MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 22 Mei 2021 10:47
Membela Palestina Wajib Hukumnya

Bambang Iswanto

Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda

 

 

DALAM kondisi Palestina dibombardir dan dianiaya oleh Pemerintah Israel, masih ada saja nyinyiran terhadap negara itu. Bukan empati, doa, dan bantuan diupayakan untuk mengurangi penderitaan rakyat Palestina, justru sindiran yang keluar dari jari dan mulut “pesakitan” kemanusiaan itu.

Bukan merupakan fitrah manusia, sinis apalagi senang terhadap penderitaan dan kesulitan sesamanya. Jika terjadi demikian, maka jati dirinya sebagai manusia perlu dipertanyakan. Jikapun tidak bisa berempati dan membantu, diam lebih baik untuk tidak menambah kesedihan orang yang menderita.

Rakyat Palestina selama beberapa dekade terus menderita dan dianiaya oleh Israel. Penderitaan lahir batin mereka rasakan dari agresor Israel. Ribuan nyawa warga Palestina melayang karena mempertahankan kedaulatan dari rampasan negeri Zionis. Perempuan dan anak-anak yang tak berdosa sering jadi sasaran peluru maut.

Konflik yang tak berkesudahan selalu memosisikan Palestina seperti tak berdaya sama sekali. Israel dan Amerika Serikat sebagai pendukung dan sekutunya senantiasa “menang” dalam melawan tekanan masyarakat internasional. Tidak pernah ada sanksi dari masyarakat dunia atas kejahatan kemanusiaan internasional yang dilakukan Israel.

Perlakuan terbalik 180 derajat terjadi kepada negara lain yang bukan sahabat baik Amerika Serikat dan sekutunya. Amerika Serikat siap menurunkan pasukannya untuk menumpas negara bukan “konconya” yang dianggap melakukan kejahatan internasional. Amerika dengan sukacita menghukum dan memerangi negara bukan sekutunya yang dianggap melakukan kejahatan perang seperti Irak, Iran, Libya, dan negara-negara lain.

Atas nama kejahatan perang dan pelanggaran HAM berat, negara-negara tersebut diembargo dan diperangi sampai berkeping. Padahal tidak sulit menebak, bukan itu yang menjadi alasan utamanya. Tetapi lebih kepada motif dan kepentingan ekonomi yang didapat setelah agresi ke negara-negara sumber minyak tersebut.

Sejahat apapun dan pelanggaran HAM paling berat pun tidak akan membuka mata Amerika. Amerika tetap bersikukuh mengatakan Israel tidak bersalah, dan hanya mempertahankan diri dari serangan Palestina. Dan Amerika siap membela Israel dari tekanan dan sanksi yang diberikan oleh negara lain. Amerika selalu mengeluarkan hak vetonya untuk menggagalkan upaya negara lain memberikan sanksi dalam organisasi dunia PBB.

Jika pun seluruh anggota tetap dan tidak tetap dewan keamanan PBB memberikan sanksi, Amerika selalu berhasil menggagalkan dengan mengeluarkan kartu truf hak vetonya. Amerika bersifat hipokrit dan memiliki standar ganda dalam menyikapi pelanggaran HAM dan kejahatan perang. Lembek dan melempem terhadap Israel, di sisi lain garang dan ganas terhadap negara lain.

Tidak ada logika dan akal sehat yang bisa menerima Palestina sebagai pihak yang salah dan Israel yang benar dalam konflik Israel-Palestina. Korban ribuan jiwa warga Palestina melayang sejak keinginan warga Yahudi di seluruh dunia mendirikan Israel di Timur Tengah.

Data per Rabu 19 Mei 2021 yang didapat dari berbagai sumber media menunjukkan, sebanyak 219 jiwa warga Palestina gugur. Sekitar 63 di antaranya adalah anak-anak. Dikabarkan 1.500-an orang menderita luka karena serangan militer Israel.

Di tengah agresi militer yang banyak memakan korban jiwa tersebut, Palestina terlihat tidak berdaya dan seperti sendirian. Negara-negara tetangga Arab-nya pun terdiam tak berkutik, melihat Palestina dizalimi tetangga “pendatang barunya”. Bahkan, ada negara sesama Arab yang sengaja tutup mata membiarkan Palestina karena sudah menjadi sekutu Amerika.

Negara-negara besar dunia memang tampak mengutuk dan bersikap normatif dalam melihat konflik Israel-Palestina. Hanya beberapa negara yang terlihat serius membela Palestina. Selebihnya tidak terlihat serius membela Palestina dengan menekan Israel dan Amerika. Bagi mereka, mungkin alasan tidak ada take and give membantu Palestina, tidak menguntungkan secara ekonomi.

Indonesia termasuk negara sahabat Palestina yang sejak awal selalu mendukung perjuangan Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat. Selain pemerintahannya, warga negaranya pun paling aktif menyuarakan pembelaan, dukungan, dan empati atas penderitaan Palestina.

KEWAJIBAN KONSTITUSIONAL DAN SYAR’I

Membela Palestina memang wajib hukumnya. Baik dalam sudut pandang konstitusi negara maupun sudut pandang agama. Konstitusi memberi amanah sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, “bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Palestina masih terjajah oleh Israel dan belum mendapatkan kemerdekaan dan kedaulatan utuh. Berlandaskan kondisi itu, bangsa Indonesia wajib membela Palestina dan selalu berupaya menjadikan Palestina menjadi negara merdeka.

Menentang Israel dan membela Palestina bukanlah urusan agama, tapi persoalan kemanusiaan. Banyak orang Yahudi yang menentang sikap Pemerintah Israel. Orang Palestina juga tidak 100 persen beragama Islam. Sekitar 20 persen beragama Nasrani. Semua menentang sikap zionisme dan kolonialisme Israel.

Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan menentang penjajahan serta pelanggaran HAM. Islam juga mengajarkan nilai persaudaraan yang dalam beberapa dimensi. Persaudaraan antar-sesama muslim (ukhuwah islamiyah), persaudaraan setanah air (ukhuwah wathaniyah), dan persaudaraan sesama manusia (ukhuwah basyariyah).

Bagi seorang muslim minimal ada jenis persaudaraan yang mewajibkannya membela Palestina yaitu ukhuwah islamiyah karena banyak saudara muslim di Palestina dan ukhuwah basyariyah. Saudara nonmuslim juga adalah saudara atas dasar kemanusiaan. Sebuah keniscayaan, orang bersaudara akan membela saudaranya yang dianiaya.

Banyak cara untuk membela Palestina dari Indonesia yaitu memberi dukungan kepada Pemerintah Indonesia untuk terus berpartisipasi aktif menjadikan Palestina sebagai negara merdeka. Lalu mengajak negara lain mendukung Indonesia dan memberikan sanksi yang menekan Israel.

Selanjutnya, selalu mengirimkan doa agar warga Palestina diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi agresi serta terus mendoakan agar diberikan pertolongan Allah menjadi bangsa yang merdeka dan kuat. Memohon juga agar agresor Israel diberikan ganjaran setimpal atas perlakuan aniayanya.

Selain itu, hal terpenting adalah membantu meringankan beban mereka dalam bentuk bantuan ekonomi dengan berdonasi menyisihkan sebagian harta untuk perjuangan hidup warga Palestina. Jangan sampai ada yang menyalahgunakan donasi masyarakat untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Perbuatan itu menjadikannya orang yang lalim seperti agresor Israel. Naudzubillah min dzalik. (rom/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 10:15

Banjir Memang Bukan Preman

Pernyataan menarik diungkapkan Wali Kota Samarinda Andi Harun ketika menjadi…

Rabu, 15 September 2021 12:54

Ketika Bupati Menerima Honor Makam Covid-19

Dewi MurniPraktisi Pendidikan di Balikpapan Jagat maya pemberitaan nasional gaduh…

Selasa, 14 September 2021 11:22

Banjir Melanda Benua Etam

HAkhmad Sirodz     Ketua Takmir Masjid Nuruz Zaman Loa Bakung  …

Senin, 13 September 2021 13:43

Kunci Sukses Pembangunan IKN

Oleh: Dr Isradi zainal Rektor Uniba, Ketua PII Kaltim, Sekjen…

Jumat, 10 September 2021 13:13

Sehat, Kuat, dan Olahraga

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Jumat, 10 September 2021 12:32

Eksistensi Radio di Pusaran Kompetisi

Andi Muhammad Abdi Komisioner KPID Kaltim     Genap 76…

Kamis, 09 September 2021 10:36

Asa Pariwisata Kaltim

Oleh : Siswandi, Statistisi Ahli Muda di BPS Kutai Timur  …

Selasa, 07 September 2021 10:57

Efektivitas Daring yang Dipertanyakan

Mohammad Salehudin Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda   …

Selasa, 07 September 2021 10:29

Hapus Dikotomi Kominfo dan Humas

Oleh: Abd Kadir Sambolangi SS MA, Plt Kabag Protokol dan…

Selasa, 07 September 2021 10:15

Membaca Dominasi Koalisi Pemerintah

Oleh: Miftah Faried Hadinatha Mahasiswa Magister Hukum Kenegaraan UGM asal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers