Sepakat Bantu Krisis Afghanistan

ROMA – Negara-negara anggota G20 akhirnya satu suara. Mereka sepakat…

Kamis, 14 Oktober 2021 14:49

Dipaksa Serahkan Kekuasaan Jelang Kudeta

YANGON– Win Myint buka suara terkait detik-detik kudeta. Presiden Myanmar…

Rabu, 13 Oktober 2021 12:56

Tiongkok Latihan Perang di Seberang Taiwan, Kim Jong-un Fokus Militer Pertahanan Diri

Militer Tiongkok percaya diri bisa menggagalkan semua campur tangan eksternal…

Rabu, 13 Oktober 2021 11:29

AS-Taliban Gelar Dialog Perdana, Bahas Kiriman Bantuan dan Lanjutan Evakuasi

WASHINGTON DC – Pejabat Amerika Serikat dan perwakilan Taliban bertemu…

Rabu, 13 Oktober 2021 10:33

Warga Sydney Rayakan Bebas dari Kuntara

’’Ini adalah hari kebebasan.’’ Pernyataan itu dilontarkan Perdana Menteri Negara…

Selasa, 12 Oktober 2021 10:45

Singapura Tambah Akses Bebas 9 Negara, Masuk Tanpa Harus Karantina Covid-19

Grafik angka penularan Covid-19 di Singapura belum turun drastis. Namun…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:23

Leni Robredo Pilih Maju Jalur Independen

MANILA– Leni Robredo akhirnya memberikan kepastian. Wakil presiden Filipina tersebut…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:18

Biden-Xi Siap Dialog Empat Mata, Bertemu Virtual, Bahas Isu Dua Negara

WASHINGTON DC– Hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok bakal terjalin lebih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers