MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 23 Juni 2021 09:42
Pendaftaran Jalur Zonasi Diperpanjang, Orangtua Siswa Minta Ketentuan Jarak Rumah-Sekolah Ditiadakan
PROTES JALUR ZONASI: Puluhan orangtua siswa menuntut perubahan sistem PPDB tahun ajaran 2021/2022 di kantor Disdikbud Balikpapan, Senin (21/6).

Tingginya minat masyarakat menyekolahkan anaknya di sekolah negeri, tidak diimbangi dengan jumlah sekolah pelat merah yang ada. Akibatnya, banyak siswa tidak bisa ditampung di sekolah negeri.

 

BALIKPAPAN-Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Balikpapan tak kunjung lepas dari polemik. Setiap tahunnya, selalu ada saja masalah. Mulai jenjang SD maupun SMP. Khususnya, jenjang pendidikan SMP. Apalagi ketentuan PPDB tahun ajaran 2021/2022 menerapkan sistem zonasi murni.

Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Jalur zonasi memiliki kuota minimal 50 persen dari daya tampung sekolah. Berbeda dengan tiga jalur pendaftaran lainnya. Yakni jalur afirmasi (minimal 15 persen dari daya tampung sekolah), jalur perpindahan tugas orangtua/wali (minimal 5 persen dari daya tampung sekolah), dan jalur prestasi.

Senin (21/6), puluhan orangtua siswa menggeruduk kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan. Mereka berasal dari lima kecamatan di Balikpapan. Massa yang tergabung dalam Forum Orangtua Siswa keberatan dengan sistem zonasi. “Kami menuntut supaya radius itu dihilangkan saja. Seperti saya ini. Nyata-nyata rumah saya dekat dengan sekolah. Tapi, anak saya terlempar. Dan tidak masuk di tiga sekolah,” kata Megawati, warga RT 17, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan.

Sebelumnya, dia mendaftarkan anaknya pada 3 SMP yang masuk dalam zonasi kediamannya. Yakni SMP 14, SMP 5, dan SMP 18 yang paling dekat dengan rumahnya. Akan tetapi, anaknya justru tersingkir dari jalur zonasi. Karena adanya aturan mengenai radius jarak rumah dengan sekolah tempatnya mendaftar. “Mau kami, harusnya seperti tahun lalu saja. Nilai tertinggi tapi tetap pakai zonasi. Enggak usah, pakai jarak radius itu sih,” tuturnya.

Aksi para orangtua siswa kemarin menghasilkan beberapa kesepakatan. Setelah tahapan PPDB yang masih berlangsung berakhir, panitia akan membuka kembali jalur regular berdasarkan zonasi. Berdasarkan jadwal PPDB SD maupun SMP, pendaftaran secara daring (online) dibuka mulai 17-25 Juni nanti. Disusul pengumuman pada 26 Juni. Kemudian, pelaksanaan daftar ulang bagi peserta didik yang dinyatakan diterima di masing-masing sekolah pada 28-29 Juni.

Dengan demikian, pelaksanaan PPDB jalur regular berdasarkan zonasi akan dibuka pada 29-30 Juni mendatang. Namun, perempuan berkerudung ini mengaku belum puas dengan keputusan itu. “Kuotanya nanti berbeda dengan kuota zonasi sekarang. Karena kuotanya sedikit. Padahal masih banyak anak yang tinggal dekat sekolah, tapi terlempar gara-gara sistem radius ini,” sebutnya. Ada empat tuntutan yang disampaikan puluhan orangtua siswa yang melakukan aksi selama dua jam itu.

Mereka menginginkan jalur prestasi atau nilai dapat dibuka kembali setelah pendaftaran PPDB online selesai. Artinya, bagi siswa yang merasa memiliki nilai tinggi, tetapi tidak lolos dalam jalur zonasi, dapat mendaftar kembali melalui jalur prestasi. Tuntutan kedua, orangtua atau pendaftar yang merasa dirugikan terhadap radius jarak yang dipersyaratkan pada jalur zonasi, dipersilakan memperbaiki titik koordinat ke sekolah yang dipilih. Tuntutan ketiga, untuk kasus Kelurahan Prapatan yang berada di zonasi SMP 1, SMP 2, dan SMP 12 agar ditinjau ulang.

Tuntutan lainnya, penambahan sekolah yang sangat mendesak di Kecamatan Balikpapan Tengah. Terutama SMP dan SMA. Para orangtua mengusulkan agar eks Pusat Kegiatan Islam Balikpapan (Puskib) dibangun gedung SMP dan SMA. Di lokasi yang sama, Kepala Disdikbud Balikpapan Muhaimin memberikan tanggapan atas tuntutan tersebut. Dia menyampaikan, atas arahan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, semua sekolah yang masih memiliki sisa kuota calon peserta didik, akan dibuka kembali pendaftarannya.

“Tapi bukan sebagai jalur prestasi. Tapi jalur zonasi wilayah saja. Jadi, daftarnya offline di masing-masing sekolah,” ucapnya.

Dia mencontohkan pada zonasi di Kelurahan Telaga Sari hingga Prapatan di Balikpapan Kota. Terdapat tiga SMP yang bisa didaftarkan calon peserta didik. Yakni SMP 1, SMP 2, dan SMP 12. Saat penutupan pendaftaran nanti, SMP 1 masih menyisakan 5 kursi, SMP 2 (10 kursi), dan SMP 12 (30 kursi). Jadi, sambung dia, sekitar 45 kursi sisa kuota PPDB akan dibuka kembali.

“Dan mereka nanti silakan mendaftar. Seleksinya berdasarkan nilai tertinggi. Kami menghargai bahwa orang ini punya prestasi,” jelas Muhaimin. Pria yang sempat menjabat kepala Dinas Tata Kota dan Permukiman (DTKP) Balikpapan ini mengungkapkan, pendaftaran tersebut tidak lagi berdasarkan jarak calon siswa yang dekat dengan sekolah. Disdikbud Balikpapan memberi waktu selama dua hari untuk pelaksanaan pendaftaran perpanjangan tersebut. Yaitu pada 29 dan 30 Juni mendatang.

Sisa kuota yang tersedia itu akan digunakan untuk mengakomodasi kepentingan para orangtua yang merasa anaknya punya nilai yang cukup tinggi, tetapi tidak bisa masuk di sekolah terdekat. “Kenapa tanggal 29-30 (Juni), karena kami tidak boleh mengganggu proses PPDB yang baru berakhir tanggal 28 Juni. Di mana tanggal 25 Juni, adalah jadwal pendaftaran terakhir dan 27-28 Juni adalah daftar ulang,” katanya.

Sementara itu, apabila ada orangtua yang merasa penentuan titik koordinatnya salah, dipersilakan memperbaikinya ke admin PPDB di sekolah yang dituju. “Supaya dibetulkan. Bisa jadi, nanti akan terjadi pergeseran. Karena hari Minggu (20/6) kemarin, kami tutup proses PPDB kita selama satu hari. Untuk memperbaiki jarak-jarak yang dimohon oleh masyarakat. Maunya kita begini, masyarakat itu menyampaikan jarak yang jujur. Bisa jadi, ada yang memang tidak sengaja dan bisa jadi ada yang sengaja memasukkan jarak itu tidak sesuai,” jabar dia.

Muhaimin menuturkan, kesalahan itu bisa terjadi pada saat pendaftar mengklik titik koordinat, dengan jaraknya yang salah. Semisal, ingin mendaftar di SMP 1 di Jalan Piere Tendean, Gunung Pasir, maka zonasinya dimulai dari Tugu Jam yang ada di persimpangan Gunung Sari sampai Kelurahan Prapatan. Padahal, jika orangtua mengklik jalannya, hasilnya bisa berbeda. “Dia masukkan, misalnya rumahnya di Prapatan. Tapi dia mendaftarnya di dekat SMP 1. Berarti jaraknya semakin dekat. Kita kembalikan, dengan melihat alamatnya. Kita klik ulang, baru ketahuan aslinya. Nanti akan terjadi pergeseran, yang harusnya diterima, bisa jadi tidak diterima. Yang seharusnya hilang, bisa jadi muncul,” ucapnya.

Sehingga para pendaftar yang memasukkan SMP 1, SMP 2, dan SMP 12 akan disaring oleh admin PPDB. Nantinya, sisa kuota dari ketiga SMP itu untuk mengakomodasi calon peserta didik yang masuk dalam zonasi tersebut. Pun demikian, dengan pendaftar yang berada di Balikpapan Tengah, seperti SMP 22, SMP 3, dan SMP 6. Dan juga di wilayah Balikpapan Timur. Seperti SMP 23 dan SMP 8. Di mana banyak warga Kelurahan Manggar Baru yang sebelumnya tidak terakomodasi dalam jalur zonasi.

“Akan dibuka kembali, sehingga yang tidak bisa mendaftar, bisa ikut. Tetapi tidak berdasarkan zonasinya. Dia ditetapkan menerima atau diterima dan tidaknya, berdasarkan nilai tertinggi,” jabar Muhaimin. Mengenai tuntutan ketiga, yakni usulan agar eks Puskib dibangunkan SMP dan SMA, dia menyebut sudah berkoordinasi dan menyampaikan surat kepada wali kota Balikpapan. Serta ditembuskan ke DPRD Balikpapan agar menindaklanjuti usulan tersebut. Dalam surat tersebut, ada dua lokasi yang menjadi opsi pembangunan SMP.

Yakni eks Puskib dan Kawasan Olahraga Manuntung Tennis. Untuk di eks lahan Puskib Balikpapan, pemkot akan meminta Pemprov Kaltim sebagai pemilik aset, agar menetapkannya sebagai lokasi pendidikan SMP. Alasannya, karena sekolah di wilayah Balikpapan Tengah yang kurang. “Kemudian Kawasan Olahraga Manuntung Tennis, ada outdoor dan indoor. Kami mengusulkan agar salah satunya dialihfungsikan dari kawasan olahraga menjadi kawasan pendidikan. Khususnya yang outdoor,” ucapnya.

Muhaimin menjelaskan, pendaftaran jalur regular berdasarkan zonasi yang akan dibuka akhir bulan ini, kuotanya ditetapkan masing-masing sekolah. Yang merupakan sisa dari masing-masing sekolah yang dikumpulkan. Pendaftarannya akan diumumkan secara offline di masing-masing sekolah. Dan sekolah akan memasang layar pada bagian pendaftaran nanti. “Misalnya ada 30 siswa yang akan diterima, maka akan terpampang nama pendaftar berdasarkan kuota yang akan diterima. Kalau dia enggak keterima bisa cabut berkas. Bisa lari ke SMP lain, Yang penting di wilayah zonanya saja,” pungkasnya. (kip/riz/k16)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 12:32

300 Nakes Ditarik dari 34 Distrik di Papua

JAYAPURA-Sebanyak 300 Tenaga Kesehatan (Nakes) ditarik dari 34 distrik di…

Sabtu, 18 September 2021 10:18

Balikpapan Siap Jadi Ibu Kota Provinsi

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Kaltim, membuka peluang wacana…

Sabtu, 18 September 2021 10:17
RUU tentang Provinsi Segera Diputuskan DPR

Samboja-Sepaku Bisa Lepas dari Kaltim

Dalam naskah akademik RUU IKN yang sebelumnya beredar, pemerintahan IKN…

Jumat, 17 September 2021 12:09

Trans Kalimantan di Kubar Tergenang, Waspada! Lubang-Lubang di Jalan Makin Besar

SENDAWAR–Banjir melanda sejumlah kecamatan di Kutai Barat (Kubar). Terparah banjir…

Kamis, 16 September 2021 14:35
Kepala Sekolah Rp 1,6 Triliun Itu Cuma Ingin Momong Cucu

Itu kan Hanya Catatan di Atas Kertas, tapi Di-Ranking KPK

Menurut undang-undang, kepala sekolah seperti Nurhali sejatinya tak masuk kategori…

Kamis, 16 September 2021 14:33

Undang-Undang Direvisi, Keistimewaan Kaltim Diatur

BALIKPAPAN-Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Kaltim disepakati masuk Program Legislasi…

Kamis, 16 September 2021 14:31

Pemerintah Targetkan Tol Baru ke IKN Rampung 2025, Panjangnya 47 Km

Nantinya, jalan tol sepanjang 47 kilometer itu akan dimulai dari…

Kamis, 16 September 2021 14:29

Situasi Pandemi Mulai Terkendali, Pakar Ingatkan Gelombang Ketiga Masih Bisa Terjadi

JAKARTA- Indikator pandemi nasional semakin membaik. Per tanggal 14 September…

Kamis, 16 September 2021 13:22

56 Pegawai KPK Diberhentikan Dengan Hormat

JAKARTA – Polemik pengalihan pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara…

Rabu, 15 September 2021 14:43
KPK: Tinggi Bukan Berarti Korupsi, Rendah Bukan Berarti Bersih

Kekayaan Lima Kepala Daerah di Kaltim Naik

Pandemi Covid-19 yang setahun terakhir melanda, tampaknya tidak terlalu berpengaruh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers