MANAGED BY:
SELASA
03 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 22 Mei 2021 10:47
Membela Palestina Wajib Hukumnya

Rakyat Palestina selama beberapa dekade terus menderita dan dianiaya oleh Israel. Penderitaan lahir batin mereka rasakan dari agresor Israel. Ribuan nyawa warga Palestina melayang karena mempertahankan kedaulatan dari rampasan negeri Zionis. Perempuan dan anak-anak yang tak berdosa sering jadi sasaran peluru maut.

Konflik yang tak berkesudahan selalu memosisikan Palestina seperti tak berdaya sama sekali. Israel dan Amerika Serikat sebagai pendukung dan sekutunya senantiasa “menang” dalam melawan tekanan masyarakat internasional. Tidak pernah ada sanksi dari masyarakat dunia atas kejahatan kemanusiaan internasional yang dilakukan Israel.

Perlakuan terbalik 180 derajat terjadi kepada negara lain yang bukan sahabat baik Amerika Serikat dan sekutunya. Amerika Serikat siap menurunkan pasukannya untuk menumpas negara bukan “konconya” yang dianggap melakukan kejahatan internasional. Amerika dengan sukacita menghukum dan memerangi negara bukan sekutunya yang dianggap melakukan kejahatan perang seperti Irak, Iran, Libya, dan negara-negara lain.

Atas nama kejahatan perang dan pelanggaran HAM berat, negara-negara tersebut diembargo dan diperangi sampai berkeping. Padahal tidak sulit menebak, bukan itu yang menjadi alasan utamanya. Tetapi lebih kepada motif dan kepentingan ekonomi yang didapat setelah agresi ke negara-negara sumber minyak tersebut.

Sejahat apapun dan pelanggaran HAM paling berat pun tidak akan membuka mata Amerika. Amerika tetap bersikukuh mengatakan Israel tidak bersalah, dan hanya mempertahankan diri dari serangan Palestina. Dan Amerika siap membela Israel dari tekanan dan sanksi yang diberikan oleh negara lain. Amerika selalu mengeluarkan hak vetonya untuk menggagalkan upaya negara lain memberikan sanksi dalam organisasi dunia PBB.

Jika pun seluruh anggota tetap dan tidak tetap dewan keamanan PBB memberikan sanksi, Amerika selalu berhasil menggagalkan dengan mengeluarkan kartu truf hak vetonya. Amerika bersifat hipokrit dan memiliki standar ganda dalam menyikapi pelanggaran HAM dan kejahatan perang. Lembek dan melempem terhadap Israel, di sisi lain garang dan ganas terhadap negara lain.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 02 Agustus 2021 21:03

Kolaborasi Guru-Orang Tua di Masa Pandemi

Oleh: Imran Duse   Pagi tadi, sebuah pertanyaan tak terduga…

Jumat, 23 Juli 2021 12:45

Potensi Maritim IKN yang Luar Biasa

Oleh: Dr Isradi zainal Rektor Uniba, Ketua PII Kaltim, Sekjen…

Senin, 19 Juli 2021 11:00

Racun Media Sosial

Oleh: Imran Duse* Teknologi digital kini hadir menjadi bagian tak…

Sabtu, 17 Juli 2021 12:58

Dampak Ekonomi Pemindahan IKN ke “Sepakunegara”

Oleh: Dr Isradi Zainal (Rektor Universitas Balikpapan, Sekjen FDTI, Ketua…

Sabtu, 17 Juli 2021 12:39

Kurban Ritual dan Sosial

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Sabtu, 10 Juli 2021 12:10

Bola Itu Bulat

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Jumat, 09 Juli 2021 12:40

Literasi Budaya Tingkilan dalam Membangun Keberaksaraan

Oleh: Tri Widayati  Widyaprada BP PAUD Dikmas Kaltim   Literasi…

Senin, 05 Juli 2021 15:09

Media Sosial dan Gerakan Mahasiswa

Oleh : Imran Duse Postingan BEM UI soal “The King…

Senin, 05 Juli 2021 12:14

Anak Berhadapan dengan Hukum, Salah Siapa?

Oleh: Dewi Zuhroyda Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Kelas II Balikpapan…

Minggu, 04 Juli 2021 20:59

EDS OPTA, Langkah Mempercepat Peningkatan Kualitas Pendidikan yang Mandiri dan Berkelanjutan

Oleh : Dr.H.Tulus Sutopo, S.Pd.,MM.Pd (SDGs Academy Indonesia, Disdikbud Kab.Kutai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers