MANAGED BY:
RABU
26 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 14 September 2021 09:47
Food Estate Kaltara Terkendala Infrastruktur

TANJUNG SELOR ­- Menteri Pertanian (Mentan), Dr. H. Syahrul Yasin Limpo menilai bahwa program food estate yang dikembangkan di Bulungan hanya sebatas hanya sebatas khayalan.

Menanggapi hal itu, Bupati Bulungan, Syarwani mengakui bahwa salah satu kendala yang paling krusial saat ini adalah infrastruktur. “Kita tidak bisa memungkiri hal itu. Iya, mudahan program yang berkaitan dengan upaya peningkatan infrastruktur menjadi bagian percepatan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (13/9).

Melalui komitmen Gubernur Zainal Arifin Paliwang, daerah ini dipastikan akan membangun kolaborasi bersama untuk mewujudkan kawasan pangan tersebut. “Beberapa waktu lalu, Bapak Gubernur juga sudah mencanangkan Desa Sajau Hilir sebagai kawasan produksi pangan di Indonesia. Mudahan, ini juga bisa melebar ke kawasan lain. Khususnya, kawasan food estate,” harapnya.

Diharapkan, ke depan ada kolaborasi bersama. Tidak hanya dilakukan Pemkab Bulungan, tetapi juga berkolaborasi dengan Pemprov Kaltara maupun Kementerian Pertanian (Kementan). Dalam hal ini dirinya juga berharap nantinya ada program kementerian yang bersinergi dengan upaya pengembangan kawasan pangan tersebut. Secara usulan, hal itu sudah disampaikan.

“Mudahan saja ada respons dari kementerian walaupun nantinya tidak bisa selesai secara keseluruhan. Tetapi, paling tidak ada langkah awal maupun langkah prioritas yang sudah dilakukan di kawasan pangan tersebut,” ujarnya.

Bagaimanapun, Pemkab Bulungan akan tetap berkomitmen sesuai visi misi daerah agar kawasan pangan ini bisa produktif dan menghasilkan. “Nanti, kawasan pangan ini akan menjadi kawasan yang sangat terbuka ke depannya,” ujarnya.

Dalam hal ini, pihaknya juga berterima kasih kepada Mentan yang sudah datang langsung ke Bulungan. Walaupun yang dikunjungi bukanlah kawasan pangan food estate. Tetapi, sektor lainnya mendapat atensi. “Tidak semua daerah seperti itu. Bulungan termasuk yang paling beruntung karena sudah menjadi atensi langsung dari Menteri Pertanian,” ujarnya.

Sekarang ini tinggal bagaimana niatnya. Bahkan, Mentan menargetkan ada ada 200 titik peternakan kambing boer yang dikembangkan di Bulungan Mandiri Farm (BMF) di Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor Bulungan. “Tinggal bagaimana kita merespons,” ujarnya.

Pihaknya berharap ada kelompok masyarakat yang bergerak di sektor peternakan maupun pertanian melakukan hal yang sudah dilakukan BMF. “Bapak Menteri juga meminta agar TNI/Polri bisa berkolaborasi dalam rangka penguatan pangan,” ujarnya.

Diberikan sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Dr. H. Syahrul Yasin Limpo saat dikonfirmasi mengatakan, sekarang ini Kementan masih konsentrasi untuk mengembangkan potensi yang ada sekarang ini. “Tidak, kita konsentrasi dengan apa yang ada sekarang. Jangan kita mengkhayal yang lebih tinggi lagi,” kata Syahrul kepada Radar Kaltara, Sabtu (11/9).

Namun demikian, food estate masih bisa berjalan. Tetapi, sekarang ini Kementan fokus untuk mengembangan potensi pertanian maupun peternakan yang ada di Kaltara dahulu. “Potensi pertanian dan peternakan di Kaltara ini sangat bagus. Jadi, itu dahulu yang kita fokuskan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Wahyuni Nuzband mengatakan, sebelumnya memang sudah ada rencana untuk mengekspos food estate ini. Namun, karena isu nasional. Kementan harus melakukan penelitian terlebih dahulu. “Jadi, kami sudah membuat semacam buklet untuk disampaikan kepada mereka (Kementan) bahwa kawasan food estate itu layak sebagai kawasan pengembangan pangan,” ujarnya.

Namun, kata dia, untuk bisa dinyatakan layak sebagai kawasan food estate ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Sejauh ini, masih ada yang belum terpenuhi. Salah satunya, terkait sarana prasarana. “Iya, seperti kita ketahui bahwa kawasan food estate yang ada di Bulungan ini sebagian besar berada di Desa Tanjung Buka. Sarana prasarana belum sepenuhnya terbangun,” ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya memastikan tidak akan putus semangat dan akan terus memajukan kawasan food estate tersebut. “Jadi, memang kita ada dilema. Iya, ada sesuatu yang sudah bagus. Tinggal sentuhan sedikit infrastruktur atau mulai dari nol. Jadi, pilihan yang sulit,” ujarnya.

Apalagi, dari sisi pembiayaan untuk kawasan food estate ini membutuhkan biaya yang cukup besar. “Sebetulnya, dari Kementerian Pertanian sudah ada lampu kuning terkait food estate ini,” ungkapnya.

Bahkan, pembahasan sudah dilakukan dua kali. Pertama, pembahasan dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan dan Pusat Penelitian Pengembangan (Pusliltbang). “Ada beberapa kabupaten yang mengajukan food estate. Tetapi yang paling luas itu di Bulungan seluas 43 ribu hektare (ha). Sementara, di daerah lain hanya seluar 10 ribu hektare,” ungkapnya.

Meskipun luasanya kecil. Namun, kondisinya bagus. Sebetulnya, bisa saja 43 ribu ha diambil di wilayah Tanjung Palas Utara yang memang sudah layak. Tetapi, hal itu masih menjadi pertimbangan. “Itu masih menjadi bahan pertimbangan kami,” bebernya.

Sebetulnya, dengan adanya kunjungan Mentan ke Kaltara ini menjadi momen bagi daerah untuk menyampaikan dukungan pertanian. “Saya sudah sampaikan ke Ditjen Hortikultura untuk mendukung benih bawang,” ujarnya. Khusus untuk food estate, Kementan meminta agar daerah selalu melaporkan progres di lapangan. Dalam hal ini, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak kabupaten maupun pemerintah pusat.

Terpisah, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur (BPTP) Kaltim, Dr. Fausiah T. Ladja mengatakan, terkait food estate sebelumnya memang sempat diusulkan untuk dilakukan pengkajian. “Tetapi, sekarang ini kami masih menunggu kepastian,” ujarnya.

Sebab, sampai saat ini Kementan belum merespons terkait pengembangan food estate tersebut. Kemungkinan, hal itu disebabkan karena refocusing anggaran dampak Covid-19. “Kami saja di BPTP kena refocusing berkali-kali. Jadi, sekarang ini pemerintah masih fokus untuk menanggulangi pandemi Covid-19,” pungkasnya. (*/jai/eza)


BACA JUGA

Selasa, 25 Januari 2022 10:28

PHM Ditarget Bor 99 Sumur Baru

BALIKPAPAN - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak…

Selasa, 25 Januari 2022 10:27

Berharap Investasi Tak Asal Tumbuh

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim memproyeksikan pemindahan ibu…

Selasa, 25 Januari 2022 08:54

Dorong Pertumbuhan Industri Dalam Negeri, PLN Tingkatkan Nilai Minimum TKDN Proses Pengadaan Barang dan Jasa

SAMARINDA- Upaya dalam rangka peningkatan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri…

Minggu, 23 Januari 2022 23:22

Tiga Pembeli Pertama Menerima Honda All New BR-V Secara Perdana

SAMARINDA- Sejak diluncurkan pada awal Desember tahun 2021 kemarin, akhirnya…

Sabtu, 22 Januari 2022 12:00

KFC Indonesia Hadirkan Kembali Hot & Cheesy Chicken dalam Golden Combo

BALIKPAPAN – Masih inget ayam krispi Hot & Cheesy KFC…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:32

139 Perusahaan Diperbolehkan Ekspor Batu Bara

JAKARTA – Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian…

Jumat, 21 Januari 2022 12:11

Minyak Goreng Rp 14 Ribu Per Liter, Masih Ada Ritel yang Melanggar

Penetapan harga minyak goreng sebesar Rp 14 ribu per liter…

Jumat, 21 Januari 2022 12:09

Konsumsi Masyarakat Tumbuh 20 Persen

SURVEI Konsumen Bank Indonesia periode Desember 2021 mengindikasikan bahwa keyakinan…

Kamis, 20 Januari 2022 09:09

Insentif PPnBM LCGC Jaga Utilisasi Industri Penunjang

JAKARTA - Pemerintah melanjutkan insentif pajak penjualan atas barang mewah…

Kamis, 20 Januari 2022 09:08

Genjot Produksi, PTPN X Perluas Lahan Tembakau

SURABAYA – Kebutuhan terhadap tembakau terus meningkat. Potensi itu pun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers