MANAGED BY:
SELASA
27 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 06 Juni 2021 11:58
Suku Paser Huni Kawasan IKN Ribuan Tahun Lalu--JDL
Arkeolog Temukan Budi Daya Kepiting Bakau dan Madu Hutan
Temuan sejarah peradaban manusia lampau yang diperkirakan mencapai ribuan tahun lalu. Lokasinya di dekat lokasi yang direncanakan dibangun istana negara. Tampak Gua Panglima, di kecamatan Sepaku.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN–Kumpulan jejak peninggalan kebudayaan dan peradaban masa lalu di lokasi ibu kota negara (IKN) baru terus diteliti. Setelah menemukan gua yang telah dihuni manusia dengan perkiraan ribuan tahun, tim dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. (Puslit Arkenas) kembali mengumpulkan data mengenai adat dan kebudayaan leluhur suku yang mendiami wilayah tersebut.

Yaitu, suku Paser yang berada di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Kepala Puslit Arkenas Dr I Made Geria menerangkan, penelitian dilaksanakan di Kelurahan Mentawir di Kecamatan Sepaku. Di sana, masyarakat diketahui mengelola kawasan mangrove atau hutan. Termasuk membudidayakan kepiting bakau sebagai sumber pangan. Tak hanya itu, leluhur suku Paser di kelurahan tersebut juga mengelola hutan bambu untuk memproteksi aliran air saat hujan turun.

Dari kesimpulan para peneliti, kawasan itu sering kali hujan dengan intensitas tinggi dan mengakibatkan erosi. Keberadaan bambu di wilayah tersebut juga dimanfaatkan masyarakat untuk kerajinan. Semacam topi dan bakul. “Jadi ada nilai kearifan, yang sejak dulu dikelola mereka. Dan juga untuk menyelamatkan kawasan sungai, yang ada di situ di lingkungan. Yang hanya bisa dimanfaatkan ketika musim hujan,” katanya saat ditemui Kaltim Post di Lobi Hotel Gran Senyiur, Jumat (4/6).

Dari hasil penelitian di Kelurahan Mentawir yang sudah didiami suku Paser, kini telah berbaur dengan pendatang. Dan memunculkan multi-kultur yang harmonis. Selain itu, masyarakat adat Paser mendiami hutan di Kelurahan Sepan di Kecamatan Penajam. Mereka mengelola kawasan hutan di sana dengan membudidayakan madu hutan. “Kalau hutannya habis, mereka tidak bisa memproduksi madu. Sehingga masih tetap dilindungi. Karena ingin memanfaatkan hutan itu. Dalam artian, bukan menghabiskan tapi memikirkan keberlanjutannya,” terang dia.

Sehingga dapat disimpulkan sementara, masyarakat adat yang mendiami wilayah calon IKN baru sudah mendapat warisan kebudayaan dari leluhurnya untuk kehidupan berkelanjutan. Mereka hanya perlu mendapat perhatian lebih agar pengelolaannya bisa lebih baik. Lanjut dia, nantinya ada beberapa rekomendasi yang akan dihasilkan. Selain tulisan ilmiah, ada beberapa rekomendasi kebijakan pelestarian yang menjadi nilai penting.

Temuan itu, sambung dia, akan disampaikan kepada pemerintah agar ditindaklanjuti oleh kementerian atau lembaga terkait saat pembangunan IKN baru ini. “Tentunya dalam hal ini, penguatan terhadap keberadaan IKN. Terkait dengan nilai-nilai kebudayaan tadi. Mendekati walaupun tidak sempurna, tetapi bisa dimaknai, bahwa ada value(nilai)yang tidak bisa kita tinggalkan. Saat pembangunan IKN nanti,” ungkapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 27 Juli 2021 14:16

Capaian Vaksinasi di Kaltim Masih Sangat Rendah

Capaian atau realisasi program vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur…

Selasa, 27 Juli 2021 11:14

Calon Anggota DPD Pengganti Almarhum Muhammad Idris, Nanang Sulaiman Kandidat Kuat

BALIKPAPAN-Pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPD RI (alm) Muhammad Idris sepenuhnya…

Selasa, 27 Juli 2021 11:13
Delapan Daerah Terapkan PPKM Level 4

Kaltim Jadi Provinsi dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Luar Jawa-Bali

PENAJAM-Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 tak hanya untuk…

Selasa, 27 Juli 2021 11:05

Bincang dengan Zahra dan Keluarga setelah Terduga Penculik Ditangkap

Selama Zahra disembunyikan, dia mengaku tak pernah disakiti. Tapi ketika…

Selasa, 27 Juli 2021 11:01

Investasi KEK Maloy Jalan di Tempat, Pemilihan Lokasi Disorot Bappenas

KEK Maloy awalnya digadang-gadang sebagai pusat ekonomi baru di luar…

Senin, 26 Juli 2021 17:59

Keluarkan Instruksi PPKM Level 4, Walikota Andi Harun Minta Maaf Bila Ada Kekurangan

SAMARINDA - Walikota Samarinda Andi Harun mengeluarkan Instruksi Walikota Samarinda…

Senin, 26 Juli 2021 14:17

PPKM Level 4 Diperpanjang: Warteg, PKL, dan Mal Boleh Buka

Perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 hingga 25…

Senin, 26 Juli 2021 11:33
Epidemiolog Nilai PPKM Tetap Tak Efektif

PPKM Level 4 Diperpanjang Hingga 2 Agustus, Luhut Janji Pelanggar Aturan Dapat Sanksi Tegas

JAKARTA- Presiden Joko Widodo kemarin(25/7) mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat…

Senin, 26 Juli 2021 10:57
Waswas dengan Kualitas Pendidikan Pelajar di Era Pandemi

Ketika Anak-anak Mulai Jenuh Belajar Jarak Jauh

Peliput: M Ridhuan Nofiyatul Chalimah     Belajar jarak jauh…

Senin, 26 Juli 2021 10:37

Anak Belajar di Rumah, Orangtua Harus Bisa Beradaptasi

KONDISI pandemi Covid-19, membuat anak-anak kini harus belajar di rumah.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers