MANAGED BY:
RABU
04 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 29 Mei 2021 14:14
Asa Perjuangan 75 Pegawai KPK yang Dinyatakan TMS Mencari Kebenaran
Kontroversi Pertanyaan “Aneh” saat Tes, Minta Pelantikan ASN Ditunda
POLEMIK: Yudi Purnomo Harahap didampingi Novel Baswedan saat menyerahkan berkas pengaduan ke komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Senin (24/5).

Mereka pun meminta jaminan supaya semua pegawai KPK dilantik menjadi ASN. “Sesuai arahan Presiden Jokowi, kami tidak mendukung adanya pemberhentian pegawai atau segala bentuk yang berakibat tidak beralihnya pegawai KPK sebagai ASN,” tegas surat itu. Dalam surat yang sama, mereka meminta hasil tes dibuka secara lengkap dan meminta waktu supaya bisa berdialog langsung dengan pimpinan KPK.

Mereka menyebut, KPK bukan sebatas tempat kerja. Melainkan sudah menjadi bagian penting yang mereka anggap keluarga. Untuk itu, dengan segala hormat, mereka mengirim surat kepada pimpinan KPK. “Bapak dan Ibu pimpinan, ke-75 saudara kami (pegawai yang dinilai tidak lulus TWK), anak-anak Bapak-Ibu semua. Bukanlah orang-orang yang tidak cinta bangsa dan negara ini,” ungkap para pegawai Direktorat Penyelidikan KPK.

Penegakan, pencegahan, pembenahan, dan tindakan lain di segala sektor yang koruptif di Tanah Air yang sama-sama mereka lakukan selama ini, lanjut mereka, mestinya turut menjadi alat ukur. Bukan sebatas TWK. Mereka berharap besar permintaan yang disampaikan lewat surat itu ditindaklanjuti sesegera mungkin. Kekompakan pegawai KPK menyikapi berbagai persoalan berkaitan dengan TWK juga tampak dari 75 pegawai yang dinyatakan TMS.

Sebagai salah seorang yang namanya masuk daftar 75 orang itu, Tata menyatakan bahwa mayoritas di antara 75 pegawai tersebut sudah menyatakan akan menolak bila nama mereka ada dalam data 24 orang yang akan dibina. “Karena posisi 24 itu pun area abu-abu. Yang lagi-lagi merugikan pihak pegawai,” ungkapnya. “Kelompok 24 akan dibina dan dites ulang, tanpa ada jaminan bisa bergabung jadi ASN atau tidak. Artinya hanya akal-akalan saja,” sambungnya.

Mereka tetap berpandangan bahwa TWK bermasalah. Apalagi sempat pula ada saling lempar tanggung jawab ketika para pejabat terkait ditanyai mengenai tes itu. “Ketika ada insiden yang diduga rasis dan melecehkan, pegawai enggak tahu mau mengadu ke mana,” sesalnya. Sampai masalah TWK satu demi satu kelihatan. Baik lewat media massa maupun media sosial masing-masing pegawai KPK yang mengikuti TWK. Kritik pun bermunculan, sorotan kian tajam.

Sayang, semua itu belum cukup membuat pimpinan KPK serta pejabat lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan TWK mengubah sikap. Mereka tetap bergeming. Bahkan setelah Presiden Joko Widodo memberi arahan. Membuat nada pesimistis mulai terdengar. Namun, ikhtiar tetap dilakukan. Kamis pagi (27/5) perwakilan 75 pegawai KPK datang lagi ke Komnas HAM.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 03 Agustus 2021 19:55

Sempat Ajari Pemulasaran Jenazah Covid-19, Dokter Forensik RSUD AWS Meninggal

SAMARINDA - Kabar duka menyelemuti tenaga dokter RSUD Abdul Wahab…

Selasa, 03 Agustus 2021 12:55

Kawasan Industri Dekat IKN Perlu Perhatian

Berada dekat dengan calon ibu kota negara yang baru, KIK…

Selasa, 03 Agustus 2021 11:29

Jatuh Tempo, Bilyet Giro Bantuan Rp 2 T dari Keluarga Akidi Tio Kosong

Belum ada pencairan bantuan Rp 2 triliun untuk penanganan pandemi…

Selasa, 03 Agustus 2021 11:23

Dari Peluncuran Buku Kerajaan Martapura, Mempertanyakan Pelajaran di Sekolah tentang Kerajaan Tertua

Di era kiwari, sejarah seharusnya bukan lagi sesuatu yang eksklusif.…

Selasa, 03 Agustus 2021 11:00
Pemerintah Amankan 440 Juta Vaksin Covid-19

Baru 24,49 Persen Masyarakat Indonesia Divaksin

JAKARTA- Minggu (1/8) dan hari ini, Indonesia kedatangan vaksin Covid-19…

Selasa, 03 Agustus 2021 10:51

Lion Air Rumahkan 8 Ribu Karyawan

JAKARTA- Fenomena industri maskapai “melawan” pandemic” terjadi di seluruh dunia.…

Selasa, 03 Agustus 2021 10:10
Polres Bontang Turun Tangan, IDI Kaltim Harap Diusut Tuntas

Pemalsuan Surat Antigen Kejahatan Besar

  BONTANG-Kasus penggunaan rapid antigen palsu di Pelabuhan Loktuan, Bontang,…

Selasa, 03 Agustus 2021 10:08

Belanja Lahan IKN Masih Nihil

BALIKPAPAN-Pandemi Covid-19 yang masih belum terkendali membuat fokus pemerintah dalam…

Senin, 02 Agustus 2021 12:29
Masa Perpanjangan PPKM Level 4 Berakhir Hari Ini

Setiap Hari Ada 1.000 di Indonesia yang Meninggal Akibat Covid-19

JAKARTA– Masa perpanjangan PPKM untuk kali kedua akan berakhir hari…

Senin, 02 Agustus 2021 11:20

Ahli AS Catat 8 Bukti Lab Wuhan Bocor jadi Penyebab Pandemi Covid-19

 Dunia masih bertanya-tanya soal asal usul Covid-19 yang awal mula…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers