MANAGED BY:
RABU
01 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 12 Juli 2021 13:33
Hari Ini Tahun Pelajaran Baru Dimulai
56,1 Persen Ortu Ragu dan Menolak PTM
ilustrasi

JAKARTA– Tahun pelajaran baru akan dimulai pada hari ini (12/7). Namun, rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) masih menuai pro dan kontra. Sebanyak 56,1 persen orang tua ragu-ragu bahkan menolak pelaksanaan PTM. Faktor pandemi yang belum teratasi menjadi alasan.

Gambaran itu terangkum dari hasil survei yang dilaksanakan oleh Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) yang digelar 5-8 Juli 2021, dengan melibatkan 9.287 responden ortu siswa. Angka tersebut meliputi 23,9 persen ortu menolak, ditambah 32,2 persen menyatakan ragu mengikutkan anaknya PTM.

Di sisi lain, kelompok ortu yang setuju dimulai PTM di awal tahun pelajaran ini sejumlah 43,9 persen. ’’Paling banyak alasannya karena anak bosan berada di rumah, yaitu 41,3 persen,’’ kata Kepala Bidang Advokasi Guru P2G Iman Zanatul Haeri dalam paparan hasil survei (11/7). Iman menuturkan alasan ortu yang ragu-ragu dan menolak beragam. Selain kasus Covid-19 meningkat dan belum banyak siswa divaksin, juga karena sekolah berada di zona bahaya seperti merah serta oranye. Kemudian, karena sekolah belum siap memenuhi fasilitas pendukung protokol kesehatan dan guru belum divaksin (selengkapnya di grafis, Red).

Sementara, alasan lain ortu setuju kembali ada PTM juga bervariasi. Mereka merasa anaknya hanya bermain game di rumah, sinyal internet susah. Lalu ortu merasa tidak memiliki kompetensi mendampingi belajar di rumah, dan lainnya. 

Dia menjelaskan, P2G memiliki empat indikator minimal mutlak bagi sekolah yang dinyatakan siap menjalankan PTM. Yaitu tuntasnya vaksinasi Covid-19 bagi seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa di sekolah tersebut. Kemudian sekolah sudah memenuhi semua daftar periksa kesiapan tatap muka, yang disiapkan Kemendikbudristek secara online. 

Sayangnya sampai saat ini tingkat pengisian daftar periksa itu masih rendah. P2G memperkirakan hanya sekitar 52 persen sekolah yang mengisi daftar tersebut. Indikator berikutnya adalah angka positivity rate di daerah tersebut harus di bawah 5 persen dan izin orang tua bersifat personal. Iman menegaskan izin orang tua bahwa anaknya diperbolehkan PTM tidak boleh bersifat perwakilan perkumpulan komite sekolah. 

Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek Jumeri mengaku belum memiliki data, berapa banyak sekolah yang kembali menggelar PTM. ’’Karena perubahan zona Covid-19 yang sangat dinamis di berbagai daerah, data yang kami memiliki tidak valid lagi,’’ katanya. 

Apalagi dari data tersebut, sebagian besar daerah mengalami perubahan kasus Covid-19. Jumeri menegaskan kondisi Indonesia, khususnya soal penyebaran Covid-19 tidak bisa disamaratakan. Sehingga Kemendikbudristek menyatakan bagi sekolah yang memungkinkan PTM didorong untuk PTM. Sedangkan bagi yang belum, tetap belajar dari rumah. 

Tetapi, khusus untuk untuk di daerah yang diberlakukan PPKM darurat tidak ada yang menjalankan PTM. Seperti di seluruh Jawa dan Bali ditambah 15 daerah di luar Jawa dan Bali, berdasarkan keputusan terbaru Jumat (9/7). (wan/bay)

 

 

Tarik Ulur Digelarnya PTM

 

Alasan orang tua yang tidak setuju dan ragu-ragu*

- Kasus Covid-19 semakin meningkat : 74,9 persen

- Siswa belum tuntas divaksin : 21,4 persen

- Sekolah berada di zona merah atau orange : 17,1 persen

- Sekolah belum siap memenuhi fasilitas pendukung prokes : 7 persen

- Guru belum tuntas divaksin : 2,7 persen

 

*) Responden memilih lebih dari satu jawaban

 

Alasan orang tua setuju

- Anak bosan di rumah : 41,3 persen

- Anak hanya bermain game di rumah : 24,7 persen

- Sinyal internet susah : 21,2 persen

- Orang tua tidak memiliki kompetensi pengajaran di rumah : 9,3 persen

- lainnya : 3,5 persen

 

Sumber: Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G)


BACA JUGA

Selasa, 30 November 2021 12:21

Bekukan Tanah di IKN, Hindari Spekulan

Peningkatan kualitas data pertanahan terus ditingkatkan. Saat ini progresnya sudah…

Selasa, 30 November 2021 10:52
Lalu Lintas Kapal Terancam Mandek

Perairan Teluk Balikpapan Kian Padat, Alur Baru Mendesak

Lalu lintas kapal di Teluk Balikpapan semakin padat. Dalam sebulan,…

Selasa, 30 November 2021 10:51
Anggaran “Hilang”, Perpanjangan Runway Jalan di Tempat

Tinjau Ulang Akses Keluar-Masuk Bandara Sepinggan

BALIKPAPAN–Rencana perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan belum…

Minggu, 28 November 2021 12:51
Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Afrika Selatan

GAWAT INI..!! Omicron Menular 500 Persen Lebih Cepat

JAKARTA – Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan tentang menyebarnya…

Minggu, 28 November 2021 11:46

Pendapatan Kaltim Ditarget Naik Rp 1,2 Triliun

Meski pandemi belum sepenuhnya terlewati, Pemprov Kaltim berani menaikkan target…

Minggu, 28 November 2021 11:40
Warga Menuntut, Pemkot Balikpapan Melunak

Tentukan Batas Seksi 5 Tol Balsam , Wali Kota: Enggak Boleh Sembarangan

Pemkot Balikpapan akan mempertimbangkan kembali mengenai penetapan batas wilayah Seksi…

Minggu, 28 November 2021 11:37

2022, Pemprov Rancang Belanja Rp 11,5 Triliun

SAMARINDA-Nilai rancangan APBD Murni 2022 Kaltim diperkirakan Rp 10,86 triliun…

Minggu, 28 November 2021 11:36

Tinjau Ulang Proyek Jembatan Teluk Balikpapan

RENCANA pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) diminta untuk…

Minggu, 28 November 2021 11:15

Sindikat Penghilangan Relaas, Pemprov Janjikan Bersih-Bersih Pegawai

SAMARINDA-Kasus dugaan penghilangan relaas atau surat panggilan dari Pengadilan Negeri…

Minggu, 28 November 2021 11:07

Mekanisme Pembayaran Dana Karbon Masih Dibahas

SAMARINDA–Usai menghadiri Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2021 atau dikenal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers