MANAGED BY:
SENIN
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Kamis, 01 Juli 2021 16:55
Manfaatkan Bonus Demografi, Ditjen Dikti Minta Mahasiswa Unmul Bekerja Keras
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Prof Ir Nizam dan Rektor Unmul Masdjaya.

SAMARINDA - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Prof Ir Nizam menghimbau mahasiswa Universitas Mulawarman agar berlari dan bekerja keras dalam menghadapi era bonus demografi yang dimiliki Indonesia ke depan.

Bonus demografi ini jangan sampai terlewatkan. Jika tidak, Indonesia akan bernasib dengan negara-negara di Afrika dan Amerika Latin yang gagal membangun Sumber Daya Manusia (SDM) di negerinya.

"Negara yang baru berhasil manfaatkan bonus demografi adalah Korea Selatan. Perusahaan seperti Hyundai mampu mengalahkan Honda dari Jepang dan Samsung mengalahkan Sony. Sampai budaya seperti K-Pop dinyanyikan anak muda Indonesia. Kita yang miliki lagu daerah malah sudah jarang dinyanyikan," kata Prof Nizam dalam sambutannya peluncuran program merdeka belajar bersama Industri Kreatif UMKM, Rabu (30/7/2021).

Peluncuran program Merdeka belajar ini juga dirangkai dengan pembinaan UMKM oleh LP2M Unmul dan Pemerintah Kota Samarinda yang dilaksanakan Gedung Unmul Hub.

Bagi Prof Ir Nizam, tak ada pilihan lain saat ini, agar para mahasiswa yang notebene elit bangsa untuk mengubah Indonesia menjadi negara yang maju bersama Cina, Korea Selatan dan Jepang.

"Mahasiswa adalah elit bangsa, karena hanya 11 persen generasi muda yang memiliki pendidikan tinggi. Sedangkan, 50 persen lulusan Sekolah Dasar (SD), 10 sampai 20 persen lulusan SMP dan sisanya lulusan SMA. Jadi nasib bangsa ditangan mahasiswa," kata Prof Ir Nizam.

Apalagi, saat ini abad 21 ini masa depan ada di negara-negara benua Asia yang telah menguasai 50 persen ekonomi dunia.

Untuk itu, Indonesia kini didorong agar segera menciptakan SDM yang handal dan unggul melalui perguruan tinggi. Dan perlunya dukungan partisipasi masyarakat yang sebagai pembayar pajak.

"Pandemi COVID-19, pemerintah berusaha pendidikan tetap berjalan. Saya memberi ilustrasi pemberian pulsa bagi adik-adik kita dari SD sampai perguruan tinggi, pemerintah harus keluar Rp 7 triliun. Ini pengorbanan juga dari masyarakat sebagai pembayar pajak," kata Prof Ir Nizam.

Adapun, ekonomi Indonesia kini tertekan karena pandemi COVID-19, maka mahasiswa mesti memahami beban ditanggung pemerintah agar dunia pendidikan tidak bergantung dari anggaran bersumber pajak. Tetapi, saatnya gotong royong.

"Banyak orang tua kini kehilangan pekerjaan dan pasar-pasar tidak bergerak di masa pandemi. Maka, saatnya kita bergotong royong, kemampuan berdikari kemampuan entrepreneurship. Insya Allah kita bisa," ujar Prof Ir Nizam.

Prof Ir Nizam juga mengajak mahasiswa manfaatkan secara optimal gedung-gedung mewah Universitas Mulawarman hasil dari investasi berbagai pihak pemerintah dan swasta.

"Ingat masyarakat yang tidak bisa mengenyam pendidikan tinggi, ingat masyarakat yang tidak bisa menikmati pendidikan SMA. Perlu kita syukuri semua ini dengan cara bekerja keras. Dengan semangat membangun secara mandiri untuk menjadi entrepreneur muda," kata Nizam.

Rektor Universitas Mulawarman Prof Masjaya dihadapan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) melaporkan bahwa mahasiswa Unmul kini melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk desa tangguh penyanggah Ibu Kota Negara (IKN).

"Alhamdulillah sudah berjalan beberapa bulan. Dan kita sudah serahkan mahasiswa KKN ke pemerintah provinsi untuk memberikan edukasi dan bimbingan bagi masyarakat sekitar IKN supaya tangguh ekonominya, tangguh teknologi nya, tangguh kesehatannya tangguh bencana terlebih lagi tangguh pendidikan," kata Prof Masjaya.

Kampus Belajar atau Kampus Merdeka yang merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yang bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja.

Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka sesuai peraturan Mendikbud nomor 3 Tahun 2020, yang mana memberikan hak kepada mahasiswa untuk 3 semester belajar di luar program studinya. Melalui program ini, terbuka kesempatan luas bagi mahasiswa untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya di dunia nyata sesuai dengan passion dan cita-citanya.

Wakil Wali Kota Samarinda Dr Rusmadi yang turut hadir dalam acara ini mengharapkan melalui program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Kampus Merdeka mampu mencetak lulusan sesuai perkembangan zaman.

"Program Merdeka Belajar atau Kampus Merdeka, diharapkan dapat menjawab tantangan Perguruan Tinggi untuk menghasilkan lulusan yang sesuai perkembangan zaman, kemajuan IPTEK, tuntutan dunia usaha dan dunia industri maupun dalam dinamika masyarakat,” ucap Rusmadi. (myn)

loading...

BACA JUGA

Senin, 18 Oktober 2021 15:19

Pengelola SPBU Diminta Atur Antrean

ANTREAN kendaraan berat di sekitar sejumlah stasiun pengisian bahan bakar…

Senin, 18 Oktober 2021 15:18
Imbas Penjadwalan Pelaksanaan Ujian Susulan Peserta Terkonfirmasi Covid-19

Pengumuman Hasil SKD CPNS Terancam Molor

SAMARINDA – Pengumuman hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) yang diikuti…

Senin, 18 Oktober 2021 15:17

Pertanyakan Izin Berjualan, Belum Ada Kepastian, Rusmadi: Pedagang Jangan Khawatir

Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Taman Tepian…

Senin, 18 Oktober 2021 15:16

Imbas Aktivitas Tambang Ilegal di Muang Dalam, Bandara dan Waduk Ikut Terdampak

SAMARINDA – Pertambangan di Muang Dalam, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda…

Minggu, 17 Oktober 2021 18:47

Diduga Hendak Curi Pipa Besi, Kapal Kayu Kerap Merapat di Pengaman Tiang Jembatan Mahulu

SAMARINDA - Dugaan aksi pencurian besi penghubung dan pengaman tiang…

Sabtu, 16 Oktober 2021 20:22

Dukung Pencegahan Penyebaran Covid-19, Pusamania Gelar Vaksinasi

SAMARINDA - Pandemi covid-19 di kota Samarinda semakin menurun berkat…

Sabtu, 16 Oktober 2021 20:20

Wali Kota Samarinda Temui Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, 2 Permintaan Dipenuhi

PEKALONGAN- Disela-sela mengikuti kegiatan APEKSI di Jogjakarta, Walikota Samarinda menempuh…

Sabtu, 16 Oktober 2021 17:19

Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel dengan Luka Tusukan di Perut

SAMARINDA - Sesosok jasad perempuan dengan luka bagian perut ditemukan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 12:03

Komisi III DPRD Samarinda Cek Lokasi Tambang Batu Bara Konsesi IUP PT Tiara Bara Borneo

Komisi III DPRD Kota Samarinda kembali melanjutkan agenda kunjungan ke…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:00

Pungli PSTL Lurah, Tarif Pungli Berdasarkan Lokasi, Disesuaikan Klasifikasi Tanah

Lurah Sungai Kapih Edi Apriliansyah yang berstatus aparatur sipil negara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers