MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 13 Juli 2021 10:28
Tunggakan Kontribusi Wajib Capai Rp 500 Juta, Pengelolaan MLG Minta Relaksasi
SALAH SATU PEMASUKAN: MLG menunggak kontribusi wajib sejak 2019, dan diperparah dengan kondisi saat ini yang dihantam pandemi.

SAMARINDA–Pandemi Covid-19 turut memengaruhi aktivitas berbagai sektor. tak terkecuali pariwisata. Mahakam Lampion Garden (MLG) salah satunya. Destinasi wisata yang menyuguhkan aneka lampu hias dan pusat kuliner di tepi Sungai Mahakam itu bahkan sampai menunggak kontribusi wajib tahunan ke Pemkot Samarinda.

Beberapa waktu lalu, pemkot melalui unit pengelola proyek atau project manajemen unit (PMU) yakni OPD teknis mengadakan pertemuan dengan pengelola MLG. Agenda itu membahas rencana pemkot untuk melakukan penertiban terhadap sistem manajemen hingga perparkiran menyesuaikan kondisi pandemi.

Asisten II Pemkot Samarinda drg Nina Endang Rahayu mengatakan, pertemuan tersebut merupakan pelaksanaan koordinasi antara tim PMU pemkot bersama pengelola. Kawasan tersebut salah satu ikon pariwisata Kota Tepian, sehingga keberadaan harus betul-betul baik dari semua sisi. "Dalam tim PMU ada beberapa OPD terlibat, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang memantau pengelola lingkungan hingga limbah. Serta Dinas Pariwisata yang bertugas memaksimalkan kawasan sebagai destinasi wisata," ucapnya.

Nina menyebut, tim akan melakukan koordinasi dan evaluasi terhadap kawasan wisata itu, baik dari sistem pengelolaan hingga perparkiran. Mengenai adanya tunggakan kontribusi wajib tahunan, diakuinya, turut menjadi pembahasan, pengelola menyampaikan permintaan keringanan, sama halnya dengan sektor lain yang meminta penyesuaian pajak karena pemasukan tidak menentu di masa pagebluk seperti saat ini.

"Soal itu nanti dibahas lebih lanjut. Paling penting bagaimana kawasan itu bisa dikelola dengan baik ke depannya," ucapnya.

Ditemui setelah rapat, Manajer MLG Dian Rosita menyampaikan, pihaknya memang menunggak kontribusi tahunan sejak 2019 mencapai Rp 500 juta. Dalam perjanjian kerja sama antara MLG dan pemkot, setiap tahun pihaknya wajib membayar kontribusi wajib sekitar Rp 200 juta. "Kami tahu bahwa sejak 2019 berbagai bisnis mulai menurun, makanya kami baru bisa membayar sebagian," ucapnya.

Dia menambahkan, akan menyampaikan hasil pertemuan kepada pihak direksi untuk memutuskan kelanjutan soal pembayaran kontribusi tersebut. Dirinya memastikan tidak akan lalai, namun tentu mengharap keringanan dari pemerintah. "Nanti akan dikomunikasikan lebih untuk mengenai keringanan atau relaksasi," singkatnya. (dns/dra/k16)


BACA JUGA

Senin, 18 Oktober 2021 15:19

Pengelola SPBU Diminta Atur Antrean

ANTREAN kendaraan berat di sekitar sejumlah stasiun pengisian bahan bakar…

Senin, 18 Oktober 2021 15:18
Imbas Penjadwalan Pelaksanaan Ujian Susulan Peserta Terkonfirmasi Covid-19

Pengumuman Hasil SKD CPNS Terancam Molor

SAMARINDA – Pengumuman hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) yang diikuti…

Senin, 18 Oktober 2021 15:17

Pertanyakan Izin Berjualan, Belum Ada Kepastian, Rusmadi: Pedagang Jangan Khawatir

Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Taman Tepian…

Senin, 18 Oktober 2021 15:16

Imbas Aktivitas Tambang Ilegal di Muang Dalam, Bandara dan Waduk Ikut Terdampak

SAMARINDA – Pertambangan di Muang Dalam, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda…

Minggu, 17 Oktober 2021 18:47

Diduga Hendak Curi Pipa Besi, Kapal Kayu Kerap Merapat di Pengaman Tiang Jembatan Mahulu

SAMARINDA - Dugaan aksi pencurian besi penghubung dan pengaman tiang…

Sabtu, 16 Oktober 2021 20:22

Dukung Pencegahan Penyebaran Covid-19, Pusamania Gelar Vaksinasi

SAMARINDA - Pandemi covid-19 di kota Samarinda semakin menurun berkat…

Sabtu, 16 Oktober 2021 20:20

Wali Kota Samarinda Temui Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, 2 Permintaan Dipenuhi

PEKALONGAN- Disela-sela mengikuti kegiatan APEKSI di Jogjakarta, Walikota Samarinda menempuh…

Sabtu, 16 Oktober 2021 17:19

Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel dengan Luka Tusukan di Perut

SAMARINDA - Sesosok jasad perempuan dengan luka bagian perut ditemukan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 12:03

Komisi III DPRD Samarinda Cek Lokasi Tambang Batu Bara Konsesi IUP PT Tiara Bara Borneo

Komisi III DPRD Kota Samarinda kembali melanjutkan agenda kunjungan ke…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:00

Pungli PSTL Lurah, Tarif Pungli Berdasarkan Lokasi, Disesuaikan Klasifikasi Tanah

Lurah Sungai Kapih Edi Apriliansyah yang berstatus aparatur sipil negara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers