MANAGED BY:
JUMAT
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Minggu, 30 Mei 2021 12:35
Di Luar Indonesia ketika Gelombang Kedua Covid-19 Menghantam (3-Habis)
Saat Pintu Masuk Semua Negara Diperketat, Dapat Kabar Ayah Sakit
Dewi Murni

Yang juga sulit dihindari, lanjut Dewi yang menikah dengan pria Brasil dan dikaruniai satu anak, berdesakan di transportasi umum. Tiap jam berangkat dan pulang kerja, jaringan subway di Sao Paulo sangatlah padat.

Brasil termasuk negara yang paling parah terhantam pandemi. Sampai tak ada yang tahu persis jumlah kasus dan korban tewas akibat Covid-19 di negeri yang beribu kota di Brasilia tersebut. Worldometers mengungkapkan bahwa ada 16,3 juta kasus dan lebih dari 456 ribu kematian akibat virus SARS-CoV-2. Negeri Samba saat ini duduk di posisi ketiga untuk angka penularan secara global dan posisi kedua untuk angka kematian. Banyak pihak yang menilai bahwa angka sebenarnya jauh di atas itu. Beberapa media lokal bahkan meyakini bahwa jumlah kematian sudah tembus 500 ribu orang.

Dewi sedang berada di kampung halaman pada Februari 2020, sekitar sebulan sebelum Indonesia resmi memasuki masa pandemi. Ketika itu pun, saat dia balik ke Brasil, semua penumpang pesawat diminta memakai masker. ”Yang paling berubah selama pandemi ini ya persediaan alcohol gel di rumah semakin banyak dan harus rutin minum vitamin,” ujar Dewi.

Berjarak sekitar empat bulan dari saat Dewi berada di Indonesia, Fernando Doren, seorang pastor dan dosen asal Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bertugas di Sao Paulo, mendapat kabar sang ayah sakit. Pandemi sudah merebak. Semua negara sedang ketat-ketatnya menjaga pintu masuk mereka.

Fernando memberanikan diri untuk mem-booking tiket Qatar Airways, satu-satunya penerbangan yang masih melayani rute Sao Paulo–Jakarta ketika itu. Tapi, dia kemudian mendapat kabar bahwa kondisi sang ayah membaik setelah dirawat di Kupang, ibu kota NTT. Fernando pun menunda kepulangan.

Nah, di tengah kesibukannya melayani umat, terutama kalangan tunawisma, pria penggemar klub sepak bola Santos itu terdeteksi positif Covid-19. ”Tapi, saya OTG (orang tanpa gejala). Jadi, cukup karantina mandiri,” katanya dalam wawancara tertulis dengan Jawa Pos.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 Juni 2021 12:05
Perjuangan Panjang Ani Kasanah agar Resmi Menjadi Anang Sutomo (1)

Curhat kepada Bulik dan Teman Kenapa Tak Punya Payudara dan Tak Menstruasi

Diagnosis dokter menyebutkan, Ani Kasanah memiliki kelamin laki-laki, tapi kurang…

Rabu, 16 Juni 2021 15:27
Badminton Menemani Markis Kido sampai Napas Terakhir

Lucu, Gigih, dan Ngemong Pemain Muda

Meski memiliki riwayat hipertensi, Markis Kido tak pernah patah semangat…

Senin, 14 Juni 2021 10:56

Kenangan-Kenangan Tjoet Nja’ Dhien, Film yang Baru Saja Direstorasi

Pembuatan film penyabet delapan Piala Citra ini tak ubahnya proyek…

Senin, 07 Juni 2021 10:06

Dari Swedia, Lakso Anindito Turut Berjuang Bersama Pegawai KPK Lainnya

Berkuliah S-2 di Swedia sejak tahun lalu, permintaan Lakso Anindito…

Jumat, 04 Juni 2021 11:50
Sebuah Klinik yang Tak Hanya Menjaga Kesehatan, tapi Juga Merawat Hutan (2-Habis)

Hijau Diskon 70 Persen, Merah 30 Persen Saja

Iming-iming keringanan berobat dan pelibatan mantan pembalak adalah cara Klinik…

Rabu, 02 Juni 2021 14:21
Sebuah Klinik yang Tak Hanya Menjaga Kesehatan, tapi Juga Merawat Hutan (1)

Mengobati Sakit Pinggang dengan Durian, Cempedak untuk Cabut Gigi

Para pasien cukup membayar dengan bibit pohon, kompos, kerajinan, atau…

Rabu, 02 Juni 2021 11:13

Ngantor di Desa, Cara Bupati Banyuwangi Jemput Bola Beragam Urusan Warga

Warga melapor langsung ke Bupati Ipuk Fiestiandani, mulai soal infrastruktur,…

Minggu, 30 Mei 2021 12:35
Di Luar Indonesia ketika Gelombang Kedua Covid-19 Menghantam (3-Habis)

Saat Pintu Masuk Semua Negara Diperketat, Dapat Kabar Ayah Sakit

Ada yang memilih karantina 10 hari sebelum menemui ayah meski…

Rabu, 19 Mei 2021 13:22
Cerita Masyarakat Sipil Antikorupsi yang Mengalami Upaya Peretasan

WA Dibajak, Panggilan Robot, sampai Orderan Fiktif Gojek

Berbarengan dengan dihelatnya diskusi daring tentang pelemahan KPK, peneliti ICW,…

Rabu, 19 Mei 2021 13:02
Carenang Ringan Tangan dan Kepedulian kepada Lansia Sebatang Kara --sub

Jangan Lupa Sering Jengukin ke Sini Selagi Masih Ada Umur

Jauh dari anak atau keluarga, banyak kakek-nenek yang sudah sangat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers