MANAGED BY:
KAMIS
29 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Sabtu, 17 Juli 2021 11:13
Kasus Melonjak, Oksigen Langka di Myanmar, Sistem Kesehatan Lumpuh Sejak Kudeta
Warga Myanmar antre tabung oksigen.

PROKAL.CO,

Ye Kyaw Moe mempertaruhkan keselamatannya. Dia melanggar jam malam demi antri untuk mengisi ulang tabung oksigen miliknya. Salah satu anggota keluarganya terpapar Covid-19. Pria yang berprofesi sebagai pelaut itu menyelinap keluar rumah pukul 3 dini hari.

Warga Yangon itu berhati-hati agar tak bertemu anggota militer yang berjaga. Sudah bukan rahasia jika militer Myanmar tega menembak warga sipil. Tidak peduli itu tua, muda, anak-anak hingga perempuan. Sejak kudeta, lebih dari 900 orang warga sipil tewas terbunuh. Sayangnya, begitu sampai di tempat pengisian sudah ada warga lain yang antri di depannya. Ye Kyaw Moe harus menunggu berjam-jam bahkan mungkin seharian, itupun jika masih ada sisa ketika gilirannya tiba.

Oksigen sudah langka di Myanmar. Antrian mengular menjadi pemandangan harian. Sebagian penduduk bahkan sengaja membawa kursi dari rumah karena tahu dia bakal menunggu lama. Panjangnya proses antrian itu membuat sebagian pasien harus kehilangan nyawa. Adik perempuan Than Zaw Win salah satunya. ’’Ketika saya antri mengisi oksigen, sepupu saya menelepon meminta saya pulang karena adik perempuan saya sudah meninggal,’’ ujar Than Zaw Win seperti dikutip Agence France-Presse kemarin (15/7).

Meski situasinya mengkhawatirkan, namun junta militer Myanmar tetap bersikukuh bahwa persediaan oksigen aman. Penduduk diminta tenang dan tidak menyebarkan rumor. Tapi kenyataan di lapangan berkata lain.

Angka penularan harian di Myanmar terus melejit. Rabu (14/7) ada lebih dari 7 ribu kasus baru. Padahal di awal Mei hanya 50an kasus per hari. Angka kematian juga terus melonjak. Tempat-tempat kremasi dan pemakaman kewalahan. Per hari tempat kremasi melayani 400-500 orang. Itu berkali lipat dibanding hari biasa. Relawan harus turun untuk ikut mengambil jenazah di rumah-rumah penduduk.

Ledakan penularan terjadi pasca kudeta. Tenaga medis mogok masal, demo di mana-mana dan sistem kesehatan lumpuh. Angka vaksinasi juga rendah. Dari 54 juta penduduk, baru 1,75 juta saja yang sudah divaksin. ’’Junta militer kekurangan sumber daya, kemampuan dan legitimasi untuk mengendalikan krisis ini,’’ ujar Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Tom Andrews. Situasi bisa mematikan karena tingginya ketidakpercayaan penduduk pada junta militer.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 29 Juli 2021 10:34

Ledakan di Kawasan Industri, Lima Orang Hilang

BERLIN – Sebuah ledakan mengguncang kawasan industri di Kota Leverkusen,…

Kamis, 29 Juli 2021 10:34

Dua Korea Pulihkan Hubungan

SEOUL – Korea Utara dan Korea Selatan akhirnya bertukar pesan…

Rabu, 28 Juli 2021 14:35

Tong Ying-kit Korban Pertama UU Keamanan Nasional

HONGKONG– Tong Ying-kit bakal menghabiskan masa mudanya di balik jeruji…

Rabu, 28 Juli 2021 11:39

Korban Sipil Berjatuhan di Pertempuran Afghanistan-Taliban, 22 Ribu Keluarga Mengungsi dari Kandahar

KANDAHAR- Hafiz Mohammad Akbar hanya bisa meratapi nasib. Dia dan…

Rabu, 28 Juli 2021 10:24

Status Darurat Malaysia Tak Diperpanjang

KUALA LUMPUR– Perlemen Malaysia kembali bersidang. Mereka kembali bekerja setelah…

Selasa, 27 Juli 2021 11:37

Demo Anti Lockdown, Warga Australia Didenda

SYDNEY- Habis aksi massa terbitlah denda. Nasib itulah yang dialami…

Selasa, 27 Juli 2021 11:33

Dampak Perubahan Iklim Makin Kentara, Banjir dan Badai Melanda di Sejumlah Negara

NEW DELHI– Banjir bandang serempak melanda dunia. Setelah beberapa negara…

Sabtu, 24 Juli 2021 10:56

Singapura Terpaksa Kembali Terapkan Lockdown

SINGAPURA- Keinginan Singapura untuk berdamai dengan pandemi ternyata sulit terjadi.…

Sabtu, 24 Juli 2021 10:54

Banjir di Henan, 33 Meninggal, 2000 Ribu Mengungsi

ZHENGZHOU– ’’Rasanya sulit untuk bernapas, beberapa orang pingsan.’’ Pernyataan…

Jumat, 23 Juli 2021 11:07

Kuntara Picu Amarah Penduduk Australia, Tingkatkan Vaksinasi, Prancis Berlakukan Kartu Sehat

SYDNEY – Penduduk Australia mulai berang. Mereka sudah lelah di-lockdown.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers