MANAGED BY:
SABTU
04 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 17 Juli 2021 12:58
Dampak Ekonomi Pemindahan IKN ke “Sepakunegara”

Oleh: Dr Isradi Zainal

(Rektor Universitas Balikpapan, Sekjen FDTI, Ketua PII Kaltim)

 

Penetapan pemindahan ibu kota negara (IKN) oleh Presiden Joko Widodo pada 29 Agustus 2020 ke “Sepakunegara” (sebagian Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara atau sebagian Selat Makassar, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara) atau ke “Pakunegara” (Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara) merupakan hasil kajian yang panjang dan sistematis. Baik dari segi ekonomi, kebencanaan, keberlanjutan, smart metropolis, green forest, dan lainnya.

Pemindahan IKN ke “Sepakunegara” untuk konteks ini adalah pemindahan pusat pemerintahan. Sementara Jakarta masih tetap sebagai pusat ekonomi dan bisnis.

Menurut Bappenas, dari segi ekonomi, pemindahan IKN ke luar Jawa akan berdampak positif. Hal ini karena terdapatnya pemakaian sumber daya potensial yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal.

Pemindahan IKN ke “Sepakunegara” tidak menyebabkan kontraksi ekonomi karena IKN Sepakunegara memiliki sumber daya yang memadai dan memiliki keterkaitan aktivitas ekonomi yang positif dengan wilayah lain, khususnya kawasan timur Indonesia dan Jawa Timur. Bappenas memprediksi dampak ekonomi pemindahan IKN ke “Sepakunegara” terhadap perekonomian nasional dapat menjadi plus 0,1 persen.

Pemindahan IKN ke “Sepakunegara” akan mendorong perdagangan antarwilayah Indonesia. Apalagi posisi “Sepakunegara” yang berada di posisi tengah Indonesia jika ditarik garis dari Sabang sampai Merauke. Posisi ini diperkuat dengan posisi “Sepakunegara” yang dilalui alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) II.

Lebih dari 50 persen wilayah Indonesia akan mengalami peningkatan arus perdagangan. Baik dari wilayah timur Indonesia ke IKN maupun dari IKN ke Pulau Jawa, Sumatra, Asia, Australia, Eropa, Amerika, dan lainnya.

Pemindahan IKN ke “Sepakunegara” atau “Pakunegara” akan membantu perekonomian lebih terdiversifikasi ke sektor yang lebih padat karya, sehingga bisa membantu mengurangi kesenjangan antarkelompok pendapatan, baik regional maupun nasional.

Kondisi ini akan mendorong investasi di wilayah ini dengan provinsi lainnya. Apalagi IKN “Sepakunegara” memiliki keterkaitan yang erat dengan wilayah lainnya jauh sebelum rencana pemindahan IKN. Hal lain yang akan diperoleh adalah meningkatnya output sejumlah sektor tradisional khususnya sektor jasa.

Pemindahan IKN ke “Sepakunegara” atau “Pakunegara” adalah dalam rangka pemerataan ekonomi dan pertumbuhan pusat ekonomi baru di luar Pulau Jawa. Hal ini dilakukan karena kesenjangan agregat telah menghambat pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Konsep pertumbuhan menekankan bahwa pusat pertumbuhan tidak akan muncul secara alami. Pusat pertumbuhan ekonomi baru tanpa dorongan inovasi dan teknologi oleh perusahaan atau industri yang beraglomerasi pada suatu wilayah (Fleisher et al, 2010).

Meski demikian, perlu dicatat juga bahwa pemindahan IKN ke “Sepakunegara” atau “Pakunegara” menurut Bambang Brojonegoro, diperkirakan akan berdampak terhadap kenaikan inflasi secara nasional sebesar 0,2 persen. Namun, inflasi tersebut tidak akan terlalu memengaruhi daya beli nasional karena kenaikan harga hanya terpusat di lokasi IKN baru dan sekitarnya (liputan6.com).

Secara umum dapat dikatakan pemindahan IKN ke “Sepakunegara” atau “Pakunegara” akan berdampak positif terhadap perekonomian nasional. Sebagai contoh Brasil yang berhasil memindahkan ibu kotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia menjadikan Brasilia meningkat ekonominya secara signifikan. Sementara Rio de Janeiro tidak menimbulkan kerugian ekonomi. (***/dwi/k16)

 


BACA JUGA

Kamis, 02 Desember 2021 09:48

Faktor Penyebab Perilaku Koruptif Kepala Desa

 Adi Setyawan ASN pada KPPN Samarinda     Berbagai upaya…

Rabu, 01 Desember 2021 15:46

Standar (Baru) Layanan Informasi Publik

Oleh: Imran Duse (Wakil Ketua Komisi Informasi Kaltim)   Dalam…

Selasa, 30 November 2021 10:50

Tambang Ilegal, Pemda Jangan Lepas Tangan

Dr Isradi Zainal Rektor Universitas Balikpapan    TAMBANG ilegal saat…

Minggu, 28 November 2021 10:09

Rekrutmen Jabatan Publik (2-Habis)

Adam Setiawan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia…

Minggu, 28 November 2021 10:07

Peran Digital Marketing terhadap Pertumbuhan UMKM di Tengah Pandemi

Lulu Afidah UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Sejak kemunculan Covid- 19 pada…

Rabu, 24 November 2021 10:01

Rekrutmen Jabatan Publik (1)

Adam Setiawan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia…

Rabu, 24 November 2021 10:00

Kedudukan dan Peran Guru Dalam Pendidikan Islam

Uswandi, Mahasiswa Pascasarjana PAI UMM   Setidaknya ada tiga ayat dalam…

Rabu, 24 November 2021 09:39

Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021, Pelegalan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi?

Suwardi Sagama Dosen, Peneliti, dan Konsultan Hukum   PERGURUAN tinggi…

Rabu, 24 November 2021 09:38

Kaltim dan Kutukan Sumber Daya Alam (2-Habis)

Oleh: Bernaulus Saragih PhD Environmental Economist     Empat dekade…

Rabu, 24 November 2021 09:29

Kaltim dan Kutukan Sumber Daya Alam (1)

Oleh: Bernaulus Saragih  PhD Environmental Economist      Dalam Sidang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers