MANAGED BY:
JUMAT
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 04 Juni 2021 09:51
Minim Konflik setelah Konservasi Orang Utan

PROKAL.CO,

SALAH satu perusahaan yang menerapkan konservasi orang utan adalah Triputra Agro Persada Group. Diterangkan CEO Region Kaltim 3 Triputra Agro Persada Group Joko Minto Cahyono, pihaknya sudah memulai upaya konservasi orang utan sejak 2014. "Di mana kami melakukan kajian identifikasi dan inventarisasi kawasan bernilai konservasi tinggi, di dalam konsesi perkebunan kami. Termasuk di dalamnya identifikasi kawasan-kawasan yang bersifat penting bagi keberadaan populasi orang utan," terangnya.

Lalu, pada 2018, perusahaan juga menginisiasi program pengelolaan populasi orang utan bekerja sama dengan peneliti dari Ecology and Conservation Center for Tropical Studies.

Program tersebut menetapkan areal hutan Mayong Merapun di PT Yudha Wahana Abadi dan PT General Aura Semari, sebagai pilot project Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) di perkebunan kelapa sawit untuk melindungi habitat populasi orang utan dan satwa liar dilindungi lainnya.

Setahun kemudian, perusahaan juga membentuk Satuan Tugas Mitigasi Konflik Satwa Liar. Tugas utama tim ini adalah melakukan tindakan preventif, serta mitigatif terhadap konflik satwa liar yang mungkin terjadi. Termasuk serangan orang utan terhadap tanaman kelapa sawit. Tim Satgas tersebut tersertifikasi melalui training yang diberikan oleh Tim Ecositrop, Balitek KSDA serta Pusdiklat Kehutanan Samarinda. Joko menambahkan, pada prinsipnya hubungan perkebunan atau aktivitas manusia dengan satwa liar sangat penting.

"Kami percaya dan berkomitmen terhadap upaya mitigasi konflik spesies orang utan. Dapat dicapai dengan menjaga hutan yang menjadi habitat orang utan di dalam konsesi perkebunan kelapa sawit milik perusahaan. Dengan tetap terjaganya keberadaan hutan yang ada, akan memberikan cover and shelter serta ketersediaan pakan yang menjamin keberlangsungan kehidupan populasi tersebut," bebernya.

Meski begitu, upaya konservasi yang dilakukan, juga ada tantangannya. Joko menjelaskan, tekanan dan ancaman dari faktor eksternal merupakan salah satu tantangan yang harus mereka hadapi di lapangan. Beragam bentuk ancaman dari pihak eksternal. Seperti pembukaan lahan untuk perladangan serta kebakaran lahan dan hutan. Sampai saat ini, sebut dia, hal itu merupakan tantangan yang masih harus dihadapi perusahaan dalam upaya konservasi orang utan di dalam konsesinya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 25 Juni 2021 11:03

Pacu Ekonomi Pesisir, Pemprov Kaltim Berharap Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil

BALIKPAPAN – Pemprov Kaltim berharap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2…

Jumat, 25 Juni 2021 11:02

Pemulihan Pariwisata Sulit Diprediksi, Berharap Tuah Perpindahan IKN

Industri pariwisata kembali mendapat tekanan. Pelaku usaha di Bumi Etam…

Kamis, 24 Juni 2021 16:45

Karyawan Minimarket Rekam Gadis 23 Tahun di Toilet, Mengaku Videonya Buat Koleksi Pribadi

SAMARINDA - Seorang karyawan salah satu minimarket jejaring nasional di…

Kamis, 24 Juni 2021 12:56

Idealnya Lahan Supermal Jadi Sekolah

Jalur zonasi yang diributkan orangtua siswa pada penerimaan peserta didik…

Kamis, 24 Juni 2021 12:54

Robot yang Bisa Deteksi Objek Transparan

PERMUKAAN transparan dan reflektif tampaknya akan membingungkan bagi robot. Itulah…

Kamis, 24 Juni 2021 12:47

Kasus Covid-19 Kembali Tembus Rekor, Presiden Minta Kepala Daerah Serius Jalankan PPKM Mikro

JAKARTA–Pertumbuhan kasus Covid-19 kembali memecahkan rekor baru. Rabu (23/6), jumlah…

Kamis, 24 Juni 2021 12:45
Kewenangan Diamputasi, Pertambangan Serampangan

Jatam Ajak Pemprov Judicial Review UU Minerba

SAMARINDA–Sebanyak 77,5 juta ton batu bara akan diambil dari perut…

Kamis, 24 Juni 2021 10:49

Kewalahan, Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut dengan Truk

Beberapa hari terakhir, jumlah pasien positif Covid-19 mengalami lonjakan yang…

Kamis, 24 Juni 2021 10:47

Utang Luar Negeri Indonesia Rp 6.445 Triliun, Bappenas: Banyak yang Rasionya Lebih Buruk

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti utang pemerintah yang terus membengkak.…

Rabu, 23 Juni 2021 21:00
Tiap Tahun, PPDB Selalu Jadi Temuan Ombudsman

Edukasi Kurang, Jumlah Sekolah Tidak Merata

Selain faktor geografis, jumlah penduduk usia masuk sekolah dan daya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers