MANAGED BY:
SELASA
03 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Selasa, 11 Mei 2021 11:00
Birokrasi Borneopolitan di Ibu Kota Negara Baru

Computer assisted test (CAT) telah menjadi instrumen yang baik dalam merekrut ASN. Kebijakan rekrutmen ASN secara afirmatif telah diperluas dan memberikan kesempatan bagi putra-putri Papua, penyandang disabilitas, diaspora yang berkarya di luar negeri. Namun, rekrutmen kelompok afirmasi tersebut belum optimalnya menjaring calon kader ASN khususnya talenta berprestasi dari perguruan tinggi, profesional di sektor privat, dan diaspora untuk mengisi pos jabatan manajerial dan fungsional teknis.

Iklim dan budaya birokrasi yang adaptif diperlukan terhadap kelompok afirmasi tersebut seperti kejelasan deskripsi pekerjaan dan memungkinkan untuk bekerja secara fleksibel (telecommuting). Remunerasi dan fasilitas yang memadai sesuai nilai pasar (market value).

Bila tidak, orang-orang pandai (top talent) lebih memilih bekerja ke luar negeri atau perusahaan bonafide yang ada di dalam negeri. Ironisnya, yang tersisa hanya orang-orang dengan talenta biasa yang tidak memiliki potensi besar untuk mewujudkan agenda Visi Indonesia 2045 tersebut.

Selain kompetensi dan integritas, kesejahteraan menjadi determinan yang esensial dalam reformasi birokrasi. Disparitas kesejahteraan ASN nyata memicu persoalan redistribusi ASN khususnya di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), rendahnya minat kaum profesional dan diaspora menjadi ASN, dan maraknya korupsi.

Untuk itu, kebijakan terkait gaji, tunjangan dan fasilitas ASN yang baru perlu dirampungkan pada 2022 sesuai amanah dalam lampiran III rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020–2024, dengan sistem penggajian tunggal (single salary system) yang berkomponen gaji, tunjangan kemahalan, dan tunjangan kinerja.

Selain untuk pemerataan dan keadilan ekonomi, pemindahan IKN bertujuan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien dan efektif dengan berbasis digital (e-government). Mirisnya dari 4,2 juta ASN, hanya 542.831 orang yang sudah menerapkan digitalisasi, dan hanya 12.975 orang yang sungguh memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas pekerjaannya (Wrihatnolo, 2020).

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 02 Agustus 2021 21:03

Kolaborasi Guru-Orang Tua di Masa Pandemi

Oleh: Imran Duse   Pagi tadi, sebuah pertanyaan tak terduga…

Jumat, 23 Juli 2021 12:45

Potensi Maritim IKN yang Luar Biasa

Oleh: Dr Isradi zainal Rektor Uniba, Ketua PII Kaltim, Sekjen…

Senin, 19 Juli 2021 11:00

Racun Media Sosial

Oleh: Imran Duse* Teknologi digital kini hadir menjadi bagian tak…

Sabtu, 17 Juli 2021 12:58

Dampak Ekonomi Pemindahan IKN ke “Sepakunegara”

Oleh: Dr Isradi Zainal (Rektor Universitas Balikpapan, Sekjen FDTI, Ketua…

Sabtu, 17 Juli 2021 12:39

Kurban Ritual dan Sosial

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Sabtu, 10 Juli 2021 12:10

Bola Itu Bulat

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Jumat, 09 Juli 2021 12:40

Literasi Budaya Tingkilan dalam Membangun Keberaksaraan

Oleh: Tri Widayati  Widyaprada BP PAUD Dikmas Kaltim   Literasi…

Senin, 05 Juli 2021 15:09

Media Sosial dan Gerakan Mahasiswa

Oleh : Imran Duse Postingan BEM UI soal “The King…

Senin, 05 Juli 2021 12:14

Anak Berhadapan dengan Hukum, Salah Siapa?

Oleh: Dewi Zuhroyda Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Kelas II Balikpapan…

Minggu, 04 Juli 2021 20:59

EDS OPTA, Langkah Mempercepat Peningkatan Kualitas Pendidikan yang Mandiri dan Berkelanjutan

Oleh : Dr.H.Tulus Sutopo, S.Pd.,MM.Pd (SDGs Academy Indonesia, Disdikbud Kab.Kutai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers