MANAGED BY:
JUMAT
06 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 01 Juni 2021 10:35
Sepaku Dulunya Pusat Industri Pengolahan Logam
Temuan Arkeolog, IKN Dihuni Manusia sejak 4 Ribu Tahun Lalu
DEKAT ISTANA NEGARA: Gua Panglima yang ditemukan oleh arkeolog tak jauh dari titik nol Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. PUSAT PENELITIAN ARKEOLOGI NASIONAL UNTUK KP

Penelitian itu baru dilaksanakan pada satu gua. Sebagai tonggak awal hunian di wilayah ini. Truman menyebut, hunian tersebut ada juga di wilayah Kalimantan lainnya. Seperti di lereng barat Pegunungan Meratus di Kalsel, lalu ke utara ke arah Sangkulirang, Kutim. Jadi, dapat disimpulkan sejak ribuan tahun lalu, ada kewilayahan yang sudah dihuni secara kontemporer oleh manusia. Dan ada interaksi di antara mereka.

Itu terlihat dari temuan peralatan yang sama di lokasi yang sudah diteliti. Selain gua, tim peneliti juga menemukan semacam industri peleburan logam di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku. Diduga, sebelumnya sebagai pusat industri pengolahan logam. Sebarannya sangat luas. Mulai tepi pantai sampai hulu sungai. “Area ini sudah terlacak minimal radius 3 kilometer. Wilayah yang sudah teridentifikasi,” katanya.

Di kawasan itu, ditemukan terak besi atau ampas sisa pengolahan besi. Kemudian bahan peleburan besi, semacam laterit dan lelehan besi. Serta alat untuk melebur pahat pada tuyer atau lubang tungku pembakaran. “Kami juga belum tahu sejak kapan industri itu berkembang di sana,” lanjutnya. Terlepas dari itu, kata dia, dapat disimpulkan sementara bahwa di wilayah yang akan dijadikan IKN itu dulunya semacam pusat perkembangan logam.

Paling tidak untuk skala lokal. Walau begitu, sangat memungkinkan juga, untuk perkembangan logam untuk wilayah Kalimantan. “Jadi, masih banyak tanda tanya yang belum bisa kami jawab. Namun, dengan keberadaan itu, setidaknya sudah tergambarkan bahwa wilayah itu dihuni para leluhur kita. Dan memiliki capaian besar untuk mengembangkan teknologi metalurgi,” terang Truman.

Temuan ini, sambung dia, menjadi milestone atau tonggak sejarah dari peradaban manusia di dunia. Setelah menemukan logam, mengetahui teknologi peleburan dan pembuatan alat, peradaban cepat berkembang. Walaupun di sisi lain, negatifnya adalah menciptakan konflik malah semakin merajalela. Dengan adanya senjata, di wilayah tertentu malah terjadi konflik horizontal. Karena merasa kuat, punya senjata yang bisa diandalkan. Tapi terlepas dari itu, dampaknya terhadap peradaban dunia sangat terasa.

“Ini semua jangan sampai hilang. Oleh sebab itu, di akhir penelitian kita, akan menghasilkan buku besar tentang Kalimantan. Di mana, kami sebatas meneliti, memberikan rekomendasi. Artinya ibu kota yang justru menghancurkan, memusnahkan, menghilangkan nilai-nilai lokal. Bisa dalam lingkup lingkungan, budaya, dan sejarah,” pesannya. Lanjut dia, penelitian melibatkan 50 orang. Selain arkeolog, ada pula ahli bahasa, ahli sejarah, dan antropolog yang terlibat.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 05 Agustus 2021 12:19
Satgas Penanganan Covid-19 Pusat Kunjungi Balikpapan

Jangan Tunggu Kritis Baru Dirujuk ke Rumah Sakit

BALIKPAPAN-Kekurangan oksigen medis untuk pasien Covid-19 di Kaltim segera terpenuhi.…

Kamis, 05 Agustus 2021 11:57
Angka Kematian Diprediksi Turun Medio Agustus

Pasien Covid-19 Membeludak, Nakes Terpaksa Kerja 16 Jam Sehari

Pandemi Covid-19 di Indonesia telah merenggut lebih dari 100 ribu…

Kamis, 05 Agustus 2021 09:46

Seluruh Penduduk Wuhan Dites Covid-19, Takut Lockdown Lagi Penduduk Borong Belanjaan

BEIJING – Wuhan, Hubei, Tiongkok, tak mau mengulang sejarah. Dikuntara…

Kamis, 05 Agustus 2021 09:35
Sebulan Keluarkan 40 Lembar Surat PCR Palsu

Kasus Surat PCR Palsu, Manajer dan Karyawan Klinik Kesehatan Ditetapkan Tersangka

Dari biaya Rp 900 ribu per surat, sebesar Rp 250…

Kamis, 05 Agustus 2021 09:34

Berharap MK Kabulkan Judicial Review UU Minerba

SAMARINDA-Jalan menggugat Undang-Undang Mineral Batu Bara (Minerba) 2020, tinggal pada…

Rabu, 04 Agustus 2021 10:03
Mereka Meniti Mimpi, Mereka Menuai Apresiasi

Apriyani Waktu Kecil Hanya Dianggap Banyak Makan, Pakai Raket Kayu yang Senarnya Disambung

Raihan emas Greysia Polii dan Apriyani Rahayu adalah buah perjuangan…

Rabu, 04 Agustus 2021 09:57

Wali Kota Minta Polisi Ungkap Pembuat Surat Antigen Palsu

BONTANG–Kasus penggunaan rapid antigen palsu di Pelabuhan Loktuan, Bontang, yang…

Rabu, 04 Agustus 2021 09:55

Data Bencana Jadi Rujukan Kebijakan Daerah

DATA dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)…

Rabu, 04 Agustus 2021 09:51
Memuat Kendaraan di Pelabuhan Ditengarai Ada Kesalahan Prosedur

Dugaan Pengondisian di Feri Jadi Temuan Kejari

BALIKPAPAN–Kasus pengondisian muatan di Pelabuhan Feri Kariangau terus bergulir di…

Selasa, 03 Agustus 2021 19:55

Sempat Ajari Pemulasaran Jenazah Covid-19, Dokter Forensik RSUD AWS Meninggal

SAMARINDA - Kabar duka menyelemuti tenaga dokter RSUD Abdul Wahab…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers