MANAGED BY:
SABTU
04 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Kamis, 15 Juli 2021 11:51
Rahmad Mas’ud yang Gratiskan BPJS Kesehatan hingga Pendidikan di Balikpapan

Siswa Sekolah Negeri Dapat Seragam, yang Swasta Bebas Biaya

Direktur Kaltim Post Erwin D Nugroho dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud.

Sejak resmi dilantik 31 Mei, Rahmad Mas’ud kini menjadi orang nomor satu di Balikpapan. Impian sosok kepala daerah muda itu tak muluk-muluk, cukup mengawal pembangunan kota. Serta menjamin pendidikan dan kesehatan bagi warga Kota Minyak.

 

DINA ANGELINA, Balikpapan

 

MEMIMPIN Kota Minyak kurang lebih sudah berjalan sekitar enam minggu terakhir. Walau kondisi yang dihadapi tak mudah, ketika menjabat justru datang cobaan. Balikpapan mengalami lonjakan kasus positif Covid-19. Itu diungkapkannya saat manajemen Kaltim Post bertemu Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Kegiatan silaturahmi itu berlangsung di Balai Kota Balikpapan, Selasa (13/7). Hadir Direktur Kaltim Post Erwin D Nugroho, Wapimred Kaltim Post Romdani, Manajer Pemasaran Nur Rahman Saeroni, Manajer Iklan Grup Tritya Sidartha, dan Manajer Iklan Balikpapan Ocky Muda Saputra.

Erwin menuturkan, kunjungan itu untuk mengenal lebih dekat wali kota. Kaltim Post akan terus mendukung agenda-agenda pembangunan Pemkot Balikpapan. Harian pertama dan terbesar di Kaltim itu membangun semangat dan motivasi warga dengan berita yang positif. Bagaimana mendorong mereka untuk bangkit dalam situasi sulit karena pandemi.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmad mengatakan akan selalu bersinergi dengan segala kalangan, termasuk media. Dia yakin untuk mampu menjalankan visi dan misi tak mungkin hanya sendiri. “Kita makhluk sosial, bukan individu. Pasti tetap memerlukan bantuan. Jadi silaturahmi ini saling mengisi,” sebutnya.

Terkait perkembangan kasus Covid-19, Rahmad bercerita sudah terjadi peningkatan jumlah kasus hingga empat kali lipat. Baik tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit dan intensive care unit (ICU) sudah mencapai 100 persen. Begitu pula tingkat keterisian ruang isolasi mandiri 98 persen.

Sehingga, Pemkot Balikpapan membuka wisma atlet di Balikpapan Tennis Stadium sebagai gedung perawatan isolasi mandiri. “Kami lihat ini ruang terbuka jauh dari permukiman. Kalau wisma kurang, kita bisa buat tenda di lapangan tennis indoor. Tapi, semoga sampai tidak perlu begitu,” ungkapnya.

Kondisi penambahan yang cukup drastis membuat Pemkot Balikpapan harus ikut menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Keputusan harus dilakukan karena pembatasan mengikuti instruksi menteri. Mengingat Balikpapan sudah masuk kategori darurat. Semua kegiatan yang menimbulkan kerumunan harus terhenti sementara.

“Misalnya, masjid dibatasi tidak ada salat berjamaah, termasuk salat Jumat. Pasti ada pro dan kontra, tapi ini terpaksa dilakukan karena keadaan memang darurat dampak dari wabah,” ujarnya. Menurutnya, jika warga terpapar Covid-19 tidak perlu panik. Cukup makan teratur dan tidak ke luar rumah. Artinya taat menjalani isolasi mandiri.

Obrolan yang berjalan sekitar 30 menit itu turut menyinggung program prioritas untuk Balikpapan. Rahmad yang bakal memimpin sampai 2024 itu, dia akan mengawal pembangunan dan ekonomi kota. Kemudian memperjuangkan pendidikan dan kesehatan untuk warga.

“Alhamdulillah visi-misi kami jelas menggratiskan biaya BPJS Kesehatan kelas 3 bagi warga Balikpapan. Warga sudah punya BPJS Kesehatan karena ini wajib, bagi yang belum punya akan kami masukkan,” ungkapnya. Total yang bakal menjadi penerima bantuan BPJS Kesehatan kelas 3 sekitar 200 ribu jiwa.

Bantuan dalam pendidikan, siswa sekolah negeri mendapat seragam gratis. Sedangkan siswa sekolah swasta mendapat seragam dan biaya SPP gratis. “Ini sudah ada perintah dalam undang-undang, saya tinggal menjalankan amanah itu,” katanya.

Anggaran sudah masuk APBD Perubahan 20121 bisa berjalan November dan Desember. Dia percaya semakin pemerintah bisa banyak sedekah kepada warga, selalu ada rezeki lainnya nanti untuk Kota Minyak. Misalnya bisa saja bantuan pemerintah pusat maupun provinsi.

Baik bantuan berbentuk dana alokasi khusus (DAK), dana alokasi umum (DAU), bantuan dari kementerian dan sebagainya. Rahmad yakin, program BPJS Kesehatan dan pendidikan bisa berjalan. “Program kami tidak muluk-muluk. Hanya pendidikan dan kesehatan, serta birokrasi yang profesional,” tutupnya. (rom/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2012 13:30

Sulam Tumpar Kukar Tembus Pasar Nasional

<div> <strong>TENGGARONG </strong>- Kutai Kartanegara (Kukar) mewakili Kaltim di ajang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers