MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Minggu, 23 Mei 2021 13:03
Belgia Ikut-ikutan Boikot Kelapa Sawit, Pasar Eropa Kembali Terganggu
ilustrasi

SAMARINDA- Pemerintah Belgia berencana memberlakukan tahapan pelarangan penggunaan biofuel berbasis minyak sawit dan kedelai di negara tersebut sebagai bagian dari inisiatif untuk menghilangkan deforestrasi hutan. Keputusan tersebut akan diberlakukan pada 2022 mendatang.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim Muhammadsjah Djafar mengatakan, keputusan Belgia untuk melakukan larangan penggunaan sawit pada 2022 dikeluarkan jauh sebelum waktu yang ditetapkan Uni Eropa, yakni pada 2030. Diketahui, negara Uni Eropa memang bakal melarang penggunaan biofuel berbasis sawit untuk menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Mereka ingin menggantikan sawit sebagai bahan baku biofuel dengan komoditas lain, seperti rapeseed, bunga matahari, gandum, jagung, maupun lemak hewani. “Langkah ini cukup disesalkan. Karena komoditas pengganti tersebut juga tidak lebih baik untuk lingkungan dibandingkan kelapa sawit,” tuturnya, Kamis (20/5).

Djafar menjelaskan, kelapa sawit menghasilkan lebih dari 6 ton minyak per hektare per tahun, bahkan mencapai 10 ton minyak per hektare per tahun. Jumlah ini lima kali lebih banyak dibandingkan minyak yang dihasilkan rapeseed, yakni sekitar 800–1.200 liter per hektare per tahun. Sehingga, produksi minyak yang dihasilkan dari satu hektare kebun kelapa sawit, setara dengan produksi minyak yang dihasilkan oleh 5 hektare kebun rapeseed di Uni Eropa.

Dari segi efisiensi penggunaan pupuk dan fitosanitari, kelapa sawit membutuhkan produk fitosanitari 100 kali lebih sedikit dibandingkan kedelai per ton minyak yang dihasilkan. Pupuk diterapkan secara rasional berdasarkan analisis daun yang tepat. Ketika rapeseed membutuhkan 230 kg pupuk per ton minyak yang diproduksi, kelapa sawit hanya membutuhkan 120 kg pupuk per ton minyak.

“Seperti biasanya negara-negara yang melarang kelapa sawit sebenarnya takut bersaing secara sehat. Sehingga, dibuat aturan pelarangan penggunaan sawit,” ungkapnya.

Berbagai negara yang melarang kelapa sawit tidak mempertimbangkan aturan tersebut dengan ilmiah. Masalah penggundulan hutan telah menjadi hal yang biasa. Deforestasi tentu saja sering, tetapi tidak secara sistematis menjadi prasyarat dalam sejarah pendirian perkebunan kelapa sawit, seperti halnya perkebunan lain di tempat lain.

Indonesia sebagai produsen minyak kelapa sawit berkelanjutan terbesar di dunia yang dibuktikan dengan kepemilikan sertifikasi ISPO, RSPO, dan ISCC menjadi bagian dari program kelapa sawit berkelanjutan dan telah mengurangi deforestasi dan degradasi hutan.

“Larangan-larangan dari berbagai negara sebenarnya melanggar banyak aturan perdagangan luar negeri. Memboikot minyak sawit tidak mendorong pengembangan berkelanjutan dari tanaman ini. Sehingga, kalau memang berbagai negara ini menuntut sawit harus berkelanjutan, maka dibutuhkan konsumsi yang baik bukan malah memboikot,” pungkasnya. (ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Jumat, 17 September 2021 11:41

Investasi Pabrik Tekan Harga Mobil Listrik di Masa Depan

JAKARTA - Pembangunan pabrik sel baterai oleh Hyundai Motor Group…

Kamis, 16 September 2021 21:50

Cetak SDM Andal dan Terampil, Pupuk Kaltim Dukung Program Handak Begawi

BONTANG - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menandatangani nota…

Kamis, 16 September 2021 14:52

Rajin Menabung di Simpedes BRI, Ibu Rumah Tangga dan Pengusaha Bengkel di Samarinda Raih Hadiah Mobil

SAMARINDA – Setelah diundi pada Sabtu (21/8), Kamis (16/9) Grandprize…

Rabu, 15 September 2021 18:11

Wujudkan SDM Andal dan Kompeten, Pupuk Kaltim Kembali Gelar PMMB

BONTANG - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali sukses…

Rabu, 15 September 2021 14:02

Ekspor Pertanian Kaltim Meningkat

NILAI ekspor pertanian Kaltim pada semester I 2021 meningkat Rp…

Rabu, 15 September 2021 14:00

Sawit Berpotensi Topang 30 Persen PDRB Kaltim

SAMARINDA - Di antara berbagai alternatif sumber pertumbuhan ekonomi yang…

Rabu, 15 September 2021 13:54
Hingga Agustus, Penjualan Ritel Daihatsu Naik 36,2 Persen

Relaksasi PPnBM Mesti Lanjut

Penjualan otomotif terus mengalami peningkatan secara bertahap seiring dukungan pemerintah…

Selasa, 14 September 2021 17:15

Ekspor Pertanian Kaltim Meningkat 6,7 Triliun Rupiah, Gubernur Isran Terima Penghargaan Abdi Bakti Tani 2021

SAMARINDA – Kepala Karantina Pertanian Samarinda, Cahyono menyampaikan melalui keterangan…

Selasa, 14 September 2021 13:54

BI Balikpapan Ajak Pedagang Kebun Sayur Akses Pasar Digital

BALIKPAPAN – Bank Indonesia (BI) terus berusaha membantu pemerintah menggerakkan…

Selasa, 14 September 2021 11:07

Industri Batu Bara Kian Cemerlang

Harga batu bara terus mengukir sejarah baru dengan menyentuh level…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers