MANAGED BY:
SELASA
27 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 17 Mei 2021 11:42
Bisnis Hotel dan Tempat Wisata, Okupansi dan Demand Stagnan
ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA– Larangan mudik hari raya memaksa para pebisnis hotel dan tempat wisata tidak berekspektasi tinggi. Pembatasan mobilitas manusia membuat okupansi sulit tumbuh. Dari sisi demand atau permintaan, kondisinya tidak akan terlalu beda jauh dengan tahun lalu.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menyebutkan, tingkat okupansi hotel pada libur Lebaran 2021 berkisar 25–30 persen. Angka itu sedikit lebih baik jika dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun lalu. Yakni, sekitar 15 persen.

Maulana menegaskan, proyeksi kenaikan okupansi itu tidak signifikan untuk menambah pemasukan hotel. Sebab, average room rate atau tarif rata-rata harian kamar hotel masih rendah. ”Harga jual per malam tertekan sejak tahun lalu. Turun sekitar 30–40 persen. Pertumbuhan okupansi juga belum tentu menaikkan harga kamar,” terangnya (16/5).

Dia menjelaskan, saat ini sektor hotel dan restoran masih berada dalam tahap bertahan. Belum memasuki tahap recovery atau pemulihan. Sektor hotel dan restoran masih membutuhkan stimulus dari pemerintah seperti dana hibah pariwisata. ”Kalau pergerakan orang tidak lagi dibatasi, pasti kami bisa kembali tumbuh,” ujar Maulana.

Stagnasi juga dirasakan para pelaku usaha wisata. Khususnya pengusaha biro perjalanan wisata (BPW). Wakil Ketua Umum Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Budijanto khawatir performa bisnis tahun ini lebih buruk ketimbang tahun lalu. ”Tahun lalu buying power untuk pariwisata masih ada. Tahun ini tidak sekuat tahun lalu karena telah satu tahun dilanda pandemi Covid-19,” paparnya.

Pada masa normal, pembelian tiket melalui BPW bisa meningkat hingga dua kali lipat setiap Lebaran. Namun, tahun ini tidak ada pergerakan signifikan. ”Kami berharap ada support dan stimulus dari pemerintah,” tutur Budijanto.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 27 Juli 2021 12:13

Pinjaman Online di Kaltim Diklaim Makin Produktif

Kucuran dana pinjaman online (pinjol) dari financial technology (fintech) berbasis…

Selasa, 27 Juli 2021 12:12

PPKM Level IV Diperpanjang, Kadin Minta Mal Dibuka

BALIKPAPAN – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 berakhir…

Selasa, 27 Juli 2021 11:42

Hemat Rp 29,9 Triliun karena Biodiesel

JAKARTA– Program mandatori B30 atau pencampuran 30 persen biodiesel dengan…

Selasa, 27 Juli 2021 10:59

Unmul dan GO-JEK Siapkan MBKM Program Kedaireka, Rekrut UMKM

SAMARINDA - Universitas Mulawarman dan GO-JEK Indonesia kini tengah mengembangkan…

Senin, 26 Juli 2021 11:11

Bayang-Bayang PHK dari Sektor Keuangan, Katanya Penutupan Bank Bagian dari Strategi

Perkembangan teknologi telah menimbulkan disrupsi di berbagai sektor, termasuk keuangan.…

Senin, 26 Juli 2021 11:09

Perbankan Dituntut Adaptif

SECARA nasional, jumlah kantor cabang bank mengalami penurunan lebih dari…

Senin, 26 Juli 2021 11:07

BNI Pastikan Penutupan Cabang Tak Ada PHK

PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI berencana menutup 96…

Sabtu, 24 Juli 2021 11:13

Usul Bentuk Lembaga Nonbank Khusus Maskapai

Sektor penerbangan menjadi salah satu sektor yang terdampak paling dalam…

Sabtu, 24 Juli 2021 11:13

Usul Bentuk Lembaga Nonbank Khusus Maskapai

Sektor penerbangan menjadi salah satu sektor yang terdampak paling dalam…

Sabtu, 24 Juli 2021 11:06

Target Pertumbuhan Ekonomi Dikoreksi, BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers