MANAGED BY:
SENIN
26 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Rabu, 16 Juni 2021 11:38
Lonjakan Covid-19 di Bangkalan Akibat Varian India
ilustrasi

PROKAL.CO,

SURABAYA - Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi menyatakan, Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga (ITD Unair) Surabaya telah mengambil sampel penderita Covid-19 yang terjaring melalui penyekatan di akses Jembatan Suramadu. Dari pengujian itu, diketahui ada tiga orang yang terpapar varian baru Covid-19 dari India. Dua orang dari Bangkalan dan satu dari Bojonegoro. ”Yang orang Bojonegoro sempat berkunjung ke Madura,” ungkap Joni kemarin.

Temuan tersebut sudah dilaporkan ke pemerintah pusat. Menurut Joni, lonjakan kasus yang terjadi di Bangkalan juga merupakan akibat adanya varian baru itu. ”Penularannya lebih besar dibandingkan varian Wuhan (Covid-19),” terangnya. Saat ini yang sedang dilakukan pemerintah ialah mengidentifikasi orang-orang yang pernah kontak langsung dengan tiga orang yang terpapar varian baru tersebut.

Penanggung Jawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengutarakan, hingga pukul 11.00 kemarin, pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSLI berjumlah 369 orang. Perinciannya, 64 pekerja migran Indonesia (PMI), 210 orang dari klaster Madura, 12 santri, dan 83 pasien umum. Sementara daya tampung RSLI 410 tempat tidur. ”Masih ada space 41 (tempat tidur, Red),” sebutnya.

Saat ini pihaknya terus mengupayakan penambahan enam dokter dan 12 perawat dari TNI. Pemenuhan itu saat ini sudah dikoordinasikan dengan Dinkes Jatim. Menurut Dewa, tiga orang yang terpapar Delta/1617.2 terjaring di penyekatan akses Suramadu pada saat yang berbeda, yakni Minggu (6/6) dan Sabtu (12/6). Gejala yang dialami, ada batuk berdahak tanpa komorbid dan demam.

Dewa menegaskan, lonjakan kasus Covid-19 tidak hanya terjadi di Bangkalan, tetapi juga di Cilacap, Kudus, Lamongan, dan Ponorogo. Untuk memutus persebaran Covid-19 klaster Madura, diperlukan pembatasan mobilitas masyarakat. Salah satunya bisa ditempuh melalui lokalisasi. ”Misalnya menutup Jembatan Suramadu dan Pelabuhan Perak,” sambungnya.

Di sisi lain, Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan Nunuk Kristiani menyampaikan, pihaknya akan kembali menambah daya tampung pasien Covid-19. Namun, hingga kemarin belum ditentukan berapa jumlah tempat tidur (TT) yang akan disediakan. ”Kami masih lihat kapasitas ruangannya,” ujar dia.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers