MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Jumat, 25 Juni 2021 12:00
Kisah Nadia, Dongeng dari Denmark
Nadia Nadim

 Dua wajah inspirasi sepak bola Denmark itu datang dari momen genting serupa. Ketika kematian begitu dekat dan yang tersisa hanya setitik harapan bagaimana bisa bertahan sampai esok hari.

Dan, selebihnya adalah dongeng. Seperti karya-karya pendongeng masyhur negeri Skandinavia itu, H.C. Andersen: tentang mereka yang jatuh tapi tak tenggelam, yang lalu mencoba bangkit dari kekelaman.

Yang jatuh pada malam 13 Juni lalu itu Christian Eriksen. Gelandang Denmark tersebut bahkan sudah sempat sesaat ”hilang” ketika itu.

Berkat pertolongan medis yang profesional dan cekatan, Eriksen bisa melewati detik-detik darurat di laga melawan Finlandia tersebut. Kesadarannya berangsur balik, kemudian sukses menjalani operasi di rumah sakit.

Memang gelandang Inter Milan itu mungkin tak akan pernah bisa membela Denmark lagi. Bahkan mungkin tak akan bisa bermain sepak bola kembali. Tapi, kepulihannya telah menularkan inspirasi.

Simon Kjaer dkk secara dramatis lolos ke 16 besar meski kalah dalam dua laga pertama dengan menghajar Rusia 4-1 dalam duel terakhir grup. Betapa Denmark dan dongeng memang demikian lekat. Dan, bukankah hampir tiga dekade silam dongeng yang jauh lebih besar telah mereka torehkan saat menjuarai Piala Eropa 1992 dengan status pengganti?

Lebih dari dua dekade sebelum Eriksen, detik-detik antara hidup dan mati itu juga dihadapi Nadia Nadim. Ayahnya, seorang jenderal Afghanistan, dibunuh Taliban saat usianya baru 12 tahun. ”Yang ada di pikiran saya ketika itu hanya bagaimana bisa bertahan hidup sampai besok. Dan, besoknya juga sama, bagaimana bisa bertahan hidup sampai esok hari,” katanya dalam sebuah wawancara dengan CNN.

Nadia beruntung Denmark membuka pintu untuk dirinya dan keluarga. Ini era ketika Denmark belum dibanjiri pengungsi –puncaknya mencapai 21 ribu orang pada 2015– dan memaksa mereka menerapkan legislasi menempatkan peminta suaka di negara ketiga selama permintaan mereka ditinjau.

Nadia beruntung, demikian pula Denmark. Gadis kecil kelahiran Herat, Afghanistan, pada 1988 itu tumbuh menjadi sosok hebat di dalam dan luar lapangan. Dia sudah 98 kali membela timnas putri Denmark, mengantarkannya menjadi runner-up Euro Women 2017. Musim lalu dia juga memenangi Liga Prancis bersama Paris Saint-Germain dan di Euro 2020 ini dia tergabung sebagai salah satu pandit di ITV.

Nadia juga tengah menyelesaikan pendidikan menjadi ahli bedah. Perempuan yang sekarang membela Racing Louisville FC, klub National Women Soccer League, Amerika Serikat, itu juga tercatat menguasai 11 bahasa dan menjadi duta Dewan Pengungsi Denmark, salah satu lembaga swadaya masyarakat terkait pengungsi terbesar di dunia. Latar yang membuat Forbes menahbiskan dia di posisi ke-20 dalam daftar Wanita Paling Berpengaruh 2018.

Tidakkah Nadia seperti Little Mermaid dalam dongeng terkenal Andersen itu? Denmark memberinya kesempatan kedua dan berbuat kebaikan kepada sesama dan dia memanfaatkan itu benar dengan menjadi inspirasi bagi begitu banyak orang.

Eriksen telah pula mendapatkan kesempatan serupa. Inspirasinya telah membakar semangat rekan-rekannya untuk lolos dari lubang jarum. Dan, dongeng itu bisa berlanjut di 16 besar, 8 besar, dan siapa tahu bisa sejauh 1992…(jpc)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 September 2021 18:57

Rebut 12 Emas, PB Klaim Juara Umum Kejuaraan Wali Kota Cup

BALIKPAPAN-Klub bulu tangkis PB Terpadu sukses menjadi juara Kejuaraan Bulu…

Jumat, 24 September 2021 13:12

Indian Wells-Kremlin Cup Menunggu Raducanu

LONDON – Emma Raducanu segera kembali ke lapangan. Seminggu setelah…

Jumat, 24 September 2021 10:50

Barcelona Hanya Mampu Bermain Imbang Tanpa Gol di Kandang Cadiz

ndang Cadiz dalam lanjutan La Liga pekan keenam di Estadio…

Jumat, 24 September 2021 08:43

Beruntungnya Noble, Sialnya Lingard

TAMPIL sebagai supersub (mencetak gol kemenangan sebagai pemain pengganti) di…

Jumat, 24 September 2021 08:42

Incar Rekor yang Gagal Diraih Wenger

DAVID Moyes bisa menjadi satu-satunya pelatih dalam era Premier League…

Kamis, 23 September 2021 14:10

Insiden Adu Jotos Alvarez vs Plant di Konferensi Pers, Bos UFC Kritik Showtime

 Bos UFC Dana White mengkritik keras promotor Showtime yang gegabah…

Kamis, 23 September 2021 13:55

Kuartet Bek Muda yang Dimatangkan Maresca

Conrad Egan-Riley, Finley Burns, Luke Mbete-Tabu, dan Josh Wilson-Esbrand. Catat…

Kamis, 23 September 2021 13:53

Waktu Koeman Hampir Habis

 Ucapan jemawa Ronald Koeman bahwa FC Barcelona punya masa depan…

Kamis, 23 September 2021 13:18

Timnas Masuk Grup Sulit, tapi Tak Boleh Pesimistis

JAKARTA – Timnas Indonesia masuk grup sulit di Piala AFF…

Kamis, 23 September 2021 09:04

Akhirnya, Juventus Petik Kemenangan Pertama

Juventus mendapat dorongan moral yang penting setelah mencatat kemenangan pertamanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers