MANAGED BY:
JUMAT
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Senin, 07 Juni 2021 10:06
Dari Swedia, Lakso Anindito Turut Berjuang Bersama Pegawai KPK Lainnya

Endus Ketidakberesan Tes Wawasan Kebangsaan sejak Jauh Hari

Lakso Anindito

”Saya ikut mengajukan karena legal standing saya kuat sebagai pegawai KPK yang belum ikut TWK,” terangnya. Pemohon uji materi lainnya merupakan perwakilan 75 pegawai yang tidak lolos TWK. Yakni, Hotman Tambunan, Harun Al Rasyid, Rasamala Aritonang, Novariza, Faisal, Andre D. Nainggolan, Benydictus Siumala Martin, dan Tri Artining Putri.

Ada dua pasal di UU 19/2019 tentang KPK yang dimohonkan untuk diuji di MK. Keduanya adalah pasal 69B ayat (1) yang mengatur ketentuan alih status penyelidik dan penyidik KPK yang belum berstatus ASN dapat diangkat menjadi ASN. Serta, pasal 69C yang mengatur jangka proses peralihan alih status selama dua tahun sejak UU KPK mulai berlaku. Dua pasal itu diuji terhadap pasal 1 ayat (3), pasal 28D ayat (1), pasal 28D ayat (2), dan pasal 28D ayat (3) UUD 1945. Pengajuan gugatan tersebut didaftarkan ke MK pada Jumat (2/6) pekan lalu. ”Jadi, meski di sini (Swedia), saya tetap ikut (berjuang bersama pegawai KPK yang lain),” ujar pria yang mendapat beasiswa dari pemerintah Swedia tersebut.

Meski sedang belajar di luar negeri, Lakso sejatinya mengendus aroma ketidakberesan TWK jauh-jauh hari. Ketika gagasan TWK menjadi syarat alih status kepegawaian, Lakso sempat mengirimkan e-mail kepada pegawai dan pimpinan. ”Waktu itu saya sampaikan bahwa TWK tidak boleh untuk asesmen karena bertentangan dengan pasal 28D UUD 1945,” jelasnya.

Namun, argumen itu seolah tidak didengar pimpinan. TWK tetap dilaksanakan. Pada 5 April lalu, Lakso mendapat e-mail dari bagian sumber daya manusia (SDM) KPK. Isinya meminta Lakso ikut TWK pada 9 April. Karena sedang menempuh studi di Swedia, Lakso pun meminta mengikuti TWK secara dalam jaringan (daring). ”Tapi, entah kenapa waktu itu mintanya (TWK dilakukan secara) offline,” ungkapnya.

Lakso tidak mendapat konfirmasi tentang alasan TWK harus diadakan secara offline. Namun, dia mendengar dari bagian SDM KPK bahwa Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang ngotot meminta tes secara offline. ”Dari SDM menyampaikan bahwa BKN nggak bisa (TWK online),” ujarnya.

Dari situ, Lakso makin yakin bahwa ada yang tidak beres dengan TWK. Menurut dia, tes tersebut terkesan dipaksakan dan tidak akuntabel. ”Kalau mereka (BKN) firm, segala pertanyaan (TWK) itu seharusnya bisa saja dilakukan secara online,” tuturnya.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 17 Juni 2021 12:05
Perjuangan Panjang Ani Kasanah agar Resmi Menjadi Anang Sutomo (1)

Curhat kepada Bulik dan Teman Kenapa Tak Punya Payudara dan Tak Menstruasi

Diagnosis dokter menyebutkan, Ani Kasanah memiliki kelamin laki-laki, tapi kurang…

Rabu, 16 Juni 2021 15:27
Badminton Menemani Markis Kido sampai Napas Terakhir

Lucu, Gigih, dan Ngemong Pemain Muda

Meski memiliki riwayat hipertensi, Markis Kido tak pernah patah semangat…

Senin, 14 Juni 2021 10:56

Kenangan-Kenangan Tjoet Nja’ Dhien, Film yang Baru Saja Direstorasi

Pembuatan film penyabet delapan Piala Citra ini tak ubahnya proyek…

Senin, 07 Juni 2021 10:06

Dari Swedia, Lakso Anindito Turut Berjuang Bersama Pegawai KPK Lainnya

Berkuliah S-2 di Swedia sejak tahun lalu, permintaan Lakso Anindito…

Jumat, 04 Juni 2021 11:50
Sebuah Klinik yang Tak Hanya Menjaga Kesehatan, tapi Juga Merawat Hutan (2-Habis)

Hijau Diskon 70 Persen, Merah 30 Persen Saja

Iming-iming keringanan berobat dan pelibatan mantan pembalak adalah cara Klinik…

Rabu, 02 Juni 2021 14:21
Sebuah Klinik yang Tak Hanya Menjaga Kesehatan, tapi Juga Merawat Hutan (1)

Mengobati Sakit Pinggang dengan Durian, Cempedak untuk Cabut Gigi

Para pasien cukup membayar dengan bibit pohon, kompos, kerajinan, atau…

Rabu, 02 Juni 2021 11:13

Ngantor di Desa, Cara Bupati Banyuwangi Jemput Bola Beragam Urusan Warga

Warga melapor langsung ke Bupati Ipuk Fiestiandani, mulai soal infrastruktur,…

Minggu, 30 Mei 2021 12:35
Di Luar Indonesia ketika Gelombang Kedua Covid-19 Menghantam (3-Habis)

Saat Pintu Masuk Semua Negara Diperketat, Dapat Kabar Ayah Sakit

Ada yang memilih karantina 10 hari sebelum menemui ayah meski…

Rabu, 19 Mei 2021 13:22
Cerita Masyarakat Sipil Antikorupsi yang Mengalami Upaya Peretasan

WA Dibajak, Panggilan Robot, sampai Orderan Fiktif Gojek

Berbarengan dengan dihelatnya diskusi daring tentang pelemahan KPK, peneliti ICW,…

Rabu, 19 Mei 2021 13:02
Carenang Ringan Tangan dan Kepedulian kepada Lansia Sebatang Kara --sub

Jangan Lupa Sering Jengukin ke Sini Selagi Masih Ada Umur

Jauh dari anak atau keluarga, banyak kakek-nenek yang sudah sangat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers