MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 19 Juli 2021 11:44
Pro-Kontra Tata Ulang Teluk Lombok, Warga Ada Keberatan Bangunannya Digusur
Warga mancing di sekitaran Teluk Lombok.

SANGATTA - Pengembangan wisata yang dicanangkan oleh Dinas Pariwisata Kutai Timur (Kutim) akan segera dilakukan. Yakni dengan membagi menjadi tiga zona pembenahan. Salah satu pariwisata terdekat adalah Pantai Teluk Lombok Sangatta Selatan. Namun, rencana perbaikan ini menuai pro-kontra di kalangan masyarakat.

Diketahui, pantai ini dipenuhi dengan bangunan milik warga yang berdagang atau bermukim, sehingga tempat wisata ini menjadi tidak tertata. Bahkan, berulang kali pembahasan pembenahan telah dibahas pada Musrenbang Sangatta Selatan selama bertahun-tahun, tapi tidak dapat terealisasi hingga saat ini.

Salah satu warga setempat yang enggan disebut namanya menyebut keberatan jika bangunannya digusur. Pasalnya, dirinya mengaku bukan hanya bermukim, melainkan berjualan untuk mencari penghidupan.

"Saya sudah tinggal puluhan tahun di sini, masa mau digusur, saya harus jualan di mana lagi untuk cari makan," ungkapnya.

Tidak hanya itu, kata dia, kondisi pandemi Covid-19 cukup menyulitkan dirinya dan keluarga. Sebab, tempat pariwisata telah ditutup, sehingga tidak ada pengunjung yang datang.

"Tidak ada yang datang ke sini, barang dagangan kedaluwarsa semua, terus mau disuruh pindah lagi, gimana nasib ini," tandasnya.

Tidak hanya itu, ia juga meminta keadilan pada pemerintah. Agar pembangunan dilakukan secara merata, mengingat adanya salah satu bangunan permanen milik pejabat daerah.

"Kalau mau bongkar kami, harus adil, bongkar dulu rumahnya pejabat yang ada di pantai, baru rumah kami," pintanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kutim Nurullah membenarkan wacana pembenahan Pantai Teluk Lombok. Menurut dia, warga yang menetap di kawasan pasir pantai akan direlokasi. Hingga memudahkan untuk penataan kembali.

"Teluk Lombok akan ditata dengan baik, warga yang tinggal akan dipindah ke sebelah jalan," jelasnya pada harian ini.

Sebelumnya, dia juga menyampaikan penatakelolaan juga akan dilaksanakan di zona lain. Yaitu zona 1, lanjut dia, wisata yang berada di wilayah Sangatta seperti Taman Nasional Kutai Kawasan Prevab. Tempat wisata ini memiliki keunikan tersendiri, selain hutannya yang masih alami, habitat asli layaknya orang utan dan tarantula dapat ditemui dengan mudah. Sayangnya, tidak banyak warga yang mengetahui kekayaan alam satu ini.

"Prevab memiliki potensi yang sangat luar bisa,” ujar Nurullah.

Sementara di zona 2, jelas dia, Karst Sangkulirang Mangkalihat menjadi wisata terbaik yang akan diperketat penjagaannya. Mengingat kekayaan alam yang satu ini sangatlah langka dan harus dijaga kelestariannya, serta sangat mudah terancam kerusakan.

“Di situ ada telapak tangan yang menurut penelitian usianya mencapai 40 ribu tahun, dan ini sudah menjadi tentatif situs warisan dunia UNESCO,” bebernya. Pariwisata ini bukan hanya menjadi aset Kutim, tetapi juga aset nasional bahkan dunia. "Sehingga ini harus kita kembangkan untuk bisa mengangkat pendapatan asli daerah,” ungkap Nurullah.

Selanjutnya, di kawasan zona 3 terdapat Gua Kongbeng. Pelestariannya pun menjadi perhatian. Gua yang memiliki nilai-nilai sejarah dengan adanya arca dan patung-patung tersebut pun belum dikenal publik secara meluas. Kealamiannya juga menjadi ancaman jika tidak dilindungi dan diperhatikan.

“Gua ini sangat erat dengan kisah Raja Mulawarman, yang membawa arca dan patung-patung untuk tinggal di Gua Kongbeng, sejarah yang luar biasa ini yang mesti diperhatikan,” ujar ia. (*/la/far/k16)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 24 September 2021 09:41

Ketua DPRD Dukung Sukseskan Rapimda dan Musda KNPI Kukar

    Prokal.co, Tenggarong - Ketua DPRD Kutai Kartanegara Abdul…

Kamis, 23 September 2021 20:40

RMI Kaltim Dukung Vaksinasi Merdeka di STT Migas

BALIKPAPAN- Rumah Milenial Indonesia (RMI) wilayah Kalimantan Timur, mendukung kegiatan…

Kamis, 23 September 2021 15:24

Aset Desa Rusak Akibat Maraknya Tambang Ilegal, Firnadi Ikhsan Minta Bupati Laporkan Ke Kementerian ESDM

  Prokal.co, Tenggarong - Anggota DPRD Kutai Kartanegara Dapil II…

Kamis, 23 September 2021 15:09

Perpadi Minta Ditinjau Ulang, Pola yang Sama RMU di Kukar Merugi

Pembangunan rice milling unit (RMU) atau penggilingan padi oleh pemerintah…

Kamis, 23 September 2021 13:36

Dua Belas Jabatan Eselon II Dilelang, 56 Peserta Lulus Seleksi Adminsitrasi

SANGATTA – Sebanyak 12 posisi jabatan eselon II di lingkungan…

Kamis, 23 September 2021 13:35

Untuk Tingkatkan Pertahanan dan Keamanan, IKN Harus Dilengkapi Siber

PENAJAM-Ibu kota negara (IKN) baru di Sepaku, Penajam Paser Utara…

Kamis, 23 September 2021 13:28

Perusahaan Dorong Laju Percepatan Vaksinasi

Prokal.co,Tenggarong – Percepatan cakupan vaksinasi Covid 19 di wilayah Kukar…

Kamis, 23 September 2021 13:24

RMU Terpasang Melebihi Produksi Gabah

Kapasitas rice milling unit (penggilingan padi) dan pabrik beras yang…

Rabu, 22 September 2021 13:44

Tim Alligator Bekuk Pembobol Rumah, Mengaku Pernah Beraksi di Vila Bupati Syaukani

Hasil curian dijual melalui medsos. Tercium aparat, lalu diciduk.  …

Rabu, 22 September 2021 13:35

Rumah Terbakar, Pria Tua Tewas Terpanggang

TENGGARONG–Musibah kebakaran kembali melanda Kukar. Api melahap bangunan pondok di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers