MANAGED BY:
KAMIS
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 02 Juni 2021 13:39
Pembangunan IKN Dikhawatirkan Berdampak pada Keanekaragaman Hayati
Perlu Pendataan Spesies Langka di Kawasan IKN

Perubahan rona lingkungan pasti berdampak pada spesies yang mendiaminya. Perlu inventarisasi agar bisa menentukan langkah penyelamatan spesies tersebut.

 

BALIKPAPAN – Tahapan pembangunan ibu kota negara (IKN) baru dikhawatirkan berdampak buruk bagi lingkungan. Khususnya terhadap keanekaragaman hayati di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto dan Teluk Balikpapan. Yang direncanakan masuk Kawasan Perluasan IKN (KP-IKN).

Pengamat Lingkungan Kaltim Bernaulus Saragih pun mengamini keanekaragaman hayati yang ada saat ini pasti akan terdampak saat kegiatan pembangunan IKN dimulai. Menurut dia, setiap perubahan rona lingkungan pasti berdampak terhadap spesies yang ada di sana. Bisa berdampak positif dan negatif.

“Makanya harus dimulai dengan inventarisasi yang benar dulu, sehingga ada data. Mana yang langka, mana yang terancam punah, dan mana kawasan yang memiliki HVCF,” kata dia kepada Kaltim Post, Selasa (1/6).

Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman itu menyarankan beberapa tahapan perlindungan keanekaragaman hayati yang bisa dilakukan pada kawasan calon IKN. Yakni pemerintah perlu melakukan inventarisasi serta pemetaan wilayah keanekaragaman hayati dan ekosistem di kawasan tersebut.

Selanjutnya, bisa melakukan penentuan mana spesies atau ekosistem yang termasuk langka atau masuk endangered species. Yang spesies atau ekosistem tersebut terancam punah. “Demikian juga, mana kawasan atau wilayah yang memiliki nilai konservasi tinggi atau high value conservation forest (HVCF),” terang dia.

Setelah itu, Saragih menyarankan pemerintah untuk melakukan konservasi atau perlindungan secara in situ atau ex situ. Setelah mendapat data terkait keanekaragaman hayati pada lokasi calon IKN tersebut.

Konservasi secara in situ berarti bahwa wilayah, spesies, atau kawasan tersebut harus dilindungi dan tidak boleh diganggu, sehingga harus dipertahankan. Tidak boleh dibangun apapun pada areal tersebut untuk IKN.

Sementara konservasi secara ex situ, bisa saja spesies langka tersebut dipindahkan ke daerah lain. Baik di alam menyerupai habitat aslinya atau dalam kebun atau taman. “Jadi, pilihan mana yang akan dilakukan, sangat bergantung pada hasil inventarisasi spesies dan kemampuan pemerintah,” pungkas dia. (kip/dwi/k16)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 20 Oktober 2021 19:47

Wacana Terapkan Parkir Berlangganan, Berencana Gandeng Polda Kaltim

SAMARINDA–Karut-marut pengelolaan parkir di berbagai penjuru ruas jalan Samarinda, menjadi…

Selasa, 19 Oktober 2021 21:24

Proyek Jalan Lingkar IKN Bisa Dimulai 2022

BALIKPAPAN–Perencanaan infrastruktur kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) ibu kota negara…

Selasa, 19 Oktober 2021 21:21

Imbas Curah Hujan Tinggi dan Pembukaan Lahan, Akses Bandara Lumpuh

SAMARINDA-Lalu lintas di Samarinda Utara nyaris lumpuh Senin (18/10). Banjir…

Selasa, 19 Oktober 2021 21:18

Fungsi Kaltim “Disunat”, Tak Bisa Banyak Berbuat

  HARGA batu bara lagi tinggi-tingginya. Kondisi itu bisa memicu terjadinya…

Selasa, 19 Oktober 2021 21:12

Membebaskan Pelabuhan Feri Penajam dari Praktik Cashback Perlu Ketegasan dari Regulator

SAMARINDA–Praktik cashback di pelabuhan feri masih terjadi. Terutama kendaraan yang…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:46

Drama Pencopotan Makmur Bakal Panjang, Berlanjut ke Pengadilan, Golkar Singgung Senioritas dan Legawa

SAMARINDA–Langkah Makmur HAPK untuk mengadang upaya DPD Golkar Kaltim yang…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:44

IKN yang Tanpa Merusak Hutan

Oleh: Dr Isradi Zainal Rektor Universitas Balikpapan   GREEN city merupakan…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:29

Masih Ada Cashback, Operator Diminta Lapor

Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan diyakini sudah terbebas dari praktik cashback atau uang…

Senin, 18 Oktober 2021 13:55

Bandara APT Pranoto "Hilang", Banjir Tenggelamkan 32 Titik Jalan di Samarinda

SAMARINDA - Hujan yang deras terjadi sejak Senin (18/10/2021) dini…

Senin, 18 Oktober 2021 13:28

Sulitnya Pelabuhan Feri Terbebas dari Praktik Cashback, Sepi di Kariangau, Kini Masif di Penajam

Pengondisian muatan di pelabuhan feri belum sepenuhnya hilang. Nyatanya masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers