MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Sabtu, 22 Mei 2021 11:35
Saudara Kembar di India Meninggal Bersama Akibat Covid-19, Infeksi Paru-Paru, sang Kakak “Kalah” Duluan
BERTARUNG BERSAMA: Joefred Gregory dan Ralfred Gregory sulit dibedakan satu sama lain. Berjuang bersama melawan Covid-19, gugur bersama pula. NEW YORK TIMES

Kisah sedih saudara kembar yang hidup bersama dan mati bersama akibat Covid-19 telah menyebar dengan cepat dan luas di media sosial. Cerita haru beredar saat India tengah menghadapi lonjakan kasus baru dan kematian akibat Covid-19.

 

Joefred Gregory dan Ralfred Gregory, nama dua saudara kembar yang sebelumnya menjalani hidup bersama-sama. Kuliah di perguruan tinggi yang sama. Mempelajari hal yang sama. Mengenakan pakaian yang serasi. Memangkas jenggot persis dengan cara yang sama.

Kembar identik. Mereka adalah dua pemuda tampan di India Utara yang sangat mencintai satu sama lain. Dan ketika mereka berdua diserang Covid-19 bulan lalu dan dirawat di rumah sakit, rasanya seperti berbagi satu tubuh yang sakit.

Beberapa jam setelah Joefred meninggal dunia, ibu mereka memberi tahu Ralfred bahwa saudara kembarnya tersebut masih hidup. Itu dilakukan untuk menjaga semangatnya. Namun, Ralfred merasa saudara kembarnya telah meninggal. Dia pun berkata, “Bu, kau bohong”. Keesokan harinya, pada 14 Mei 2021, Ralfred juga meninggal dunia.

India bisa dikatakan sebagai negara yang sangat menderita dan terus menderita akibat Covid-19. Meski jumlah kasus India secara keseluruhan telah menurun selama seminggu terakhir ini, angka kematian terus meningkat.

Joefred dan Ralfred (24) memiliki ikatan khusus. Meski orangtua mereka memberi nama yang mirip, mereka mengatakan, mereka tidak membesarkan si kembar untuk saling meniru. Namun, tetangga mengatakan, di mana melihat satunya, Anda melihat yang lain, bahkan setelah mereka mencapai usia dewasa.

Mereka tumbuh bersama di sebuah bungalo satu lantai di Meerut, kota satelit New Delhi. Orangtua mereka adalah guru di sekolah Kristen. Keluarga itu termasuk di antara sedikit orang Kristen di lingkungan kelas menengah campuran.

Joefred lebih tua tiga menit. Tapi tidak ada perbedaan kakak-adik. “Mereka sederajat,” kata ayah mereka, Gregory Raymond Raphael seperti dilansir Straits Times. “Mereka bisa berdebat, ya. Tapi saya tidak pernah melihat mereka saling menyakiti,” imbuhnya.

Saat bersekolah, mereka belajar bersama dan masuk pada tahun yang sama, universitas yang sama di India Selatan, mata pelajaran yang sama, ilmu komputer. Mereka menata rambut mereka dengan gaya yang sama. Mereka tampak seperti bayangan cermin.

Hanya sedikit orang, selain orangtua mereka, yang dapat membedakan mereka. Mereka memiliki tinggi yang sama, sekitar 180 cm, dengan bentuk otot yang sama. Teman-teman mengatakan bahwa di pesta pernikahan, pesta ulang tahun, dan hampir semua acara komunitas, Joefred dan Ralfred tidak hanya berpakaian sama, tetapi juga berkumpul bersama di keramaian.

“Sepertinya mereka digabungkan,” kata Manoj Kumar, seorang tetangga dan teman keluarga. “Ada cinta yang luar biasa di antara mereka berdua,” sebutnya.

Keduanya adalah insinyur komputer dan bekerja dari rumah di Meerut. Pada 24 April, mereka menderita demam pada saat yang sama, kata ayah mereka. Orangtua mereka merawat mereka di rumah, dengan obat yang dijual bebas, tetapi mulai khawatir karena kondisi mereka semakin memburuk.

Seminggu setelah putra mereka sakit, keluarga tersebut memutuskan untuk mencari bantuan dan mendapatkan tempat di Rumah Sakit Anand, sebuah fasilitas swasta dengan reputasi yang baik dan tidak jauh dari rumah mereka. Kedua putranya dinyatakan positif Covid-19 dan seorang dokter di rumah sakit mengatakan bahwa pada saat itu, penyakit itu berkembang sangat cepat.

Kedua putranya menderita infeksi paru-paru yang sangat berbahaya. Keduanya ditempatkan di unit perawatan intensif (ICU) dengan dipasangi ventilator dan tempat tidur terpisah. Joefred di tempat tidur 10, Ralfred di 14. Pada pagi hari tanggal 13 Mei, Joefred, saudara kembar yang lebih tua, kalah dalam pertempuran. Tingkat oksigen darahnya turun menjadi 48 persen. Tidak ada yang bisa menyelamatkannya.

Ibu si kembar, Soja, sedang mengunjungi ICU saat itu. Para dokter menyuruhnya pergi. Beberapa menit kemudian, sekitar tengah hari, mereka menyampaikan kabar bahwa Joefred telah meninggal.

Ralfred kemudian mengalami depresi, kata dokternya. Keesokan paginya, kurang dari 24 jam setelah saudaranya meninggal, Ralfred menyusul saudara kembarnya. Ralfred meninggal dunia. (jpg/dwi/k16)


BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2012 08:56

Bimtek bagi Pendata NJOP

<div style="text-align: justify;"> <strong>SAMARINDA </strong>&ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers