MANAGED BY:
SENIN
26 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 16 Juni 2021 17:48
Naikkan TKDN Industri Alat Kesehatan
Agus Gumiwang Kartasasmita

PROKAL.CO,

JAKARTA, Jawa Pos – Pemerintah berupaya mengakselerasi pengembangan industri alat kesehatan (alkes) dalam negeri. Sebab, produsen dalam negeri punya kapasitas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, dari 358 jenis alkes buatan dalam negeri, sebanyak 79 jenis sudah mampu menyubstitusi produk impor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa sektor farmasi punya potensi bisnis setara Rp 607,7 triliun. Itu merupakan peluang yang masih bisa dioptimalkan. Pemerintah pun mengupayakan supaya 79 produk alkes tersebut menjadi prioritas dalam belanja APBN di bidang kesehatan.

”Beberapa produk di antaranya telah memiliki nilai TKDN (tingkat komponen dalam negeri, Red) di atas 40 persen. Yang artinya produk dalam negeri tersebut wajib dibeli dan produk impor dilarang,” ujar Agus kemarin (15/6).

Dalam Rencana Strategis Kementerian Perindustrian 2020–2024, target rata-rata TKDN pada 2024 adalah 53 persen. Itu meningkat dari baseline 2020 yang berada pada kisaran 49 persen. Artinya, target kenaikannya sekitar 2 persen per tahun. Bagi alkes dalam negeri yang nilai TKDN-nya masih kecil, pemerintah akan memfasilitasinya dengan sertifikasi gratis. Fasilitas itu akan diberikan untuk sekurang-kurangnya 9.000 produk pada tahun ini.

Menurut Agus, penghitungan TKDN pada sektor farmasi sudah berubah. Yang semula metode cost based, kini menjadi processed based. ”Setelah adanya perubahan tersebut, ternyata ada kenaikan nilai TKDN rata-rata sekitar 15 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan banyaknya kendala yang menghambat pertumbuhan industri alkes. Di antaranya adalah rentang jenis alkes produksi dalam negeri yang sangat luas. Mulai alkes sederhana sampai yang berteknologi tinggi. Selain itu, bahan bakunya sangat beragam.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 26 Juli 2021 11:11

Bayang-Bayang PHK dari Sektor Keuangan, Katanya Penutupan Bank Bagian dari Strategi

Perkembangan teknologi telah menimbulkan disrupsi di berbagai sektor, termasuk keuangan.…

Senin, 26 Juli 2021 11:09

Perbankan Dituntut Adaptif

SECARA nasional, jumlah kantor cabang bank mengalami penurunan lebih dari…

Senin, 26 Juli 2021 11:07

BNI Pastikan Penutupan Cabang Tak Ada PHK

PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI berencana menutup 96…

Sabtu, 24 Juli 2021 11:13

Usul Bentuk Lembaga Nonbank Khusus Maskapai

Sektor penerbangan menjadi salah satu sektor yang terdampak paling dalam…

Sabtu, 24 Juli 2021 11:13

Usul Bentuk Lembaga Nonbank Khusus Maskapai

Sektor penerbangan menjadi salah satu sektor yang terdampak paling dalam…

Sabtu, 24 Juli 2021 11:06

Target Pertumbuhan Ekonomi Dikoreksi, BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku…

Sabtu, 24 Juli 2021 11:05

Dana CSR Diminta Digunakan Membantu Masyarakat Miskin

SAMARINDA – Perusahaan yang beroperasi di Kaltim diharapkan ikut membantu…

Jumat, 23 Juli 2021 12:47

Sistem Lebih Adil, Perlahan Beralih ke Syariah

SEJAK memulai usaha Istana Laundry pada 2014 lalu, Syamsudin Hamade…

Jumat, 23 Juli 2021 11:24

Ekspansi Kredit UMKM Masih Sulit

SAMARINDA – Belum teratasinya Covid-19 membuat ekspansi kredit perbankan terhadap…

Jumat, 23 Juli 2021 11:22

Investor Lokal Bangun Depo Kontainer Rp 200 M

BALIKPAPAN - Insiden kecelakaan di turunan Muara Rapak, Balikpapan yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers