MANAGED BY:
JUMAT
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 04 Juni 2021 09:53
Ketika Sains Jadi Jawaban Konflik Orang Utan dan Sawit

Wajib Menjaga Areal Konservasi agar Keseimbangan Terjadi

PROKAL.CO,

Sekitar 80 persen orang utan tinggal di kawasan non-konservasi yang rawan konflik. Mereka tak lagi hidup dalam hutan hujan Kalimantan yang terkenal itu.

 

SATWA yang kerap disebut berkonflik dengan kebun sawit adalah orang utan. Padahal, kebun sawit bisa menjadi penjaga orang utan. Memang, satwa ini sering dianggap hama karena memakan umbut sawit atau sawit muda. Tetapi, umbut sawit bukanlah makanan utama orang utan. Maka dari itu, dengan sains, jalan tengah bisa diupayakan. Namun, perlu komitmen dari pengusaha kebun sawit.

Di Kaltim, ada 1,2 juta hektare kebun sawit. Lebih dari setengah sektor pertanian Kaltim juga dari kontribusi sawit. Di sisi lain, diperkirakan, ada sekitar 65 ribu orang utan di seluruh Kalimantan. Tetapi, tak semua hidup adem ayem di hutan. Mereka banyak tinggal di kebun sawit, pertambangan, permukiman, hingga HTI (hutan tanaman industri). Hal ini dijelaskan Yaya Rayadin, peneliti dari Ecology and Conservation Center for Tropical Studies. Lelaki yang juga akademisi Universitas Mulawarman (Unmul) ini, sudah melakukan riset belasan tahun soal orang utan.

Yaya dan timnya melakukan berbagai penelitian tentang tingkah laku hewan. Salah satunya dengan memasang camera trap. Dari kamera itu, Yaya merekam bagaimana pergerakan hewan, kemudian mempelajari perilakunya. Dia mengatakan, dalam upaya konservasi orang utan, yang diperlukan adalah memahami perilaku satwa ini. "Hal ini pun terus berkembang. Ada teori saya yang di awal, ternyata setelahnya bisa tak relevan lagi. Orang utan itu pintar loh," jelasnya. Dia menceritakan, misal bertemu dengan orang utan di area tambang atau sawit, dan ingin mengamati mereka, dia hanya bisa mengamati dari dalam mobil yang masih menyala mesinnya namun tak jalan.

Pada momen itu, orang utan akan lebih tenang. Berbeda, ketika mesin mobil dimatikan, maka si orang utan akan pergi. Dengan pengamatan perilaku, dia bisa menemukan formula konservasi orang utan di sebuah kebun sawit. Namun, upaya konservasi di kebun sawit A bisa berbeda dengan kebun sawit B. "Kesulitan membuat rencana konservasi orang utan di kebun sawit itu berbeda-beda. Tetapi, tentu saja lebih mudah yang membangun konservasi sebelum kebun sawit dibuat, daripada yang sudah berjalan kebun sawitnya, baru hendak membuat kawasan konservasi," katanya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 25 Juni 2021 11:03

Pacu Ekonomi Pesisir, Pemprov Kaltim Berharap Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil

BALIKPAPAN – Pemprov Kaltim berharap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2…

Jumat, 25 Juni 2021 11:02

Pemulihan Pariwisata Sulit Diprediksi, Berharap Tuah Perpindahan IKN

Industri pariwisata kembali mendapat tekanan. Pelaku usaha di Bumi Etam…

Kamis, 24 Juni 2021 16:45

Karyawan Minimarket Rekam Gadis 23 Tahun di Toilet, Mengaku Videonya Buat Koleksi Pribadi

SAMARINDA - Seorang karyawan salah satu minimarket jejaring nasional di…

Kamis, 24 Juni 2021 12:56

Idealnya Lahan Supermal Jadi Sekolah

Jalur zonasi yang diributkan orangtua siswa pada penerimaan peserta didik…

Kamis, 24 Juni 2021 12:54

Robot yang Bisa Deteksi Objek Transparan

PERMUKAAN transparan dan reflektif tampaknya akan membingungkan bagi robot. Itulah…

Kamis, 24 Juni 2021 12:47

Kasus Covid-19 Kembali Tembus Rekor, Presiden Minta Kepala Daerah Serius Jalankan PPKM Mikro

JAKARTA–Pertumbuhan kasus Covid-19 kembali memecahkan rekor baru. Rabu (23/6), jumlah…

Kamis, 24 Juni 2021 12:45
Kewenangan Diamputasi, Pertambangan Serampangan

Jatam Ajak Pemprov Judicial Review UU Minerba

SAMARINDA–Sebanyak 77,5 juta ton batu bara akan diambil dari perut…

Kamis, 24 Juni 2021 10:49

Kewalahan, Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut dengan Truk

Beberapa hari terakhir, jumlah pasien positif Covid-19 mengalami lonjakan yang…

Kamis, 24 Juni 2021 10:47

Utang Luar Negeri Indonesia Rp 6.445 Triliun, Bappenas: Banyak yang Rasionya Lebih Buruk

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti utang pemerintah yang terus membengkak.…

Rabu, 23 Juni 2021 21:00
Tiap Tahun, PPDB Selalu Jadi Temuan Ombudsman

Edukasi Kurang, Jumlah Sekolah Tidak Merata

Selain faktor geografis, jumlah penduduk usia masuk sekolah dan daya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers