MANAGED BY:
SABTU
04 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Selasa, 15 Juni 2021 11:03
Puas Menaklukkan Atap Sumatra
CAKRAWALA: Hamparan luas berbagai wilayah terlihat jelas saat sudah menjejaki puncak Kerinci.

CATATAN PERJALANAN Jamiluddin Fadly

 

Berlibur dengan menjadikan pegunungan sebagai tujuan utama selalu menyenangkan. Sensasi yang identik ditemukan di tiap gunung membuat kita selalu ketagihan untuk “menaklukkan” mereka.

GUNUNG KERINCI atau Puncak Indrapura adalah gunung tertinggi di Sumatra, gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi ke-2 setelah Gunung Cartenz di Papua. Gunung Kerinci terletak tepat di perbatasan antara Provinsi Sumatra Barat dan Jambi. Gunung ini juga menjadi batas wilayah etnis Minangkabau dan suku Kerinci yang dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat. Di hutan lebat itu pula habitat harimau dan badak sumatra.

Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, di sini pengunjung dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah Kota Jambi, Padang, dan Bengkulu. Bahkan Samudra Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas. 

Pada 25 Mei 2021 saya memulai perjalanan dari Balikpapan menuju Jakarta untuk menemui rekan-rekan dari berbagai daerah. Dari ibu kota negara, kami memulai perjalanan menuju Provinsi Jambi. Dari sana, kami pun memulai perjalanan lewat jalur darat menggunakan bus yang kami sewa. Kami menempuh sekira 30 jam perjalanan dengan tujuan Desa Kersik Tuo, Kabupaten Kerinci.

Saat pandemi seperti saat ini, akses kunjungan sebagian gunung di Indonesia ditutup. Ada pula beberapa yang tetap buka, dengan catatan kuota pendaki dibatasi. Selain itu, harus membawa surat keterangan hasil rapid/antigen dari klinik atau rumah sakit setempat maupun daerah sendiri.

Saya memilih Gunung Kerinci karena ini adalah gunung aktif tertinggi di Indonesia, bahkan Asia. Dan, tidak banyak pendaki menginginkan untuk pendakian ke Gunung Kerinci karena jarak rutenya yang lumayan jauh, jalur yang sangat menguras tenaga, dan memerlukan biaya tak sedikit pula.

Semua dimulai pintu rimba gerbang jalur pendakian Kersik Tuo menuju pos 1-3 dan shelter 1-3 yang jaraknya berbeda-beda. Pendakian ini saya tempuh dengan tiga hari dua malam. Kami beruntung karena sepanjang perjalanan, cuaca sangat cerah. Sempat ada hujan dalam pendakian/camp, namun tidak banyak mengganggu rencana perjalanan.

Di dalam pendakian itu, saya dan rombongan menginap di shelter 1 dan keesokannya lanjut ke shelter 3 untuk istirahat. Dan, melanjutkan menuju puncak pada hari ketiga. Perjalanan ke puncak dimulai pada 03.30 waktu setempat. Dan, alhamdulillah kami semua sampai di Puncak Indrapura di ketinggian 3.805 mdpl atau banyak pendaki bilang Atap Sumatra.

Adapun penduduk di sana dengan pekerjaan sebagai petani dan perkebunan. Contohnya, banyaknya kebun teh, kopi, dan kentang.

Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro berada pada ketinggian 1.400 mdpl dengan penduduk yang terdiri dari para pekerja perkebunan keturunan Jawa, sehingga bahasa setempat adalah bahasa Jawa dan ada pula penduduk asli Kerinci dengan bahasa Kerinci/Jambi.

Perjalanan ke Gunung Kerinci sudah saya susun sejak lama. Namun, belum menemukan waktu yang tepat untuk mewujudkannya. Bahkan sempat ada rencana untuk lebih dulu menjejaki Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Namun, keputusan ke Gunung Kerinci setelah dapat rekan yang punya rencana serupa.

Banyak hal yang harus disiapkan untuk memulai perjalanan ini. Di antaranya, karena perjalanan berlangsung di tengah pandemi, proses administrasi seputar pencegahan penyebaran Covid-19 sudah lazim ditemui di bandara.

Penataan waktu yang jeli juga akan menentukan kenyamanan perjalanan. Saya anjurkan untuk memilih waktu ketika tidak sedang high season atau waktu liburan. Penyusunan itinerary juga akan berdampak besar agar waktu yang disiapkan bisa efektif. Hal penting lainnya adalah budget yang dihitung secara matang.

Terlepas dari semua itu, hal yang sangat menentukan dalam kesuksesan liburan dengan tujuan mendaki gunung adalah kondisi fisik yang prima. Mental yang tebal pula. Itu akan sangat membantu mengatasi tantangan saat mendaki dengan trek yang tidak rata maupun cuaca yang dingin.

Meski sudah menikmati perjalanan berlibur ke pegunungan sejak 2014, saya juga tertarik untuk mengunjungi destinasi wisata alam lainnya, seperti pantai maupun laut. Menikmati pantai di Kepulauan Karimunjawa tampaknya menarik untuk dimasukkan dalam whislist saya berikutnya. (ndy2/k16)

 * Traveler, Pehobi Hiking, @jamilvablojr

 


BACA JUGA

Kamis, 02 Desember 2021 14:17

Tuntaskan Masalah Rambut dan Kulit Lewat 3 Penelitian

Masalah rambut dan kulit seringkali dikeluhkan oleh laki-laki maupun perempuan.…

Rabu, 01 Desember 2021 09:46

Penny K. Lukito, Seni Memimpin

PENNY K. Lukito sudah lima tahun memimpin Badan Pengawas Obat…

Minggu, 28 November 2021 12:08
Nur Khoma Fatmawati

Menggeluti Fashion karena Cinta

Ketika mengenakan seragam putih biru, kemampuannya menggunakan mesin jahit semakin…

Minggu, 28 November 2021 12:08

Layani Pasien dan Klien

MENURUT Nur Khoma Fatmawati, tak ada beda ketika dia berprofesi…

Kamis, 18 November 2021 09:44

Ternyata Begini Alasan Tulisan Resep Dokter Sulit Dibaca

Tulisan resep dokter atas diagnosis penyakit tertentu kerap terkesan sulit…

Kamis, 18 November 2021 09:43

Diabetes Bisa Berujung Kebutaan, Ini Lima Cara Mencegahnya

Penyakit diabetes akibat kadar gula darah yang tinggi memicu berbagai…

Kamis, 18 November 2021 09:41

Cara Sehat Lindungi Tubuh dari Penyakit Menular dan Tak Menular

Menjaga kesehatan merupakan hal penting. Di tengah tantangan penyakit menular…

Rabu, 17 November 2021 13:59
Guntur Subrata & Seristina

Digitalisasi Jadi Senjata, Produk Lokal Dikenal Dunia

Lulus dengan gelar sarjana, orangtuanya menggantungkan harapan tinggi. Namun setelah…

Selasa, 16 November 2021 09:26

Waspadai Konsumsi Makanan Mengandung Purina Tinggi, Asam Urat Bisa Menyerang Setiap Saat

  Peliput: M Ridhuan, Dina Angelina     Beranekaragam seafood…

Selasa, 16 November 2021 09:16

Jangan Salah..!! Usia 20 Tahun Bisa Terserang Asam Urat

PENYAKIT asam urat sudah dikenal sejak zaman Mesir Kuno. Pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers