MANAGED BY:
SENIN
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 13 Juli 2021 10:32
Episode Tak Biasa Nia Ramadhani-Ardi Bakrie, Sesali Kesalahan, Didoakan Bertemu Buah Hati
SADAR SALAH: Nia Ramadhani dirangkul Ardi Bakrie saat press conference di Polres Metro Jakarta Pusat, Sabtu (10/7) lalu. FEDRIK TARIGAN/JP

Sekitar empat menit, Nia beberapa kali terisak. Suaranya tercekat. Suaminya berkali-kali merangkul dan mengelus lengan Nia. Menyadari tindakan tak terpuji yang dilakukan.

 

PASANGAN Nia Ramadhani alias Ramadhania Ardiansyah Bakrie dan Anindra Ardiansyah Bakrie alias Ardi Bakrie menyedot perhatian publik sejak Rabu (7/7). Itu setelah Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan keduanya atas kepemilikan sabu-sabu (SS). Sabtu (10/7), untuk kali pertama, keduanya muncul di hadapan media.

“Saya Nia Ramadhani Bakrie mengakui bahwa apa yang saya lakukan tidak menjadi sebuah contoh yang terpuji,’’ ucap Nia dalam press conference yang digelar Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus). Sambil memegang selembar kertas putih dengan tangan kirinya, perempuan 31 tahun itu terbata-bata mengungkapkan pernyataan resminya.

Sebagaimana disampaikan Lalu Mara Satriawangsa, jubir keluarga Bakrie, pada Jumat malam (9/7), Nia meminta maaf kepada keluarga besar. Kemarin, secara langsung, dia meminta maaf juga kepada sahabat, teman-teman, dan orang-orang yang telah menaruh kepercayaan kepadanya.

Dalam paparan lisan selama sekitar empat menit itu, Nia beberapa kali terisak. Suaranya tercekat. Ardi yang berdiri di sebelah kanan sang istri berkali-kali merangkul dan mengelus lengan Nia. 

“Saya berharap bisa dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya,’’ ungkap Nia sambil menahan tangis. “Terutama anak-anak saya,’’ lanjut ibu tiga anak tersebut. Di ujung pernyataannya, Nia yang menutupi kepalanya dengan bucket hat berjanji untuk kooperatif dalam menjalani proses hukumnya. 

Kemarin, selain Nia dan Ardi, polisi menghadirkan sopir pribadi yang disebut-sebut sebagai pembeli sabu-sabu. Ketiganya memakai baju bertulisan tahanan pada bagian punggung.

Kapolres Metro Jakpus Kombes Pol Hengki Hariyadi menegaskan, dengan menghadirkan tiga tersangka dalam press conference, polisi meluruskan rumor yang menyebutkan adanya perlakuan istimewa kepada Nia, Ardi, dan sopir berinisial ZN. ”Saat rilis yang pertama itu tersangka sedang dibawa ke labkesda untuk pemeriksaan rambut dan darah,’’ tegasnya di hadapan wartawan kemarin. 

Begitu diamankan pada Rabu lalu, Nia bersama Ardi dan ZN lantas ditetapkan tersangka. Polisi menyita barang bukti berupa SS seberat 0,78 gram dan bong. Atas temuan itu, polisi menjerat ketiganya dengan Pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya empat tahun penjara.

Sehari sebelumnya, Lalu menyampaikan kepada awak media bahwa Nia maupun Ardi sangat menyesal. Mereka juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar. ”Kami dari keluarga mendukung penuh proses pengembangan (kasus narkotika, Red) yang dilakukan aparat penegak hukum,’’ katanya. Dia berharap, Nia-Ardi mendapatkan layanan kesehatan sesuai aturan yang berlaku.

Melalui Lalu pula, Aburizal Bakrie menyatakan, yang menimpa anak dan menantunya tersebut adalah cobaan. Karena itu, sebagai ayah, dia berpesan agar Nia-Ardi menjalani cobaan dengan tabah dan sabar. Aburizal pun, kata Lalu, mendukung penuh proses hukum sampai tuntas. ”Beliau (Aburizal, Red) mengambil hikmah dari peristiwa ini,’’ paparnya.

Kuasa hukum Nia-Ardi, Wa Ode Nur Zainab, menyebut telah mempersiapkan berkas permohonan rehabilitasi untuk kliennya. Nantinya, kepolisianlah yang menilai pengajuan tersebut. ”Insyaallah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini asesmen (pengajuan rehabilitasi, Red) bisa dilakukan,’’ harapnya.

Terkait permohonan rehabilitasi itu, Hengki menegaskan, pihaknya akan mengikuti prosedur. “Saya tekankan lagi. Seandainya ada keputusan rehabilitasi sebagaimana diwajibkan dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 pun tidak berarti berkas tidak dilanjutkan. Tetap kami lanjutkan ke pengadilan untuk mendapatkan vonis hakim,’’ terangnya kemarin.

Rehabilitasi, menurut Hengki, tidak dilaksanakan penyidik. “Pihak keluarga kami fasilitasi untuk melaksanakan asesmen terpadu dengan tim BNN yang isinya ada Polri, kejaksaan, dokter, dan sebagainya,’’ tandasnya.

SIAPKAN MENTAL

Keluarga ibarat kapal yang tengah berlayar. Saat kepala keluarga atau sang nakhoda tertimpa musibah, kapal sangat mungkin oleng. Bahkan, karam. Karena itu, support system sangat penting.

Musibah bisa berupa apa saja. Berurusan dengan hukum karena kasus narkoba seperti yang Nia-Ardi hadapi sekarang, misalnya. Dalam kasus seperti itu, psikolog anak dan keluarga Samantha Ananta mengungkapkan bahwa anak jelas terdampak. Sebagai pihak yang paling rentan, anak sangat butuh perlindungan. Terutama, dari sisi psikologis.

“Dilindungi dari efek orangtua yang bermasalah dan tekanan lingkungan yang mungkin muncul,’’ ungkap Samantha kepada Jawa Pos pada Jumat (9/8).

Dia mengakui, kasus hukum sering menghadapkan orangtua pada posisi yang serbasalah. Keabsenannya dari rumah jelas akan memantik sejuta tanya dalam benak anak-anak.

Di sisi lain, menjelaskan kejadian sesungguhnya kepada anak-anak pada saat ini juga bukan pilihan yang bijaksana. “Perlu diperhatikan apakah kondisi di rumah kondusif atau tidak. Lihat kesiapan anak juga,’’ tutur Samantha.

Bagaimana kita mengetahui anak siap atau tidak mendengar fakta? ”Bisa dideteksi dari pertanyaan-pernyataan yang anak ajukan,’’ lanjut Samantha. Semakin kritis anak, pertanyaannya semakin banyak dan semakin siap pula si anak menerima penjelasan.

Misalnya, anak bertanya ”ibu ke mana kok enggak pulang-pulang? Ibu sakit?” Saat dua pertanyaan itu dijawab, lahir pertanyaan baru. Seperti, ”ibu di mana? Kok enggak nelepon?” Bisa juga, anak langsung menembak dengan pertanyaan yang tajam semacam ”ibu dibawa ke mana sama pak polisi?”

“Makin terlihat kan kalau pertanyaannya mengerucut,’’ ungkap Samantha. Karena orangtua tidak ada di rumah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, maka support system yang ada di rumah harus peka. Entah itu kakek, nenek, atau paman dan bibi harus fokus pada perasaan anak.

Pertanyaan-pertanyaan pancingan bisa menjadi modus untuk menjajaki kesiapan anak. Pernyataan seperti ”adik khawatir ya?” atau ”kangen ayah ibu ya?” bisa menjadi pintu masuk untuk menggali perasaan anak.

Samantha berpesan agar penyampaian fakta jangan sampai membuat anak terjebak pada rasa takut, kecewa, tertolak, dan khawatir. Dengan demikian, hubungan anak dan support system yang ada di rumah tetap terjalin baik. Anak merasa nyaman mengungkapkan isi hatinya kepada mereka yang memang dipercaya menjaganya sampai kasus orangtuanya usai.

Ketika kasus selesai dan orangtua kembali berkumpul bersama anak, menurut Samantha, keluarga itu perlu menjalani terapi. Dengan bantuan profesional, hubungan orangtua dan anak akan dipulihkan. Tujuannya adalah menghilangkan trauma pada anak. Khususnya, transgenerational trauma.

Jika trauma itu tidak dihapuskan, ada potensi masalah akan muncul lagi di masa mendatang. Bahkan, bukan tidak mungkin, anak mengulang kesalahan yang dilakukan orang tuanya.

DOAKAN BUAH HATI

Nia-Ardi boleh menyandang status sebagai tersangka atas kasus dugaan penyalahgunaan narkoba, tapi itu tidak melunturkan kebaikan mereka di mata para sahabat. Doa dan dukungan terus mengalir.

Jessica Iskandar, misalnya. Teman satu geng Nia di Girl’s Squad itu mengirimkan semangat untuk sang sahabat. Perempuan berkulit putih yang akrab disapa Jedar tersebut mengaku terpukul saat mendengar kabar tentang Nia-Ardi pada Kamis pagi (8/7).

“Nggak pernah ada di benakku ini bisa terjadi. Aku sedih, kaget, dan shock,’’ kata Jedar. Pemain film Dealova tersebut tetap mendoakan yang terbaik untuk Nia dan suaminya. Dia berharap, mereka berdua bisa menjalani proses hukum dengan lancar.

Jedar berdoa supaya Nia-Ardi bisa segera berkumpul kembali dengan tiga buah hati mereka. “Semoga Nia dan Ardi mendapatkan jalan terbaik, urusannya cepat selesai, dan semoga Nia juga kuat,’’ harapnya.

Selain Jedar, Marshanda memberikan dukungan moral kepada Nia. Melalui akun Instagram-nya, lawan main Nia dalam sinetron legendaris Bidadari tersebut mengungkapkan harapannya agar Nia tetap tenang. Dengan demikian, segala proses bisa berjalan dengan lancar dan cepat selesai.

Marshanda yakin, Nia mampu menjalani perkara itu dengan baik. Sebab, Nia yang dia kenal adalah sosok yang kuat. “Aku tahu kamu bisa melalui ini. Menjadi lebih kuat untuk dirimu dan yang peduli padamu,’’ ujar Marshanda.

Dia menegaskan, keterpurukan Nia saat ini sama sekali tak membuatnya merasa menjadi orang yang lebih baik ketimbang sahabatnya itu. Dia menyadari, setiap manusia memiliki sisi gelap dan terangnya masing-masing.

Ibu satu anak tersebut juga meminta kepada publik untuk tidak merendahkan dan menghujat Nia. “Hormati proses belajar setiap orang yang punya cerita dan bab yang berbeda-beda,’’ kata Marshanda.

Dia juga berjanji tidak meninggalkan Nia dalam kondisi apa pun. Sebab, Nia pun selalu melakukan hal yang sama terhadapnya. Baik saat rumah tangga Marshanda kandas maupun saat divonis mengidap bipolar.

“Kamu selalu ada untukku selama masa-masa sulitku. Ni... Aku akan ada di sini jika kamu membutuhkan bantuan, cinta, dan hati yang terbuka,’’ tandas Marshanda. (shf/c13/hep/jpg/dwi/k16)

 


BACA JUGA

Senin, 20 September 2021 11:04

Kebun Sawit Rambah Tahura Bukit Soeharto, Program Kemitraan Konservasi Jadi Celah Alasan

TENGGARONG-Selain tambang ilegal, kebun sawit liar juga dituding ikut merusak…

Senin, 20 September 2021 11:01

PI 10 Persen untuk PPU Tunggu Gubernur

PENAJAM-Participating interest (PI) 10 persen pengelolaan blok migas jatah Pemerintah…

Senin, 20 September 2021 11:00

Rosatom Bangun Industri Nuklir, Kerja Sama Batan-Pemprov Kaltim di Buluminung

Perusahaan energi atom Rosatom Rusia bersama Pusat Kajian Sistem Energi…

Minggu, 19 September 2021 14:17

Indeks Keterbukaan Informasi di Kaltim Kategori Sedang

Komisi Informasi Pusat merilis hasil penilaian Indeks Keterbukaan Informasi Publik…

Minggu, 19 September 2021 11:18
TNI-Polri Kejar KKTB Pembunuh Nakes Papua

Satu Korban Masih Hilang, Komandan OPM Tewas

Kekejaman kelompok kriminal teroris bersenjata (KKTB) pimpinan Lamek Taplo harus…

Minggu, 19 September 2021 10:19

Kondisi Jalan Mantap Masih Rendah, Kemantapan Jalan di Kaltim Hanya 75 Persen

PERBAIKAN ruas jalan trans Kalimantan di Kabupaten Berau, segera dilakukan.…

Minggu, 19 September 2021 10:18

Normalisasi Sungai Solusi Banjir di Kariangau

BALIKPAPAN-Persoalan banjir di Jalan Projakal, Km 5,5, Kelurahan Kariangau, Kecamatan…

Minggu, 19 September 2021 10:17

Realisasi APBD Kaltim Rendah, Dari Rp 11 Triliun, Baru Terserap 36 Persen

Pembahasan APBD Perubahan Kaltim dipastikan molor. Seharusnya, rancangan sudah diserahkan…

Sabtu, 18 September 2021 12:32

300 Nakes Ditarik dari 34 Distrik di Papua

JAYAPURA-Sebanyak 300 Tenaga Kesehatan (Nakes) ditarik dari 34 distrik di…

Sabtu, 18 September 2021 10:18

Balikpapan Siap Jadi Ibu Kota Provinsi

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Kaltim, membuka peluang wacana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers