MANAGED BY:
SENIN
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 29 Juni 2021 10:59
Apapun Variannya, Protokol Kesehatannya Tetap Sama
Telusuri Mutasi Covid-19, Diskes Kaltim Kirim 393 Sampel ke Jakarta
Padilah Mante Runa

Prioritas petugas medis saat ini adalah memastikan masyarakat sudah divaksin dan seluruh rumah sakit mampu menangani pasien Covid-19 dengan baik.

 

BALIKPAPAN-Angka kasus baru Covid-19 di Kaltim terus meningkat pekan terakhir Juni ini. Dari sebelumnya penambahan kasus di angka 100 per hari, lalu naik 300, maka dalam dua hari ini, melonjak di atas 400 kasus baru per hari. Penambahan signifikan ini patut diwaspadai seluruh pihak. Walaupun, Dinas Kesehatan belum mengonfirmasi efek varian baru Covid-19 di balik peningkatan kasus yang drastis.

Diketahui, virus corona varian Delta atau SARS-CoV.2 B.1.617.2 merupakan mutasi dari Covid-19 yang selama ini mewabah (SARS-CoV.2 B.1.617). Virus ini pertama kali terdeteksi di India pada akhir 2020. Kemudian secara resmi dinamakan varian Delta oleh World Health Organization (WHO) pada 31 Mei 2021. Selanjutnya, dikategorikan sebagai Variant of Concern (VOC). Saat ini ada empat VOC. Yaitu Alpha (B.1.1.7), Beta (B.1.351), Gamma (P.1) dan yang terbaru adalah Delta (B.1.617.2). Varian Delta yang termasuk dalam VOC ini memiliki tingkat infeksi yang cenderung lebih tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim Padilah Mante Runa menerangkan, untuk memastikan varian baru virus corona telah masuk ke Kaltim, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes). WGS merupakan suatu pemeriksaan untuk melihat varian baru dari Covid-19 yang diambil melalui sampel swab dari orang yang dinyatakan positif Covid-19. “Walaupun demikian, kami tetap waspada terkait peningkatan kasus yang terjadi sekarang,” katanya kepada Kaltim Post, Minggu (27/6).

Mantan direktur RSJD Atma Husada Samarinda ini melanjutkan, varian baru Covid-19 ini tentunya harus memenuhi kriteria. Yakni cycle threshold (CT) value virus lebih dari 30 persen. CT value adalah indikator yang dapat menunjukkan banyaknya muatan virus dari sampel yang diambil dari seorang pasien Covid-19. Kemudian, pasien yang sudah pernah menjalani vaksinasi, namun tertular Covid-19. Selain itu, cara penyebaran virus yang cepat. Hingga kemarin, sebanyak 393 sampel dari Kaltim telah dikirim ke Balitbangkes Kemenkes untuk menjalani pemeriksaan WGS.

Sampel terbanyak dikirim dari Laboratorium Kesehatan Provinsi (Labkesprov) Kaltim. Yakni 163 sampel. Disusul dari RSUD Abdul Wahab Sjahranie sebanyak 116 sampel, dan sisanya masing-masing di bawah 30 sampel yang diambil dari rumah sakit milik pemerintah dan swasta di Kaltim. (selengkapnya lihat grafis). “Kita tunggu saja hasilnya dari Balitbangkes. Karena hanya Balitbangkes, yang bisa melakukan pemeriksaannya,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris IDI Kaltim dr Swandari Paramita menerangkan, pihaknya tidak terlalu memperdulikan apabila varian Covid-19 sudah masuk ke Kaltim atau tidak. Karena pola pencegahannya yang dilakukan tetap sama. Pun demikian dengan pengobatan terhadap pasien yang terpapar Covid-19 dengan varian apapun. “Ini hanya masalah, variannya lebih menular atau tidak. Kami lebih memilih solutif saja. Apapun variannya, protokolnya tetap sama, 5 M,” katanya.

Protokol kesehatan 5 M yang dimaksud adalah mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Dengan demikian, perempuan berkerudung ini menyampaikan, apapun varian dari Covid-19, pasien dengan gejala sedang maupun berat, tetap akan menjalani perawatan dalam kondisi tertentu. “Yang punya comorbid (penyakit penyerta) bakal lebih berat sakitnya. Yang belum divaksin, juga akan lebih berat. Makanya kembali lagi, kalau 5 M-nya enggak jalan, mau itu varian apapun, pas pada orang yang rentan, juga akan masuk rumah sakit juga,” terangnya.

Apalagi, lanjut Paramita, pekerjaan Kemenkes saat ini sudah cukup banyak. Tidak hanya mengurusi pemeriksaan sampel varian baru yang dikirimkan dari berbagai daerah di Indonesia. Di mana, pemeriksaan sampel Covid-19 varian baru itu, dikerjakan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan beberapa laboratorium Kemenkes. Dengan demikian, skala prioritas Kemenkes saat ini adalah memastikan masyarakat sudah menjalani vaksinasi. Dan memastikan seluruh rumah sakit mampu menangani pasien Covid-19.

 “Kalau cuma mau mengecek varian baru, itu cuma skala prioritas ke sekian. Mau ketemu atau tidak, ujungnya kita harus cari solusinya. Di saat kasusnya meningkat seperti sekarang ini,” jelas dia. Walau begitu, secara diplomatis dirinya masih belum bisa memastikan varian baru Covid-19 sudah menyebar di Kaltim atau tidak. Karena masih menunggu hasil pemeriksaan sampel yang dikirim secara acak ke Kemenkes. Apalagi, untuk menentukan adanya varian baru, memerlukan proses pemeriksaan yang panjang. Di mana, satu virus harus diurai satu per satu.

Paramita menyebut, pemeriksaan seperti manik-manik yang diurai satu per satu untuk memeriksa bijinya. Jikalau ada perubahan, barulah bisa disebut sebagai varian baru.

“Bisa jadi sudah ada di Kaltim. Tapi masih belum dipastikan. Karena untuk mengurai manik-manik, satu per satu. Kami punya alatnya di Unmul (Universitas Mulawarman). Tapi, tidak standar Kemenkes. Dan bayangkan, mereka (Kemenkes) mengecek seluruh sampai se-Indonesia,” ungkapnya.

Sehingga tindakan yang bisa dilakukan saat ini adalah dengan terus melakukan vaksinasi tetap berjalan dengan lancar. Kemudian masyarakat tetap diminta untuk melaksanakan protokol pencegahan Covid-19. “Contohnya di Jakarta, para ahli sudah bilang, seluruh varian ketemu di Jakarta. Ya, karena kasusnya banyak. Pasti effort-nya (upaya) Kemenkes fokus mengecek sampel dari Jakarta dulu. Anggapnya sekasar-kasarnya, seluruh varian sudah ada di Indonesia. Belum ketahuan aja,” jabar dia.

Dengan kembali meningkatnya kasus baru Covid-19 di Kaltim, dia menyarankan agar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro tetap harus dijalankan. Dalam hal ini, melakukan pengawasan yang cukup ketat terhadap mobilitas masyarakat yang ingin masuk ke Kaltim. “Namun, kegiatan testing, tracing, dan treatment (3T) juga perlu ditingkatkan. Makanya setiap ada yang terkonfirmasi positif, langsung di-tracing (dilakukan pelacakan) dengan swab antigen. Terhadap 10 orang yang pernah kontak erat dengannya,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Wilayah Kaltim dr Edy Iskandar mengatakan, penambahan kasus baru Covid-19 dalam beberapa hari terakhir membuat kapasitas ranjang perawatan di rumah sakit rujukan menipis. Hingga pekan lalu, keterisian tempat tidur ruang isolasi Covid-19 sudah 60 persen dari kapasitas yang tersedia di rumah sakit. Bahkan, untuk ruang ICU Covid-19, kini di angka 80 persen. Jika peningkatan ini tak terkendali, dia khawatir rumah sakit tak sanggup menampung pasien.

Edy menyebutkan, pola peningkatan kasus Covid-19 di Kaltim, khususnya di Balikpapan, selalu sama dengan Jakarta dan Pulau Jawa pada umumnya. “Trennya dua minggu kemudian, Balikpapan selalu ikut naik. Jadi bisa juga diduga karena adanya arus masuk pendatang yang tinggi ke Balikpapan,” kata pria yang saat ini menjabat direktur RSKD Balikpapan. Dia pun mengingatkan kepada seluruh pimpinan rumah sakit se-Kaltim untuk mempersiapkan diri menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Terutama mempersiapkan diri, apabila varian baru Covid-19 sudah masuk ke Kaltim dalam 2–3 pekan ke depan.

Sementara itu, sebagai salah satu anggota Konsorsium Surveilans Genom SARS-CoV-2 di Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menerima 104 sampel Covid-19 dari daerah Karawang, Jawa Barat. Pada 21 Juni lalu, sebanyak 61 sampel sudah berhasil diidentifikasi. Hasilnya, sebanyak 44 dari 61 Sampel itu adalah Covid-19 varian Delta. Kemudian ada tiga varian Alpha. Varian Delta ditengarai menjadi biang keladi meledaknya Covid-19 di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Varian Delta sebelumnya sudah diidentifikasi di beberapa daerah. Seperti di Jakarta, Kudus, dan Bangkalan. Lalu hasil pemeriksaan LIPI memastikan varian asal India itu juga ditemukan di Karawang.

Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI Anik Budhi Dharmayanthi mengatakan, tim Surveilans Genom SARS-CoV-2 LIPI (Tim Venomcov) saat ini telah berhasil menggunakan platform dari Oxford Nanopore Technologies (ONT) untuk mengidentifikasi varian-varian Covid-19. "Sementara ini kami baru mengidentifikasi sebanyak 61 sampel," katanya.

Sementara sisanya masih dalam proses sequencing. Dia berharap dalam beberapa waktu ke depan, sisa sampel tersebut sudah bisa diidentifikasi.

Proporsi kemunculan varian Delta di Karawang cukup besar. Dari 61 sampel yang sudah diidentifikasi, ada 44 sampel varian Delta. Ini berarti setara dengan 72 persen. "Namun, perlu hati-hati juga menginterpretasikan. Karena belum tentu sebanyak itu pula proporsi di lapangan terkait varian yang beredar,” tutur Peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Anggia Prasetyoputri. Anggia menjelaskan bahwa awal mula kemunculan varian Delta di Jawa Barat belum dapat dipastikan. Untuk mengetahuinya diperlukan pemantauan terhadap pasien, penelusuran kontak, dan investigasi kasus lebih mendalam. (kip/jpg/riz/k15)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 20 September 2021 11:04

Kebun Sawit Rambah Tahura Bukit Soeharto, Program Kemitraan Konservasi Jadi Celah Alasan

TENGGARONG-Selain tambang ilegal, kebun sawit liar juga dituding ikut merusak…

Senin, 20 September 2021 11:01

PI 10 Persen untuk PPU Tunggu Gubernur

PENAJAM-Participating interest (PI) 10 persen pengelolaan blok migas jatah Pemerintah…

Senin, 20 September 2021 11:00

Rosatom Bangun Industri Nuklir, Kerja Sama Batan-Pemprov Kaltim di Buluminung

Perusahaan energi atom Rosatom Rusia bersama Pusat Kajian Sistem Energi…

Minggu, 19 September 2021 14:17

Indeks Keterbukaan Informasi di Kaltim Kategori Sedang

Komisi Informasi Pusat merilis hasil penilaian Indeks Keterbukaan Informasi Publik…

Minggu, 19 September 2021 11:18
TNI-Polri Kejar KKTB Pembunuh Nakes Papua

Satu Korban Masih Hilang, Komandan OPM Tewas

Kekejaman kelompok kriminal teroris bersenjata (KKTB) pimpinan Lamek Taplo harus…

Minggu, 19 September 2021 10:19

Kondisi Jalan Mantap Masih Rendah, Kemantapan Jalan di Kaltim Hanya 75 Persen

PERBAIKAN ruas jalan trans Kalimantan di Kabupaten Berau, segera dilakukan.…

Minggu, 19 September 2021 10:18

Normalisasi Sungai Solusi Banjir di Kariangau

BALIKPAPAN-Persoalan banjir di Jalan Projakal, Km 5,5, Kelurahan Kariangau, Kecamatan…

Minggu, 19 September 2021 10:17

Realisasi APBD Kaltim Rendah, Dari Rp 11 Triliun, Baru Terserap 36 Persen

Pembahasan APBD Perubahan Kaltim dipastikan molor. Seharusnya, rancangan sudah diserahkan…

Sabtu, 18 September 2021 12:32

300 Nakes Ditarik dari 34 Distrik di Papua

JAYAPURA-Sebanyak 300 Tenaga Kesehatan (Nakes) ditarik dari 34 distrik di…

Sabtu, 18 September 2021 10:18

Balikpapan Siap Jadi Ibu Kota Provinsi

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Kaltim, membuka peluang wacana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers