MANAGED BY:
RABU
01 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 08 Juli 2021 11:34
Mestinya Larang Truk Parkir di Sepanjang Jalan ke Pelabuhan

HAMPIR semua perusahaan pelayaran bermain. Mereka juga mencari kendaraan untuk mengisi feri. Namun, dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang bermitra bisnis ke bisnis, sopir truk ke karyawan perusahaan hingga melibatkan warga mencari kendaraan. Akan tetapi, aktivitas terakhir itu diduga dikeluhkan sejumlah perusahaan. Mengingat, keberadaan para calo membuat muatan penumpang beberapa feri sepi.

Seorang sumber di Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan, mengungkapkan aktivitas menarik penumpang sudah jadi hal yang lumrah bagi masing-masing perusahaan. Dia yang bekerja di salah satu perusahaan pelayaran di pelabuhan yang berlokasi di Balikpapan Barat itu juga melakukan hal tersebut.

“Kalau ada penumpang sudah kenal. Sudah sering naik feri lewat saya. Masak saya mau menolak. Jadi ya saya kondisikan, bagaimana dia bisa naik feri perusahaan saya. Bila sudah jamnya, saya suruh masuk ke pelabuhan. Sudah pasti, nanti saya kasih uang rokok ke sopir,” beber pria yang bekerja di salah satu perusahaan feri itu.

Ditanya perihal calo yang mencari truk di luar pelabuhan feri, dia enggan menanggapi. Menurut dia, itu biar jadi urusan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kaltim-Kaltara dengan perusahaan feri yang bertanggung jawab. “Saya enggak begitu paham permainan mereka. Karena perusahaan saya tidak menyentuh ke sana (calo),” terangnya.

Kepala Cabang PT Jembatan Nusantara (JN) Balikpapan Heru Cahya memastikan perusahaannya tidak terlibat dalam praktik percaloan tersebut. Terlebih, manajemen memang menolak aktivitas tersebut. PT JN juga merupakan perusahaan yang mengoperasikan feri di lintas Kariangau-Penajam.

Dia tidak tahu awal mula munculnya praktik percaloan tersebut. Namun yang Heru pahami, jumlah feri saat ini sudah lebih cukup untuk melayani kendaraan maupun penumpang. Terlebih, pada waktu tertentu, jumlah penumpang sangat minim. Seperti pukul 24.00 Wita hingga 06.00 Wita, terkadang hanya mengangkut satu sepeda motor dan satu mobil pikap. “Ini rugi, karena fuel consumption. Tidak sepadan dengan rupiah yang dihasilkan dari tiket kendaraan tersebut,” bebernya.

Heru juga cenderung tidak setuju bila ada penambahan feri. Seperti sekarang ada 18 feri dengan format 12 feri beroperasi secara bergantian. Di sisi lain load factor (faktor muat penumpang) di lintas Kariangau-Penajam di bawah 65 persen. Dengan demikian, sesuai aturan, bila di bawah 65 persen, maka tidak diizinkan untuk menambah kapal.

Menurut dia, bila terjadi muntah muatan, biasanya hanya setahun sekali. Terjadi ketika event Haul Guru Sekumpul di Kalsel. Sedangkan setahun ini pandemi Covid-19 merebak. Sehingga event Haul Guru Sekumpul tidak diselenggarakan. “Event Lebaran, Natal, dan tahun baru juga tidak begitu ngefek terhadap lonjakan muatan,” ungkapnya.

Dia menilai, demi menghindari praktik percaloan, maka perlu diterapkan e-ticketing (cashless) seperti lintasan lain di Indonesia. Sehingga tidak ada peredaran uang cash di pelabuhan. Kemudian memasang rambu lalu lintas larangan bagi truk parkir di sepanjang jalan dari Kilometer 5 hingga pintu gerbang Pelabuhan Feri Kariangau.

Sementara itu, Kaltim Post juga menemui Manager Cabang Dharma Lautan Utama Balikpapan Andri Irawan di kantornya yang berada di Pelabuhan Feri Kariangau, Rabu (9/6). Banyak yang diceritakan oleh Andri. Namun, dia menolak untuk dipublikasi. “Intinya BPTD sebagai pengelola Pelabuhan Feri Kariangau sudah bekerja secara baik,” ucapnya.

Adapun General Manager PT Sadena Mitra Bahari Nurjatim memandang praktik percaloan di feri mestinya bisa ditiadakan. Perlu pula aparat menindak oknum-oknum yang terlibat. Sehingga muatan penumpang atau kendaraan di Pelabuhan Feri Kariangau bisa berjalan normal. Tanpa harus ada warga yang ikut mengumpulkan kendaraan lalu diarahkan ke salah satu perusahaan feri.

Di samping itu, dia mendukung adanya pembayaran nontunai di Pelabuhan Feri Kariangau maupun di Pelabuhan Feri Penajam. Maka dengan sendirinya akan menghilangkan praktik percaloan. “Mungkin bila sistem pembayarannya nontunai, maka akan seperti masuk tol. Peredaran uang cash di pelabuhan jadi bisa diminimalkan bahkan tidak ada,” saran dia.

Nurjatim menilai seperti pelabuhan feri di Pulau Jawa yang sudah menerapkan pembayaran nontunai. Sehingga hal tersebut bisa menjadi contoh di Balikpapan dan Penajam. (rom/k8)

 


BACA JUGA

Selasa, 30 November 2021 12:21

Bekukan Tanah di IKN, Hindari Spekulan

Peningkatan kualitas data pertanahan terus ditingkatkan. Saat ini progresnya sudah…

Selasa, 30 November 2021 10:52
Lalu Lintas Kapal Terancam Mandek

Perairan Teluk Balikpapan Kian Padat, Alur Baru Mendesak

Lalu lintas kapal di Teluk Balikpapan semakin padat. Dalam sebulan,…

Selasa, 30 November 2021 10:51
Anggaran “Hilang”, Perpanjangan Runway Jalan di Tempat

Tinjau Ulang Akses Keluar-Masuk Bandara Sepinggan

BALIKPAPAN–Rencana perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan belum…

Minggu, 28 November 2021 12:51
Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Afrika Selatan

GAWAT INI..!! Omicron Menular 500 Persen Lebih Cepat

JAKARTA – Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan tentang menyebarnya…

Minggu, 28 November 2021 11:46

Pendapatan Kaltim Ditarget Naik Rp 1,2 Triliun

Meski pandemi belum sepenuhnya terlewati, Pemprov Kaltim berani menaikkan target…

Minggu, 28 November 2021 11:40
Warga Menuntut, Pemkot Balikpapan Melunak

Tentukan Batas Seksi 5 Tol Balsam , Wali Kota: Enggak Boleh Sembarangan

Pemkot Balikpapan akan mempertimbangkan kembali mengenai penetapan batas wilayah Seksi…

Minggu, 28 November 2021 11:37

2022, Pemprov Rancang Belanja Rp 11,5 Triliun

SAMARINDA-Nilai rancangan APBD Murni 2022 Kaltim diperkirakan Rp 10,86 triliun…

Minggu, 28 November 2021 11:36

Tinjau Ulang Proyek Jembatan Teluk Balikpapan

RENCANA pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) diminta untuk…

Minggu, 28 November 2021 11:15

Sindikat Penghilangan Relaas, Pemprov Janjikan Bersih-Bersih Pegawai

SAMARINDA-Kasus dugaan penghilangan relaas atau surat panggilan dari Pengadilan Negeri…

Minggu, 28 November 2021 11:07

Mekanisme Pembayaran Dana Karbon Masih Dibahas

SAMARINDA–Usai menghadiri Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2021 atau dikenal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers