MANAGED BY:
SENIN
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 07 Juni 2021 11:11
Sampah Bukan Salah Masyarakat, Sabransyah: Kita Harus Membuat Rencana Induk
WAWANCARA: Sekretaris Disperkimtan Kubar Sabransyah saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Masalah penanganan sampah di Kubar memasuki babak baru. Persoalan ini seakan tak berujung. Jalan akses menuju TPA Belaw sudah diperbaiki pemerintah dengan mengerahkan alat berat.

 

SENDAWAR - Setelah akses jalan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Belaw diperbaiki, masalah persampahan belum selesai. Kali ini kendaraan operasional untuk angkutan sampah menjadi kendala.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kubar Ali Sadikin mengungkapkan, kondisi armada pengangkut sampah tak kunjung mendapat perhatian khusus. “Banyak bak truk sampah yang keropos, hingga bertahun-tahun kondisinya. Belum lagi kerusakaan lainnya.  Miris dari 11 unit cuma tiga yang layak pakai,” beber Ali Sadikin.

Stigma masyarakat membuang sampah sembarangan dimunculkan demi alasan membela diri pemerintah. Pengelolaan sampah secara mandiri pun diharuskan. Hal ini ditanggapi Sekretaris Dinas Perkimtan Kubar Sabransyah.

Ia menjelaskan, secara prosedural pengelolaan sampah merupakan urusan wajib pemerintah sepenuhnya. Dua puluh persen wilayah di kabupaten ini masuk kategori kawasan kumuh yang menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan hingga sekarang.

“Sudah di-SK-kan, ada tim survei yang melihat kawasan kumuh itu. Namun, saya belum pelajari daerah mana saja. Karena itu, pertama, di sini kita harus membuat rencana induk atau masterplan,” imbuh Sabransyah.

Menurut dia, pola penanganan dengan skema yang kabur seperti ini, tentu tak akan ada hasil. “Termasuk soal sampah ini. Misalnya di kampung ini bangun apa, daerah ini bangun apa. Kalau tidak ada rencana induk, ya kita berjalan dalam gelap terus,” tandasnya.

Dengan begitu, kata dia, jangan harap bisa menuju status kota maju. Itu indikatornya adalah kota bersih. Sampah ada di mana-mana. Sementara TPS minim. Jika dicermati pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, pemerintah telah membuat masyarakat bingung dalam bertindak soal sampah.

Aturan ini melarang untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat. Bahkan ada sanksi bagi yang melanggar.  “Masyarakat disuruh ke tempat penitipan sementara. Kata-kata titip itu ada konsekuensinya, pasti ada biaya operasional yang harus kita keluarkan. Hal ini mestinya dipahami mekanisme yang harus dilakukan itu apa. Ujung-ujungnya masyarakat dikambinghitamkan,” sesalnya.

Ia menawarkan solusi. Strategi TPS 3R segera dikerjakan agar tak ada kawasan kumuh baru. Strateginya membangun sarana-prasarana tempat pemilahan sampah.

“Jadi, bukan lagi TPS yang dulu kita kenal dengan benda mati. Sekarang sudah berubah. Di situ adalah satu bangunan di mana ada kegiatan dari rumah ke pengumpulan. Kemudian pengangkutan sampai di TPS ada pemilihan dan pengolahan residunya. Baru kita amankan secara ramah lingkungan ke TPA,” jelasnya.

Selain menuntaskan masalah, langkah ini dinilai justru memengaruhi ekonomi masyarakat. “Akan ada lapangan kerja terbuka nantinya, ongkos angkut juga berkurang,” ujarnya. (rud/kri/k16)


BACA JUGA

Senin, 18 Oktober 2021 15:14

Perempuan Tewas di Kamar Hotel, Penuh Luka Tusuk, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

SAMARINDA – Kamar 508 Hotel MJ Samarinda menjadi pusat perhatian…

Senin, 18 Oktober 2021 15:11

Stok Darah di Berau Mulai Terpenuhi

TANJUNG REDEB – Sempat terjadi kelangkaan stok darah di Markas…

Senin, 18 Oktober 2021 15:11

Masuk 5 Besar Komoditas Andalan, Produksi Kakao Berau Capai 787,66 Ton

TANJUNG REDEB – Kakao saat ini menjadi satu di antara…

Senin, 18 Oktober 2021 15:09

SMP 1 Bidukbiduk Masih Disegel, Legislator Minta Pemkab Cari Solusi

  TANJUNG REDEB – Penyegelan SMP 1 Bidukbiduk, sampai ke…

Senin, 18 Oktober 2021 15:07

Dorong Bank Turunkan Bunga Pinjaman

TANJUNG REDEB - Kebijakan pemerintah pusat memberikan nilai kurs kepada…

Minggu, 17 Oktober 2021 20:58

Polda Kaltim dan PT Indexim Coalindo Gelar Vaksinasi Massal

SANGATTA – Bersama PTIndexim Coalindo (IC), Polda Kaltim secara serentakmenggelar…

Sabtu, 16 Oktober 2021 13:01

Ketika Gubernur Kaltim Isran Noor Subuh-Subuh Kunjungi Gunung Boga, “This is So Beautiful and Amazing” - Judul

Untuk pertama kalinya, Gubernur Kaltim Isran Noor mengunjungi kawasan wisata…

Sabtu, 16 Oktober 2021 13:00

Kerusakan Hutan Parah, Sinyalemen Kuat Penyebab Banjir Paser dan PPU

Peneliti mencatat kerusakan hutan parah akibat deforestasi oleh perusahaan pemegang…

Sabtu, 16 Oktober 2021 12:57

Warga Adat Harus Dilibatkan Diskusi IKN

PENAJAM - Aspirasi kontra terhadap rencana ibu kota negara (IKN)…

Sabtu, 16 Oktober 2021 12:10

Pasar Induk Kecamatan Anggana Segera Terealisasi

Prokal.co, Tenggarong - Pasar induk di Kecamatan Anggana saat ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers