MANAGED BY:
SELASA
27 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Minggu, 06 Juni 2021 11:21
Sebagian Besar Alutsista Memprihatinkan, Kemhan Yakinkan Modernisasi Terlaksana
F-15 EX yang digadang akan memperkuat udara Indonesia.

PROKAL.CO,

JAKARTA- Penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI berulang kali disampaikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Belakangan niatan tersebut semakin kentara. Bocornya rancangan peraturan presiden (raperpres) alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) menunjukkan betapa Kementerian Pertahanan (Kemhan) ingin penguatan tersebut segera dilakukan. 

Tidak tanggung, orang nomor satu di Kementerian Pertahanan (Kemhan) tersebut ingin melakukan pengadaan untuk lima renstra sekaligus. Kamis (3/6) Juru Bicara (Jubir) Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bahwa alutsista yang kuat masuk dalam rencana strategis Prabowo. "Memiliki alat peralatan pertahanan dan keamanan yang efektif dan mutakhir," jelas dia. Tentu dengan dukungan industri pertahanan (inhan) berkualitas.

 Keinginan itu didorong berbagai ancaman. Mulai dari ancaman aktual, ancaman potensial, sampai ancaman hibrida. Selain itu, Kemhan pun melihat kondisi alutsita TNI saat ini sudah perlu dibenahi. "Dengan juga melihat kondisi alpalhankam yang faktualnya memang sudah tua," jelasnya. Bahkan Dahnil menyebut 60 persen dari total alutsista berusia sangat tua, usang, dan memprihatinkan. "Dengan demikian modernisasi alpalhankam adalah keniscayaan," imbuhnya. 

Sejak 2007 pemerintah sudah memetakan minimum essential force (MEF) yang kemudian masuk dalam renstra TNI. Tujuannya memastikan TNI terus bertambah kuat. Sayangnya, pemenuhan kebutuhan TNI berdasar renstra tidak melulu mulus berjalan. Rencana pengadaan pesawat tempur guna menggantikan pesawat F-5 Tiger misalnya. Sampai saat ini masih belum terlaksana. Padahal menhan sebelum Prabowo sudah mengupayakan hal tersebut. 

Belum lagi, insiden-insiden kecelakaan melibatkan alutsista yang terjadi. Kondisi itu sedikit banyak ikut mempengaruhi capaian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan TNI. Tenggelamnya KRI Nanggala-402 akhir April lalu misalnya. Insiden tersebut menjadi kehilangan luar biasa bagi TNI AL. Mereka kehilangan 53 personel terbaik dan alutsista kapal selam yang jumlahnya tengah diupayakan terus ditambah. Sebab, angka ideal kapal selam sesuai postur yang sudah di susun sebanyak 12 unit. 

Tidak heran, munculnya raperpres alpalhankam dengan rincian uang USD 124.955.000.000 untuk belanja alutsista langsung mendapat sorotan dari banyak pihak. Sebab, dengan uang yang dihitung mencapai 1,7 ribu triliun atau kuadriliun tersebut, Kemhan akan membeli alutsista yang disebut mampu memenuhi kebutuhan TNI sesui postur ideal. Dan dengan uang sebanyak itu pula, postur tersebut diyakini akan bertahan sampai 2044 mendatang. 

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers