MANAGED BY:
SENIN
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Sabtu, 03 Juli 2021 11:01
Fasilitas Kesehatan Harus Pastikan Keakuratan Surat Hasil Pemeriksaan Covid-19
Contoh surat keterangan yang dimanipulasi.

SAMARINDA- Masih saja ada warga yang memanipulasi hasil pemeriksaan Covid-19. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Muhammad Faisal yang mengutip keterangan dari Direktur RSUD AW Sjahranie, Samarinda, dr David Hariadi Masjhoer. Dikatakan dr David, ada kejadian seorang pasien masuk RSUD AW Sjahranie dengan kondisi sesak napas dan batuk. Pasien itu sudah menunjukan hasil laboratorium PCR negatif.

"Karena pasien cukup parah maka setelah dari UGD langsung dimasukan ke ruangan untuk diberikan perawatan lebih lanjut sesuai prosedur normal," kata Muhammad Faisal mengutip pernyataan dr David. Setelah di opname, beberapa saat kemudian di ricek melalui barcode Surat Hasil Lab tersebut. "Apa yang terjadi? Ternyata hasil lab PCR nya adalah positif," lanjut Faisal.

Selanjutnya, tentu saja protokol penanganan pasien tersebut berubah. Dikatakannya, hal ini sangat membahayakan tenaga kesehatan yang melayani. "Entah apa maksud pasien tersebut tapi memanipulasi data ini sangat membahayakan tenaga kesehatan di RS dan orang orang disekitarnya," ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, Ini jadi pembelajaran semua fasilitas kesehatan di Kaltim untuk melakukan cek dan ricek kembali hasil laboratorium sebelum penanganan pasien yang membawa surat dari luar dengan hasil negatif bukan diperiksa RS sendiri. "Ricek dari barcode yang ada sudah cukup akurat melihat hasil yang sebenarnya, pengalaman ini bisa saja nanti dibuat standart untuk hasil laboratorium wajib dilengkapi barcode. Kalau ini tidak bisa di ubah-ubah lagi oleh pasien atau siapa pun serta memudahkan melakukan ricek," ungkap Faisal.

Bahkan bukan tidak mungkin, karena membahayakan orang lain dan melakukan pemalsuan maka bisa saja ini dinaikan menjadi masalah hukum.  "Ya bisa saja masuk ke ranah hukum," tutupnya. (pro)


BACA JUGA

Senin, 20 September 2021 09:52

Lengkapi Surat Kendaraan, Mulai Hari Ini Polres Samarinda Gelar Operasi Patuh Mahakam 2021

SAMARINDA - Polresta Samarinda menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka…

Senin, 20 September 2021 05:20

Walikota Andi Harun Bawa Persoalan Banjir Samarinda ke Kementerian PUPR di Jakarta

SAMARINDA - Walikota Samarinda, Andi Harun beserta jajaran pemerintah kota…

Minggu, 19 September 2021 16:56

Mahasiswa Farmasi UMKT Teliti Tanaman Bajakah sebagai Antibiofilm

Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur memanfaatkan tumbuhan asli Kalimantan,…

Minggu, 19 September 2021 15:16

Gubernur Komitmen dengan Pemuda Disabilitas

Raut wajah sumringah terpancar dari para wajah para pengurus Forum…

Minggu, 19 September 2021 14:00

Mayat Mr X Mengapung di Sungai Mahakam 

SAMARINDA - Sesosok mayat tanpa identitas atau Mr X mengapung…

Minggu, 19 September 2021 11:24

Mahasiswa UMKT Samarinda Bikin Terobosan, Nanoemulgel Daun Inai Jadi Penyembuh Luka

Mahasiswa UMKT Samarinda Bikin Terobosan, Nanoemulgel Daun Inai Jadi Penyembuh…

Minggu, 19 September 2021 11:22

Kreatif..!! Mahasiswa UMKT Manfaatkan Pangan Buah Naga dan Nanas Jadi Cemilan Sehat Rendah Gula

Kasus diabetes melitus di Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat. Menurut…

Minggu, 19 September 2021 10:27

Dugaan Tambang Ilegal di Lahan Pemkot Samarinda, Ada Pembiaran?

Pengerukan “emas hitam” tanpa izin seakan tak pernah ada habisnya…

Minggu, 19 September 2021 10:24

Drainase Sempit Jalan Diponegoro Dibenahi Tahun Depan

DRAINASE yang sempit di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Bukuan, rencananya…

Minggu, 19 September 2021 10:23
Tidak Bisa Dipindah, DLH Akan Pasang Plang

AWAS..!! Ada Buaya di Taman Tepian Jalan Slamet Riyadi

Sisi sungai taman tepian Mahakam, Jalan Slamet Riyadi, Sungai Kunjang,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers