MANAGED BY:
SELASA
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM REDAKSI

Jumat, 28 Mei 2021 10:28
Akhiri Ini dengan Manis, Pak Rizal!

Oleh: Thomas D Priyandoko

SETAHUN terakhir saya melihat dari dekat bagaimana kegigihan Rizal Effendi dalam bekerja. Saat pandemi melanda, pria berkacamata dan berkumis tipis itu yang menjadi ujung tombak dalam penanganan Covid-19 di Balikpapan.

Pandemi, ketika itu, menjadi satu-satunya alasan yang mengubah Kota Balikpapan dalam semalam. Di mana denyut kota yang semula bergerak cepat, tiba-tiba nyaris berhenti.

Jalanan kota yang ramai, mendadak sepi. Banyak masyarakat takut keluar rumah. Mau bekerja atau berbelanja serbasalah. Jika pun akhirnya keluar rumah, penuh dengan rasa khawatir. Ya, seperti yang dikatakan Gubernur Isran Noor, karena musuh kita tidak terlihat.

Dari sebuah ruangan yang bisa memuat kurang lebih dua puluh orang di kantornya, ayah dengan tiga anak itu setiap hari melakukan rapat. Baik dengan para kepala dinas, kepolisian, TNI, dan lainnya. Semua berlangsung berjam-jam. Belum lagi jika ada arahan dari pemerintah pusat. Setiap menteri yang berbicara bisa sampai satu jam.

Semua keputusan harus diambil dengan cepat saat itu juga. Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 memang memaksa hampir semua masyarakat menghentikan aktivitas di luar rumah. Pekerjaan Rizal semakin berat setelah status Kejadian Luar Biasa ditetapkan di Balikpapan.

Gonti-ganti kebijakan pun tidak terhindarkan. Sebab, rasa-rasanya ini adalah wabah besar pertama yang dialami dunia dalam 100 tahun terakhir setelah flu Spanyol. Tidak ada rujukan yang benar-benar pas dalam menangani wabah virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, tersebut. Semua ada kekurangan, semua menimbulkan pro dan kontra.

Sambil duduk di atas kursinya, Rizal sadar benar akan hal ini. Setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat, belum tentu pas jika diterapkan di Balikpapan. Begitu pula dengan keinginan kota dalam menentukan langkah pencegah juga dapat bertentangan dengan peraturan di atasnya.

Contohnya saja penutupan sementara bandara. Banyak selentingan atau protes kepada Rizal Effendi mengapa menutup belasan ruas jalan kota, sedangkan orang tetap dapat keluar-masuk lewat bandara. Logikanya memang sederhana, tapi untuk menuju ke sana ribuan tangga mesti dilalui.

Tapi Rizal juga manusia biasa. Ia tidak bisa memuaskan harapan dari 600 ribu lebih masyarakat Kota Balikpapan. Akhirnya dia melakukan pendekatan dengan melakukan pengetatan setiap kegiatan masyarakat. Relaksasi diberlakukan ketika angka kasus melandai.

Seperti semasa wartawan, Rizal masih tidak lepas dari jiwa lapangannya. Dia selalu turun langsung memastikan penerapan kebijakan yang dibuat. Menyemprot disinfektan atau menerima bantuan alat pelindung diri (APD) mungkin yang sering terlihat.

Tapi Rizal dalam beberapa kesempatan diam-diam pergi ke rumah sakit atau puskesmas hanya untuk memberi salam kepada perawat. Dia juga mengirimi mereka makanan camilan sebagai penambah semangat selama bekerja.

Rizal yang tahan banting juga dirasakan para wartawan yang biasa meliput Covid-19. Selama 10 bulan semenjak pandemi, Rizal selalu memimpin jumpa pers di halaman kantor Wali Kota. Nyaris setiap hari!

Bahkan sampai-sampai ketika wartawan tidak ada yang hadir sama sekali, entah karena ada liputan lain yang bersamaan atau merasa bosan karena juga sampai ada isu mogok, Rizal tetap melanjutkan jumpa pers untuk merilis perkembangan penanganan Covid-19. “Kalau tidak mau meliput ya sudah, kita jalan terus,” kata Rizal kala itu.

Ujian Rizal menghadapi Covid-19 juga tidak gampang. Beberapa kali orang terdekat dengan Rizal terinfeksi virus tersebut. Mulai petugas pengawal, sopir, dan tim satuan tugas (satgas). Paling berat adalah ketika istrinya, Arita Rizal, beserta menantu, dan kedua cucunya positif Covid-19. Sementara ia harus memimpin kota sekaligus memimpin penanganan dan pencegahan Covid-19.

Selama 15 tahun memimpin Balikpapan–satu periode sebagai wakil wali kota dan dua periode sebagai wali kota–dia adalah orang yang total dalam bekerja. Sudah ratusan prestasi dan penghargaan yang diterima kota ini. Predikat kota paling nyaman dan layak huni di Indonesia berdasarkan survei Ikatan Ahli Perencana Indonesia adalah salah satu yang terus melekat hingga sekarang. Dari Pemprov Kaltim saja, Balikpapan 13 kali menjadi juara umum memborong panji-panji keberhasilan pembangunan.

Belum lagi penghargaan pribadi yang diterima Rizal Effendi. Pada 2017, dia menerima penghargaan Leadership Award dari Kementerian Dalam Negeri. Pada tahun yang sama, dia ditetapkan sebagai Wali Kota Terbaik yang Memberikan Perhatian kepada Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Setahun sebelumnya, Rizal mendapat penghargaan Kepala Daerah Terbaik versi Jawa Pos Group.

Dengan kepemimpinan Rizal Effendi, Balikpapan terbukti melompat jauh dibandingkan kota lainnya di Kaltim. Saat penetapan ibu kota negara (IKN) di Kaltim, Balikpapan segera bergerak dengan tagline-nya Balikpapan Nyaman Penyangga Ibu Kota Negara.

Andaikan tidak ada pandemi, Rizal mungkin mengakhiri masa jabatannya dengan manis. Pada 2020, banyak pekerjaan tertunda. Cukup besar adalah program pengendalian banjir di Kampung Timur dan Sepinggan Baru. Kantor Lurah Mekar Sari, yang tidak punya tempat tetap setelah pembongkaran eks Puskib, juga segera dibangun.

Di bidang pendidikan, mungkin juga akan terasa. Seperti pembangunan SD dan SMP Terpadu Kelurahan Graha Indah, serta pembangunan sarana dan prasarana, serta pembangunan ruang kelas baru baik SD dan SMP.

Meminjam kutipan Sir Alex Fergusson saat perpisahan dengan Manchester United di Old Trafford delapan tahun lalu, “Pensiun saya bukan berarti mengakhiri hidup dengan klub ini. Sekarang saya dapat menikmati dengan menonton mereka, daripada menderita bersama mereka (para pemain).”

Ya, pada masa pensiunnya, Rizal Effendi akhirnya bisa lebih banyak menikmati pembangunan kota, bermain bersama para cucunya, dan menonton Manchester United dengan lebih nyaman. Tapi tentu akan sangat senang jika ada pekerjaan yang lebih besar yang akan dilakukan Rizal Effendi kelak. Semoga saja! (tom2/rom/k8)

 

*) Wartawan Kaltim Post


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2012 07:14

Sambaliung-Gunung Tabur Bakal Terhubung

<div> <div> <strong>TANJUNG REDEB</strong> - Selain Pembangunan Jembatan Kelay…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers