MANAGED BY:
SELASA
27 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 19 Juni 2021 13:47
Gubernur Kecele Sikap Menkominfo, Atasi Blank Spot, Pemda Siap Pangkas Birokrasi Investasi
Isran Noor

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN–Harapan agar pusat ikut membiayai 138 desa/kelurahan yang kesulitan akses internet di Kaltim menipis. Pernah berkarier di Kaltim, rupanya tak serta-merta membuat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johny G Plate begitu saja mengalokasikan anggaran. Sikap itu membuat Gubernur Isran Noor kecewa.

“Saya sudah ketemu dengan Menkominfo. Dia bilang mau dilihat dulu dari sisi programnya (Kemenkominfo). Kalau dari sisi program, sudah lah. Enggak bakalan kita dapat prioritas,” keluh mantan bupati Kutim di Hotel Novotel Balikpapan. Padahal, sambung gubernur, pada dekade 1980-an, Menkominfo pernah bekerja di salah satu perusahaan perkebunan di Bengalon, Kutim. "Di tempatnya kerja dulu di Bengalon, masih banyak blank spot. Pak menteri itu, dari Bengalon dulu, karyawan. Saya bilang di Bengalon masih banyak blank spot, katanya nanti saya lihat dulu,” imbuh Ketua DPD Partai NasDem Kaltim itu.

Karena mendapat jawaban yang tidak sesuai keinginan, Isran pun tidak melanjutkan pembahasan tersebut. Sehingga dia tidak berharap lagi dengan bantuan APBN. Sehingga perlu mencari terobosan dengan melibatkan kerja sama pihak swasta. Sehingga permasalahan blank spot di Kabupaten Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, dan Paser teratasi. “Kalau membangun BTS (base transceiver station atau stasiun pemancar)-nya enggak terlalu sulit. Mungkin kerja sama dengan pihak swasta,” ungkapnya. Mengutip data yang dirilis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, dari 197 kelurahan dan 841 desa, terdapat 138 desa dan kelurahan yang masih mengalami blank spot.

Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, pemerintah daerah sifatnya hanya membantu memfasilitasi. Sementara untuk penyediaan jaringan telekomunikasi, merupakan ranah provider. Baik dari perusahaan atau badan usaha yang menyediakan layanan telekomunikasi kepada penggunanya. Sehingga sifatnya business to business (B2B) antara perusahaan penyedia layanan telekomunikasi dengan konsumen selaku penggunanya.

Lanjut Faisal, pemerintah tidak dapat berbuat banyak membantu akses konektivitas dengan provider. “Apalagi secara geografi, Kaltim ini wilayahnya jauh dan banyak menembus hutan. Sedangkan dari segi demografi, penduduknya tidak terlalu banyak. Tapi secara umum, mereka (provider) selalu bilang pasti akan mengembangkan bisnisnya. Supaya blank spot bisa diatasi,” katanya. Kendala lain, biaya investasi membangun akses jaringan telekomunikasi cukup mahal. Untuk membangun menara pemancar di daerah hulu dengan jangkauan sekitar 70–100 meter, membutuhkan biaya sekitar Rp 1,5 miliar.

Itu belum termasuk biaya lahan pembangunan menara, jalan pendekat, hingga tenaga untuk menghidupkan stasiun pemancar. Baik menggunakan tenaga listrik maupun tenaga surya. Dengan biaya itu, ditambah jumlah penduduk yang tidak banyak, penyedia layanan komunikasi memutar otak membangun jaringan di wilayah terpencil. “Makanya kami harus bersama-sama mereka agar mau memasang. Itu yang kami masih lakukan pendekatan,” katanya. Pemerintah daerah pun berupaya mencoba mengurangi investasi dari penyedia layanan komunikasi untuk membangun stasiun pemancar di wilayah perbatasan.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 27 Juli 2021 14:16

Capaian Vaksinasi di Kaltim Masih Sangat Rendah

Capaian atau realisasi program vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur…

Selasa, 27 Juli 2021 11:14

Calon Anggota DPD Pengganti Almarhum Muhammad Idris, Nanang Sulaiman Kandidat Kuat

BALIKPAPAN-Pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPD RI (alm) Muhammad Idris sepenuhnya…

Selasa, 27 Juli 2021 11:13
Delapan Daerah Terapkan PPKM Level 4

Kaltim Jadi Provinsi dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Luar Jawa-Bali

PENAJAM-Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 tak hanya untuk…

Selasa, 27 Juli 2021 11:05

Bincang dengan Zahra dan Keluarga setelah Terduga Penculik Ditangkap

Selama Zahra disembunyikan, dia mengaku tak pernah disakiti. Tapi ketika…

Selasa, 27 Juli 2021 11:01

Investasi KEK Maloy Jalan di Tempat, Pemilihan Lokasi Disorot Bappenas

KEK Maloy awalnya digadang-gadang sebagai pusat ekonomi baru di luar…

Senin, 26 Juli 2021 17:59

Keluarkan Instruksi PPKM Level 4, Walikota Andi Harun Minta Maaf Bila Ada Kekurangan

SAMARINDA - Walikota Samarinda Andi Harun mengeluarkan Instruksi Walikota Samarinda…

Senin, 26 Juli 2021 14:17

PPKM Level 4 Diperpanjang: Warteg, PKL, dan Mal Boleh Buka

Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 hingga 25…

Senin, 26 Juli 2021 11:33
Epidemiolog Nilai PPKM Tetap Tak Efektif

PPKM Level 4 Diperpanjang Hingga 2 Agustus, Luhut Janji Pelanggar Aturan Dapat Sanksi Tegas

JAKARTA- Presiden Joko Widodo kemarin(25/7) mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat…

Senin, 26 Juli 2021 10:57
Waswas dengan Kualitas Pendidikan Pelajar di Era Pandemi

Ketika Anak-anak Mulai Jenuh Belajar Jarak Jauh

Peliput: M Ridhuan Nofiyatul Chalimah     Belajar jarak jauh…

Senin, 26 Juli 2021 10:37

Anak Belajar di Rumah, Orangtua Harus Bisa Beradaptasi

KONDISI pandemi Covid-19, membuat anak-anak kini harus belajar di rumah.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers