MANAGED BY:
JUMAT
06 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 29 Mei 2021 11:15
Usul Normalisasi, Dianggarkan Irigasi Tambak, Jadinya Tanggul Air

“Secara konsep dan teknis normalisasi itu masih bisa dikategorikan jadi penanganan irigasi. Irigasi kan intinya memperkuat jalur air. Sementara proyek yang ada tanggul atau pematang. Ini bukan memperkuat tapi menjaga ketinggian air agar tak limpas,” urainya di depan majelis hakim yang dipimpin Joni Kondolele bersama Lucius Sunarto dan Ukar Priyambodo itu. Penyimpangan lain yang kian membingungkan, FS/SID yang jadi rujukan proyek akhirnya digulirkan berisi penguatan tujuh tanggul.

Namun yang dilelang hanya untuk lima lokasi. “Itu pun hanya tiga lokasi yang sesuai acuan di FS/SID. Sisanya bergeser. Masalah lain, lokasi itu kawasan konservasi kehutanan yang tak boleh terkena pembangunan daerah. Harus berizin dari kementerian,” lanjutnya. Hasil audit investigasi yang ditempuhnya itu pun menghasilkan kesimpulan, jika proyek itu merugikan pemkab total loss alias sebesar kontrak kerja sama itu. Hal ini dilandasi pada kegiatan yang tak sesuai rencana dasar penguatan irigasi serta belanja modal yang akhirnya tak bisa dimanfaatkan pemerintah.

“Meski tercatat sebagai aset pemda karena hasil dari belanja modal. Meski proyek selesai, fisik sekarang dikuasai warga sekitar. Makanya potensi yang kami lampirkan dalam hasil audit senilai total loss,” tutupnya. Sebelum Wahidin, ada Muhammad Yamin (kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar) yang dihadirkan JPU Iqbal, Edi Setiawan, dan Ando Rumapea dari Kejari Tenggarong untuk memberikan kesaksian dalam persidangan kemarin.

Dalam proyek ini, kala itu, Yamin menjabat sebagai kuasa pengguna anggaran perencanaan FD/SID tersebut. Diterangkan Yamin, perencanaan penguatan irigasi di Desa Sepatin itu dianggarkan senilai Rp 417 juta. Namun untuk perincian lokasi, dia tak mengetahui pasti lantaran tak pernah turun langsung ke lapangan. “Semua berbekal laporan dari PPK (pejabat pembuat komitmen) yang berkoordinasi dengan pemenang lelang saat itu, CV Smart Konsultan,” akunya

Di tengah penyusunan SID itu, terungkap jika lokasi tersebut masuk kawasan konservasi kehutanan. Selaku KPA, dirinya pun bersurat ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar untuk mengklarifikasi kawasan itu benar kawasan konservasi atau tidak. “Setahu saya baru mengklarifikasi lokasi. Belum sampai permohonan pinjam pakai kawasan karena jika proyek dikerjakan dan rampung harus tercatat sebagai aset daerah,” jelasnya.

Hakim Joni pun langsung menyentil, “Jika sudah tahu baru klarifikasi, mengapa proyek tetap jalan tanpa izin,” tanyanya dan saksi berkhilah jika hal itu bukan tupoksinya saat itu. “Saya hanya sampai perencanaan FS/SID itu saja, Pak. Di luar itu bukan kewenangan saya,” sanggahnya. Pertanyaan lain kembali dilemparkan hakim, ihwal izin upaya pengelolaan dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL).

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 05 Agustus 2021 12:19
Satgas Penanganan Covid-19 Pusat Kunjungi Balikpapan

Jangan Tunggu Kritis Baru Dirujuk ke Rumah Sakit

BALIKPAPAN-Kekurangan oksigen medis untuk pasien Covid-19 di Kaltim segera terpenuhi.…

Kamis, 05 Agustus 2021 11:57
Angka Kematian Diprediksi Turun Medio Agustus

Pasien Covid-19 Membeludak, Nakes Terpaksa Kerja 16 Jam Sehari

Pandemi Covid-19 di Indonesia telah merenggut lebih dari 100 ribu…

Kamis, 05 Agustus 2021 09:46

Seluruh Penduduk Wuhan Dites Covid-19, Takut Lockdown Lagi Penduduk Borong Belanjaan

BEIJING – Wuhan, Hubei, Tiongkok, tak mau mengulang sejarah. Dikuntara…

Kamis, 05 Agustus 2021 09:35
Sebulan Keluarkan 40 Lembar Surat PCR Palsu

Kasus Surat PCR Palsu, Manajer dan Karyawan Klinik Kesehatan Ditetapkan Tersangka

Dari biaya Rp 900 ribu per surat, sebesar Rp 250…

Kamis, 05 Agustus 2021 09:34

Berharap MK Kabulkan Judicial Review UU Minerba

SAMARINDA-Jalan menggugat Undang-Undang Mineral Batu Bara (Minerba) 2020, tinggal pada…

Rabu, 04 Agustus 2021 10:03
Mereka Meniti Mimpi, Mereka Menuai Apresiasi

Apriyani Waktu Kecil Hanya Dianggap Banyak Makan, Pakai Raket Kayu yang Senarnya Disambung

Raihan emas Greysia Polii dan Apriyani Rahayu adalah buah perjuangan…

Rabu, 04 Agustus 2021 09:57

Wali Kota Minta Polisi Ungkap Pembuat Surat Antigen Palsu

BONTANG–Kasus penggunaan rapid antigen palsu di Pelabuhan Loktuan, Bontang, yang…

Rabu, 04 Agustus 2021 09:55

Data Bencana Jadi Rujukan Kebijakan Daerah

DATA dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)…

Rabu, 04 Agustus 2021 09:51
Memuat Kendaraan di Pelabuhan Ditengarai Ada Kesalahan Prosedur

Dugaan Pengondisian di Feri Jadi Temuan Kejari

BALIKPAPAN–Kasus pengondisian muatan di Pelabuhan Feri Kariangau terus bergulir di…

Selasa, 03 Agustus 2021 19:55

Sempat Ajari Pemulasaran Jenazah Covid-19, Dokter Forensik RSUD AWS Meninggal

SAMARINDA - Kabar duka menyelemuti tenaga dokter RSUD Abdul Wahab…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers