MANAGED BY:
JUMAT
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Kamis, 10 Juni 2021 12:49
DUH..!! Sembilan Daerah Ditetapkan Berstatus Darurat Covid-19
PRIORITASKAN LANSIA: Warga antre vaksinasi Covid-19 di Gedung Gradika Bhakti Praja, Pemprov Jateng, Semarang, (9/6). (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PROKAL.CO,

Kenaikan kasus Covid-19 makin mengkhawatirkan. Satgas Nasional Penanganan Covid-19 menetapkan sembilan kabupaten/kota sebagai daerah dengan kategori merah. Kategori itu menunjukkan terjadinya kenaikan kasus hingga ratusan persen dan angka keterisian tempat tidur (BOR) rumah sakit di atas 70 persen. Kabupaten Kudus masih menjadi daerah yang paling kritis dengan pertumbuhan kasus positif hingga ribuan persen. Tepatnya, 7.594 persen. Kondisi BOR di Kudus saat ini sudah mencapai 90,2 persen. Meski kenaikan kasusnya tak setinggi Kudus, Kabupaten Demak mencatatkan kondisi BOR yang paling mengkhawatirkan. Yakni, 96,3 persen. Kota para wali tersebut mencatatkan kenaikan kasus hingga 370 persen. Di bawah Kudus, ada Kabupaten Jepara dengan kenaikan hingga 685 persen dan tingkat keterisian BOR mencapai 88,18 persen (selengkapnya lihat grafis).

Di bawah kategori merah, ada kategori oranye. Yakni, daerah dengan BOR di atas 70 persen, tapi kenaikan kasus tidak sampai 100 persen. Ada empat kabupaten dalam kondisi oranye. Yakni, Purwakarta, Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kabupaten Blora. Sedangkan kondisi cokelat dengan kenaikan kasus di atas 100 persen dan BOR masih di bawah 70 persen terjadi di 15 kabupaten/kota. Kemudian, kondisi kuning dengan kenaikan kasus di bawah 100 persen dan BOR di bawah 70 persen dialami sembilan kabupaten/kota.

Jika diamati, tidak ada kota atau kabupaten di Jatim yang masuk kategori warna-warna tersebut. Padahal, kasus di Bangkalan sepekan ini melonjak. Bahkan, pasien Covid-19 di Bangkalan sampai harus diungsikan ke Surabaya karena RS di sana sudah penuh. Namun, berdasar data Satgas Covid-19 kemarin, kenaikan kasusnya belum mencapai 100 persen dan BOR juga disebut masih aman.

Jubir Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, sebagian besar kenaikan kasus di Jawa Tengah disumbang Kabupaten Kudus. Wiku mengatakan, kenaikan di atas 100 persen itu harus segera diatasi agar tidak menjadi permasalahan yang berkepanjangan dan berkontribusi pada kenaikan kasus nasional. ’’Caranya adalah fokus menurunkan jumlah kasus secepat mungkin dan mencegah penularan di masyarakat,” jelas Wiku (9/6).

Kenaikan kasus dan keterisian tempat tidur RS, lanjut Wiku, menjadi indikator utama kegawatan kasus di suatu daerah. Karena jika kasus meningkat, sementara tempat tidur tidak tersedia, keadaan bisa semakin buruk dan meningkatkan angka kematian. Kondisi paling parah adalah saat kenaikan kasus di atas 100 persen dan BOR-nya di atas 70 persen. Keadaan itu menunjukkan bahwa penanganan di daerah tersebut sudah tidak terkendali. Apabila terus dibiarkan seiring dengan bertambahnya kasus, RS akan penuh dan pasien gejala sedang dan berat tidak bisa ditangani dengan cepat. Kondisi itu pada akhirnya juga bisa meningkatkan potensi kematian.

Wiku berharap, dengan alarm itu, para kepala daerah bisa segera melakukan langkah perbaikan dengan kepemimpinan yang kolaboratif. ”BOR yang tinggi bisa diturunkan dengan mengonversi tempat tidur biasa menjadi tempat tidur untuk layanan Covid-19. Atau bisa juga mentransfer pasien ke wilayah terdekat,” katanya. Pasien gejala ringan dan tanpa gejala bisa menjalani isolasi mandiri di kediaman masing-masing jika memungkinkan atau di tempat-tempat isolasi terpusat di daerah masing-masing.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers