MANAGED BY:
SELASA
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Kamis, 17 Juni 2021 11:10
Kejagung Tunggu Salinan Putusan Pinangki
Pinangki

JAKARTA -- Kejaksaan Agung (Kejagung) bersuara terkait dipotongnya hukuman Pinangki Sirna Malasari dalam kasus suap dari Djoko Tjandra. Vonis penjara itu diturunkan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dari sepuluh tahun menjadi empat tahun.

Putusan tersebut dijatuhkan pada Senin (14/6) dalam sidang banding. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Ali Mukartono menyatakan bahwa Kejagung belum mengambil sikap tegas terkait hal ini. Mereka masih menunggu salinan putusan lebih dulu sebelum mengambil upaya hukum lebih lanjut.

"Kami belum dapat laporan dari Kejari Jakpus, baru dapat dari media sosial. Salinan putusannya pun belum terima," jelas Ali Rabu (16/6). Dia berjanji akan segera mempelajari salinan putusan tersebut begitu diterima oleh Kejagung.

Ali menambahkan bahwa Kejagung belum memutuskan langkah hukum apa yang bakal diambil. Kejagung membuka segala kemungkinan, termasuk upaya kasasi seperti yang dilakukan para tersangka dalam kasus korupsi Asuransi Jiwasraya. Namun, mereka menegaskan bahwa Kejagung menghormati keputusan hakim dalam vonis terhadap Pinangki tersebut. "Kami hormati apa pun keputusan hakim. Tinggi atau rendah itu kewenangan hakim. Tapi sikap kami nanti setelah kami membaca dan mempelajari putusan," tegas Ali.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat juga menyatakan belum mengambil sikap terhadap vonis Pinangki ini, khususnya soal potongan hukuman. "JPU harus pelajari putusannya dulu, khususnya pertimbangannya," tegas Kajari Jakarta Pusat Riono Budi Santoso pada Selasa (15/6).

Meski telah mendapat hukuman empat tahun penjara, status Pinangki hingga saat ini masih diberhentikan sementara. Artinya, dia belum resmi dipecat. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan bahwa untuk pemecatan, mereka menunggu vonis yang dijatuhkan berkekuatan hukum tetap. "Statusnya masih diberhentikan sementara sampai putusannya inkracht," jelas Leonard kemarin.

Pemberhentian sementara ini, lanjut Leonard, berlaku untuk status ASN Pinangk. Termasuk dari posisi sebelumnya yakni sebagai Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan di Kejagung. "Yang bersangkutan diberhentikan sementara dari jabatan PNS, maka secara otomatis jabatan yang melekat juga berhenti sementara," terangnya.

Sementara itu, korting hukuman untuk Pinangki ini dinilai berlebihan. Indonesia Corruption Watch (ICW) menegaskan bahwa dengan status Pinangki sebagai penegak hukum, seharusnya hukuman yang bersangkutan justru lebih berat. Sebab, kejahatan yang dilakukan tersebut menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi penegakan hukum

Dalam amar putusan hakim, vonis Pinangki diturunkan menjadi empat tahun dengan pertimbangan bahwa Pinangki adalah seorang perempuan, ibu dan memiliki anak yang masih balita. Padahal, menurut Peneliti ICW Kurnia Ramadhana, seharusnya hakim lebih berorientasi kepada perbuatan dan dampak kejahatan Pinangki yang meliputi suap, tindak pidana pencucian uang, dan pemufakatan jahat. "Kejahatan yang dilakukan Pinangki jauh melampaui argumentasi majelis hakim tersebut," jelas Kurnia. (deb)


BACA JUGA

Senin, 20 September 2021 12:08

PDIP Menunggu Kontemplasi Megawati

JAKARTA – PDI Perjuangan (PDIP) tidak menjadikan hasil survei elektabilitas…

Senin, 20 September 2021 12:02

KPU Bongkar Lagi Draf Tahapan, Bahas Usulan Versi Pemerintah

JAKARTA – Rumusan tahapan dan jadwal pemilihan umum (Pemilu) 2024…

Senin, 20 September 2021 11:57
Dinilai Tak Sejalan dengan Amanat UUD 1945

Surati Menkeu dan Mendikburistek, Tolak PPN Lembaga Pendidikan

JAKARTA – Penolakan rencana pemerintah memungut pajak pertambahan nilai (PPN)…

Senin, 20 September 2021 11:56

Lima KRI Siaga di Natuna Utara, Koarmada I Pastikan Tak Ada Ribuan Kapal Asing

JAKARTA - TNI AL dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) memastikan…

Sabtu, 18 September 2021 12:12

TNI-Polri Tembak Pembakar Puskesmas

JAKARTA – Aksi pembakaran fasilitas publik oleh kelompok kriminal teroris…

Sabtu, 18 September 2021 10:45
Suroto, dari Shock setelah Ditangkap Polisi ke Deg-degan Bertemu Jokowi

Di Jalan maupun di Istana, Cuma Minta Harga Jagung Kembali ke Aturan

Undangan ke istana diterima Suroto via grup WA sehari sebelum…

Jumat, 17 September 2021 11:39

Tiga Jenazah dan Black Box Diterbangkan ke Timika

JAYAPURA-Tiga jenazah kru pesawat Rimbun Air PK-OTW beserta black box…

Jumat, 17 September 2021 11:38

Berawal dari Korban Tewas Obat Aborsi, Mafia Obat Ilegal Beraset Rp 531 Miliar Dibongkar

JAKARTA- Kolaborasi Bareskrim dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)…

Kamis, 16 September 2021 13:09

Komnas HAM Analisa Keterangan KPI dan Korban

JAKARTA - Perwakilan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memenuhi undangan Komisi…

Kamis, 16 September 2021 12:34

Pesawat Rimbun Air Jatuh 800 Meter dari Bandar Sugapa, 3 Orang Kru Tewas

JAKARTA- Pesawat maskapai Rimbun Air PK-OTW yang hilang berhasil ditemukan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers