MANAGED BY:
SABTU
31 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Minggu, 23 Mei 2021 13:03
Belgia Ikut-ikutan Boikot Kelapa Sawit, Pasar Eropa Kembali Terganggu
ilustrasi

PROKAL.CO,

SAMARINDA- Pemerintah Belgia berencana memberlakukan tahapan pelarangan penggunaan biofuel berbasis minyak sawit dan kedelai di negara tersebut sebagai bagian dari inisiatif untuk menghilangkan deforestrasi hutan. Keputusan tersebut akan diberlakukan pada 2022 mendatang.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim Muhammadsjah Djafar mengatakan, keputusan Belgia untuk melakukan larangan penggunaan sawit pada 2022 dikeluarkan jauh sebelum waktu yang ditetapkan Uni Eropa, yakni pada 2030. Diketahui, negara Uni Eropa memang bakal melarang penggunaan biofuel berbasis sawit untuk menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Mereka ingin menggantikan sawit sebagai bahan baku biofuel dengan komoditas lain, seperti rapeseed, bunga matahari, gandum, jagung, maupun lemak hewani. “Langkah ini cukup disesalkan. Karena komoditas pengganti tersebut juga tidak lebih baik untuk lingkungan dibandingkan kelapa sawit,” tuturnya, Kamis (20/5).

Djafar menjelaskan, kelapa sawit menghasilkan lebih dari 6 ton minyak per hektare per tahun, bahkan mencapai 10 ton minyak per hektare per tahun. Jumlah ini lima kali lebih banyak dibandingkan minyak yang dihasilkan rapeseed, yakni sekitar 800–1.200 liter per hektare per tahun. Sehingga, produksi minyak yang dihasilkan dari satu hektare kebun kelapa sawit, setara dengan produksi minyak yang dihasilkan oleh 5 hektare kebun rapeseed di Uni Eropa.

Dari segi efisiensi penggunaan pupuk dan fitosanitari, kelapa sawit membutuhkan produk fitosanitari 100 kali lebih sedikit dibandingkan kedelai per ton minyak yang dihasilkan. Pupuk diterapkan secara rasional berdasarkan analisis daun yang tepat. Ketika rapeseed membutuhkan 230 kg pupuk per ton minyak yang diproduksi, kelapa sawit hanya membutuhkan 120 kg pupuk per ton minyak.

“Seperti biasanya negara-negara yang melarang kelapa sawit sebenarnya takut bersaing secara sehat. Sehingga, dibuat aturan pelarangan penggunaan sawit,” ungkapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 30 Juli 2021 13:06

Okupansi Hotel di Kaltim Terjun Bebas

Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menggerus tingkat hunian kamar hotel…

Jumat, 30 Juli 2021 13:04

PHK Menghantui, Pengusaha Tetap Taat

SAMARINDA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menerbitkan Instruksi Mendagri (Inmendagri)…

Rabu, 28 Juli 2021 14:05

Pulihkan Pariwisata lewat Konsep Smart Tourism

SAMARINDA- Konsep smart tourism bakal dijadikan solusi untuk mengembangkan kawasan…

Rabu, 28 Juli 2021 14:03

Pembatasan Ketat Mobilitas, Ekonomi Kaltim Diyakini Masih Kukuh

Pembatasan ketat mobilitas masyarakat yang terus berlanjut membuat Bank Indonesia…

Rabu, 28 Juli 2021 11:34

Cash Flow Menipis untuk Tutupi Kerugian Selama 2020, Gelombang PHK Mengintai

Pemerintah memutuskan kembali memperpanjang penerapan pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM) Level…

Rabu, 28 Juli 2021 11:32

Realisasi KUR Capai Rp 143 Triliun

SAMARINDA – Pemerintah mencatat realisasi serapan kredit usaha rakyat (KUR)…

Rabu, 28 Juli 2021 11:21

Bayang-Bayang PHK di Tengah Pemberlakuan PPKM Level 4

Pandemi Covid-19 gelombang kedua memang membuat para pengusaha kembali melakukan…

Selasa, 27 Juli 2021 12:13

Pinjaman Online di Kaltim Diklaim Makin Produktif

Kucuran dana pinjaman online (pinjol) dari financial technology (fintech) berbasis…

Selasa, 27 Juli 2021 12:12

PPKM Level IV Diperpanjang, Kadin Minta Mal Dibuka

BALIKPAPAN – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 berakhir…

Selasa, 27 Juli 2021 11:42

Hemat Rp 29,9 Triliun karena Biodiesel

JAKARTA– Program mandatori B30 atau pencampuran 30 persen biodiesel dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers