MANAGED BY:
JUMAT
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 01 Juni 2021 10:35
Sepaku Dulunya Pusat Industri Pengolahan Logam
Temuan Arkeolog, IKN Dihuni Manusia sejak 4 Ribu Tahun Lalu
DEKAT ISTANA NEGARA: Gua Panglima yang ditemukan oleh arkeolog tak jauh dari titik nol Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. PUSAT PENELITIAN ARKEOLOGI NASIONAL UNTUK KP

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN-Ibu kota negara (IKN) baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) tampaknya menyimpan sejarah peradaban manusia lampau. Usianya diperkirakan ribuan tahun lalu. Hal itu diketahui setelah puluhan arkeolog menemukan sebuah gua, tak jauh dari kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN.

Penelitian dilaksanakan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. Lembaga penelitian pemerintah yang khusus ditugaskan untuk menggali, mengembangkan, dan memasyarakatkan sejarah, peninggalan, dan capaian leluhur Indonesia. Mulai keberadaan manusia awal sampai manusia sekarang. Penelitian di IKN dilaksanakan sejak tahun lalu. “Ada temuan-temuan di luar perkiraan sebelumnya. Salah satu temuan hunian gua, yaitu Gua Panglima di Kecamatan Sepaku. Menurut tim kami, jarak lurusnya itu hanya sekitar 5 kilometer dari titik nol (IKN). Artinya, itu masuk di zona inti dari IKN itu sendiri,” kata Ketua Tim Peneliti Prof Harry Truman Simanjuntak kepada Kaltim Post di Balikpapan,Sabtu (29/5).  

Dia melanjutkan, gua ini tidak terjangkau oleh manusia. Terletak di pegunungan karst di hutan primer. Lokasinya cukup sulit diakses lantaran tertutup hutan belantara. Dari hasil penelusuran tersebut, ditemukan informasi bahwa manusia sudah menghuni gua tersebut sejak ribuan tahun lalu. Kesimpulan itu setelah membandingkan data-data regional yang telah dihimpun Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

“Jadi, wilayah IKN itu sudah punya sejarah yang panjang. Leluhur kita sudah menghuni wilayah ini. Saya berani mengatakan sejak ribuan tahun yang lalu. Ribuan tahun berapa? Kita harus bersabar dulu. Tapi dari data temuan itu, minimal 4-5 ribu tahun yang lalu sudah ada dihuni itu,” jabarnya. Dari hasil penelitian itu juga, arkeolog menemukan artefak atau sisa peralatan berbahan batu dan tulang di dalam gua tersebut. Manusia yang pernah menghuni gua tersebut, membuat peralatannya dengan cukup bagus. Seperti spatula atau sutil (peralatan memasak) berbahan tulang. Ada pula dari cangkang kerang laut. Padahal wilayah tersebut jauh dari laut.

“Tetapi leluhur kita, mampu dengan kemampuan menjelajahnya, sampai ke pinggiran pantai. Terus dia bawa molusca laut itu,” tutur pria berkacamata ini. Peralatan lainnya, batu dari sungai yang mereka gali. Lalu, ada sisa pembakaran di dalam gua. Hal itu mengindikasikan yang menghuni gua tersebut sudah memanfaatkan api untuk berbagai keperluan. “Mungkin mengolah makanan, atau juga memanaskan tubuh, dan macam-macam,” sambung alumnus jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Temuan lainnya, sisa manusia yang ada di gua itu. Walaupun dalam bentuk fragmen atau bagian tulang. Bukan dalam bagian tulang lengkap yang ditemukan dalam kuburan. Akan tetapi, menurutnya hal itu dapat dimaklumi. Sebab, kegiatan tersebut baru penelitian pendahuluan. Belum menjangkau banyak ruang. “Jadi, ada sisa-sisa manusia. Baik berupa gigi maupun fragmen tulang lengan. Dan ada beberapa lagi, yang masih perlu dianalisis. Karena kelihatannya juga bagian dari manusia,” jelas Truman.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 18 Juni 2021 13:39

Kaltim Masuk Kategori Provinsi Miskin Inovasi, Pengamat : Ini Tamparan untuk Berbenah

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis daftar daerah yang miskin inovasi.…

Jumat, 18 Juni 2021 10:52

Kaltim Dituntut Siapkan Kawasan Industri Penyangga IKN

SAMARINDA - Kaltim dituntut menghadirkan kawasan industri yang mampu mendukung…

Jumat, 18 Juni 2021 10:40
Inggris vs Skotlandia

Pirlo dari Yorkshire Mencari Perhatian

LONDON– Enam tahun lalu, muncul petisi #TakeUsWithYouScotland yang menginginkan Yorkshire…

Kamis, 17 Juni 2021 21:00
Atribut Dilepas, Dilarang Terima Siswa Baru

Perang Dingin Yayasan Melati dan SMA 10, Pemprov Janji Beres Pekan Depan

SAMARINDA–Polemik antara Yayasan Melati dan SMA 10 Samarinda belum juga…

Kamis, 17 Juni 2021 12:06
Antisipasi Masuknya Varian Baru Covid-19 ke Kaltim

Pintu Masuk Balikpapan Diketatkan Lagi, Perjalanan Dinas ke Jawa Ditunda

BALIKPAPAN-Pintu masuk Balikpapan akan kembali diperketat. Menyusul temuan Delta B1617.2,…

Kamis, 17 Juni 2021 11:53
Putin Bertemu Langsung Biden di Jenewa

28 Pesawat Tempur Sengaja Langgar Zona Udara Taiwan, Tiongkok Beri Pesan AS

TAIPEI- Puluhan pesawat militer Tiongkok melintasi langit Taiwan Selasa (15/6).…

Rabu, 16 Juni 2021 21:00
Skandal Proyek Fiktif, Mantan Bos KPT MGRM Segera Disidang

Barang Bukti Duit Setengah Miliar dan 4 Unit Mobil Mewah

SAMARINDA–Dugaan korupsi proyek tangki timbun di PT Mahakam Gerbang Raja…

Rabu, 16 Juni 2021 20:00

Area Bendungan Benanga Kian Menyusut

BALIKPAPAN-Penanganan banjir di Kota Samarinda dan Balikpapan kian diseriusi pemerintah…

Rabu, 16 Juni 2021 19:30

Mulai 1 Juli, Lagu Indonesia Raya Wajib Diputar Seminggu Dua Kali

Seluruh instansi pemerintah mulai 1 Juli 2021 diimbau untuk melaksanakan…

Rabu, 16 Juni 2021 19:22

Hakim Diskon 6 Tahun Vonis Pinangki, Ini Alasannya

Pinangki Sirna Malasari mendapat pengurangan hukuman lebih dari separo dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers