MANAGED BY:
JUMAT
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 18 Mei 2021 15:34
Kendalikan Pendidikan dan Opini Publik, Tiongkok Perketat Penggunaan Kurikulum Asing
Bocah-bocah sekolah tingkat dasar di Wuhan, Hebei, China. (STR/AFP)

PROKAL.CO,

BEIJING– Kurikulum asing di Tiongkok tak bisa diterapkan. Terutama untuk lembaga pendidikan swasta. Sebab, pemerintah menerapkan aturan perundang-undangan yang baru. Undang-Undang Promosi Pendidikan Swasta yang berlaku mulai 1 September mendatang itu merupakan langkah terbaru Beijing untuk mengendalikan sektor pendidikan dan opini publik.

UU baru tersebut menyatakan bahwa pengajaran kurikulum asing mulai jenjang TK hingga kelas 9 (K-9) akan dihentikan. Mereka juga melarang orang ataupun lembaga asing memiliki ataupun mengendalikan sekolah swasta pada jenjang K-9. Saat ini masih ada lembaga pendidikan swasta K-9 yang mengajarkan kurikulum asing kepada siswanya. Di Negeri Tirai Bambu, wajib belajar berlaku hingga jenjang K-9.

Tidak cukup sampai di situ, anggota dewan direksi ataupun badan pembuat keputusan lainnya di sekolah swasta K-9 wajib berkewarganegaraan Tiongkok. Mereka juga harus menyertakan regulator pemerintah sebagai wakil di dalamnya.

Tiongkok ditengarai membuat kebijakan tersebut untuk menekan ledakan industri bimbingan belajar privat. Mereka ingin mengurangi tekanan pada anak-anak sekolah serta meningkatkan angka kelahiran di negara tersebut. Sebab, biaya hidup bakal berkurang jika lembaga pendidikan swasta dikelola pemerintah.

Sekolah swasta K-9 juga tidak boleh menyelenggarakan tes masuk serta merekrut siswa lebih dulu. Biasanya sekolah swasta membuka pendaftaran lebih awal. Sekolah negeri di jenjang yang sama kini tidak bisa membuka cabang dengan mendirikan sekolah ataupun lembaga pendidikan swasta. Mereka juga tidak bisa berubah menjadi sekolah swasta.

Dilansir The Straits Times, pasar bimbingan belajar di Tiongkok telah tumbuh masif. Mulai TK hingga kelas 12 (K-12). Aturan untuk K-12 diperkirakan keluar pada akhir Juni nanti. Pada 2016, sekitar 75 persen siswa K-12 mengikuti les sepulang sekolah. ’’Ini adalah hal mendesak untuk mengurangi beban kerja siswa dan beban keuangan orang tua mereka yang enggan memiliki lebih banyak anak,’’ ujar salah satu sumber di pemerintahan. (sha/c7/bay)


BACA JUGA

Kamis, 24 Juni 2021 16:45

Karyawan Minimarket Rekam Gadis 23 Tahun di Toilet, Mengaku Videonya Buat Koleksi Pribadi

SAMARINDA - Seorang karyawan salah satu minimarket jejaring nasional di…

Kamis, 24 Juni 2021 12:47

Kasus Covid-19 Kembali Tembus Rekor, Presiden Minta Kepala Daerah Serius Jalankan PPKM Mikro

JAKARTA–Pertumbuhan kasus Covid-19 kembali memecahkan rekor baru. Rabu (23/6), jumlah…

Kamis, 24 Juni 2021 10:49

Kewalahan, Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut dengan Truk

Beberapa hari terakhir, jumlah pasien positif Covid-19 mengalami lonjakan yang…

Kamis, 24 Juni 2021 10:47

Utang Luar Negeri Indonesia Rp 6.445 Triliun, Bappenas: Banyak yang Rasionya Lebih Buruk

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti utang pemerintah yang terus membengkak.…

Rabu, 23 Juni 2021 21:00
Tiap Tahun, PPDB Selalu Jadi Temuan Ombudsman

Edukasi Kurang, Jumlah Sekolah Tidak Merata

Selain faktor geografis, jumlah penduduk usia masuk sekolah dan daya…

Rabu, 23 Juni 2021 17:09

Masyarakat Masih Tahan Pengeluaran

SAMARINDA - Aliran uang kartal di Kaltim pada triwulan I…

Rabu, 23 Juni 2021 17:03

Pengusaha Batu Bara Waswas

Masa depan industri batu bara makin terancam. Sejumlah negara berencana…

Rabu, 23 Juni 2021 16:49
Rusun Nagrak Disiapkan untuk Tempat Isolasi di Jakarta

Harus Ada Langkah Radikal Atasi Covid-19, Pengusaha Minta Subsidi Pajak dan Subsidi Upah

JAKARTA- Dorongan untuk melakukan pembatasan mobilitas guna mengurangi transmisi penularan…

Rabu, 23 Juni 2021 16:38
Program Covax WHO Terdesak Tipisnya Stok

Kejar Vaksinasi, Duterte Ancam Penjara Warganya

JENEWA - Negara-negara kurang mampu terancam tidak bisa melanjutkan program…

Rabu, 23 Juni 2021 16:05
Doa Terbaik di Hari Ulang Tahun Ke-75 Polisi Militer Angkatan Darat

Tanam Kejujuran Tiap Prajurit, Lahirkan Kepercayaan di Masyarakat

Selasa (22/6), usia Polisi Militer Angkatan Darat tepat 75 tahun.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers