MANAGED BY:
RABU
28 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 21 Juni 2021 20:00
Sengkarut Aset Kampus Melati, Rumah Sakit Islam Jadi Rujukan, Akhiri Polemik dengan Akad Jelas

PROKAL.CO,

SAMARINDA-Status aset yang tercampur membuat kemelut SMA 10 Samarinda dan Yayasan Melati kian berlapur. Senyap selepas peninjauan kembali (PK) yayasan ditolak Mahkamah Agung (MA) pada 2017, prahara kembali mengemuka. Berawal dari disposisi gubernur Kaltim.

Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kaltim bersama pemprov dan Komite SMA 10 pada 9 Juni lalu, hanya memastikan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2021 tak terhambat. Sementara duduk perkara status aset gedung Kampus A di Jalan HAM Rifaddin, Harapan Baru, Loa Janan Ilir yang tumpang-tindih tak tersentuh.

Pemprov Kaltim hanya menegaskan kepemilikan lahan seluas 122.545 meter persegi di lewat hak pakai lahan (HPL) Nomor 8 tertanggal 6 Juli 1988 yang dikantongi. Sementara gedung Kampus A yang terbangun di atas lahan tersebut, diklaim milik yayasan.

Selepas RDP itu, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub menilai, masalah aset tersebut sepenuhnya bergantung pemprov bagaimana membenahinya. Untuk penerapan PPDB di dua zonasi yang dimiliki SMA 10 sejauh ini, sebut dia, telah dipastikan Dinas Pendidikan Kaltim tak terkendala dan tetap mengikuti petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis. Selain di HAM Rifaddin, SMA 10 juga memiliki gedung Kampus B di Jalan Perjuangan, Sempaja Selatan, Samarinda Utara. “Pemprov harus ambil alih seluruh kekisruhan ini jangan berlarut dan berdampak ke pelajar,” sebutnya.

Tumpang-tindih dua kepemilikan ini jadi bom waktu yang bisa kapan saja meledak jika tak segera dijinakkan. Hal ini sudah terlihat ketika gaduh sengketa Yayasan Melati melawan Pemprov Kaltim di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda medio Juni 2015. Kala itu, Yayasan Melati menyoal Keputusan gubernur Kaltim saat itu, Awang Faroek Ishak yang menerbitkan keputusan Nomor 180/K.745/2014 tentang Pencabutan Keputusan Gubernur Kaltim Nomor 341 tentang Penyerahan Hak Pakai/Penggunaan Tanah milik/Dikuasai Pemprov Kaltim ke Yayasan Melati pada 2 Agustus 1994.

Keputusan ini diterbitkan Awang Faroek pada 21 November 2014. Dicabutnya hak pakai lahan tersebut, status sekolah yang semula bernama SMA 10 Melati pun dibelah dan SMA 10 kembali ke pangkuan Dinas Pendidikan untuk dikelola.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 27 Juli 2021 14:16

Capaian Vaksinasi di Kaltim Masih Sangat Rendah

Capaian atau realisasi program vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur…

Selasa, 27 Juli 2021 11:14

Calon Anggota DPD Pengganti Almarhum Muhammad Idris, Nanang Sulaiman Kandidat Kuat

BALIKPAPAN-Pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPD RI (alm) Muhammad Idris sepenuhnya…

Selasa, 27 Juli 2021 11:13
Delapan Daerah Terapkan PPKM Level 4

Kaltim Jadi Provinsi dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Luar Jawa-Bali

PENAJAM-Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 tak hanya untuk…

Selasa, 27 Juli 2021 11:05

Bincang dengan Zahra dan Keluarga setelah Terduga Penculik Ditangkap

Selama Zahra disembunyikan, dia mengaku tak pernah disakiti. Tapi ketika…

Selasa, 27 Juli 2021 11:01

Investasi KEK Maloy Jalan di Tempat, Pemilihan Lokasi Disorot Bappenas

KEK Maloy awalnya digadang-gadang sebagai pusat ekonomi baru di luar…

Senin, 26 Juli 2021 17:59

Keluarkan Instruksi PPKM Level 4, Walikota Andi Harun Minta Maaf Bila Ada Kekurangan

SAMARINDA - Walikota Samarinda Andi Harun mengeluarkan Instruksi Walikota Samarinda…

Senin, 26 Juli 2021 14:17

PPKM Level 4 Diperpanjang: Warteg, PKL, dan Mal Boleh Buka

Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 hingga 25…

Senin, 26 Juli 2021 11:33
Epidemiolog Nilai PPKM Tetap Tak Efektif

PPKM Level 4 Diperpanjang Hingga 2 Agustus, Luhut Janji Pelanggar Aturan Dapat Sanksi Tegas

JAKARTA- Presiden Joko Widodo kemarin(25/7) mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat…

Senin, 26 Juli 2021 10:57
Waswas dengan Kualitas Pendidikan Pelajar di Era Pandemi

Ketika Anak-anak Mulai Jenuh Belajar Jarak Jauh

Peliput: M Ridhuan Nofiyatul Chalimah     Belajar jarak jauh…

Senin, 26 Juli 2021 10:37

Anak Belajar di Rumah, Orangtua Harus Bisa Beradaptasi

KONDISI pandemi Covid-19, membuat anak-anak kini harus belajar di rumah.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers