MANAGED BY:
SELASA
03 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Selasa, 01 Juni 2021 11:59
PPDB, Zonasi Adalah Solusi atau Masalah?

Sistem perekrutan jalur zonasi digadang-gadang menjadi alternatif yang baik dalam perekrutan peserta didik. Dalam laporan pusat data dan statistik pendidikan dan kebudayaan Setjen Kemendikbud 2018 yang berjudul Sistem Zonasi Strategi Pemerataan Pendidikan yang Bermutu dan Berkeadilan, salah satu tujuan dilaksanakannya sistem zonasi PPDB dan zonasi mutu pendidikan yakni menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan objektif, transparan, akuntabel, nondiskriminatif, dan berkeadilan dalam rangka mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.

Zonasi diharapkan menghapus stigma sekolah khusus orang pintar, sekolah hanya milik si "kaya", atau sekolah hanya pemegang sertifikat "berprestasi". 

Harapan penerapan zonasi belum menjadi kenyataan. Pandangan untuk bersekolah di tempat berkualitas masih mewarnai setiap pelaksanaan PPDB. Guru berkualitas, fasilitas yang tersedia, dan lingkungan sekolah yang baik untuk pengembangan karakter menjadi pilihan utama. Belum lagi sekolah yang sudah mempunyai track record prestasi untuk siswanya dan mempunyai jalur beasiswa pendidikan lanjutan ke jenjang di atasnya akan meyakinkan orangtua agar anaknya bersekolah di tempat tersebut.

Setiap PPDB, bukannya memberikan kemudahan, sistem zonasi malah membuat orangtua harus berjibaku "menemukan" sekolah yang baik untuk anaknya. Akan ada orangtua yang kecewa, sedih, dan pasrah menerima kenyataan bahwa anaknya tidak lolos dalam jalur zonasi.

Untuk anak guru, rumah berjarak dekat dengan sekolah apalagi yang berlabel sekolah "idaman" atau calon siswa yang memiliki prestasi yang mentereng bukan jadi masalah diterima sekolah. Apa yang salah dalam jalur zonasi? Apakah jalur zonasi merupakan masalah atau sebuah solusi? Sekurang-kurangnya ada tiga catatan yang dapat menjawab dalam penerapan jalur zonasi.

Pertama, nilai atau pengalaman.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 02 Agustus 2021 21:03

Kolaborasi Guru-Orang Tua di Masa Pandemi

Oleh: Imran Duse   Pagi tadi, sebuah pertanyaan tak terduga…

Jumat, 23 Juli 2021 12:45

Potensi Maritim IKN yang Luar Biasa

Oleh: Dr Isradi zainal Rektor Uniba, Ketua PII Kaltim, Sekjen…

Senin, 19 Juli 2021 11:00

Racun Media Sosial

Oleh: Imran Duse* Teknologi digital kini hadir menjadi bagian tak…

Sabtu, 17 Juli 2021 12:58

Dampak Ekonomi Pemindahan IKN ke “Sepakunegara”

Oleh: Dr Isradi Zainal (Rektor Universitas Balikpapan, Sekjen FDTI, Ketua…

Sabtu, 17 Juli 2021 12:39

Kurban Ritual dan Sosial

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Sabtu, 10 Juli 2021 12:10

Bola Itu Bulat

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Jumat, 09 Juli 2021 12:40

Literasi Budaya Tingkilan dalam Membangun Keberaksaraan

Oleh: Tri Widayati  Widyaprada BP PAUD Dikmas Kaltim   Literasi…

Senin, 05 Juli 2021 15:09

Media Sosial dan Gerakan Mahasiswa

Oleh : Imran Duse Postingan BEM UI soal “The King…

Senin, 05 Juli 2021 12:14

Anak Berhadapan dengan Hukum, Salah Siapa?

Oleh: Dewi Zuhroyda Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Kelas II Balikpapan…

Minggu, 04 Juli 2021 20:59

EDS OPTA, Langkah Mempercepat Peningkatan Kualitas Pendidikan yang Mandiri dan Berkelanjutan

Oleh : Dr.H.Tulus Sutopo, S.Pd.,MM.Pd (SDGs Academy Indonesia, Disdikbud Kab.Kutai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers