MANAGED BY:
RABU
04 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Jumat, 07 Mei 2021 20:49
Selamat Tinggal Ramadan, Tetap di Rumah Saja

Di berbagai negara saat ini terjadi peningkatan kasus virus Covid-19 jenis mutan Inggris B117 yang terbukti lebih berbahaya pada anak dan remaja. Di Prancis, Belanda, Israel, Singapura, dan Malaysia memberlakukan kembali lockdown di negaranya karena terjadi peningkatan kasus kembali. Beberapa terjadi setelah dibukanya kembali sekolah secara tatap muka.

Dari Michigan Department of Health and Human Services dijelaskan bahwa di Michigan Amerika yang sudah mulai pembukaan sekolah tatap muka ditemukan peningkatan kasus dan terbanyak ditemukan pada usia 10 sampai 19 tahun. Pada bayi sampai usia 9 tahun kasus baru terus naik sampai 230 persen dibandingkan bulan Februari.

Meskipun pada anak dan remaja gejalanya ringan, namun bisa menjadi parah jika ditemukan adanya penyakit comorbid. Dari Science 15 Januari 2021 dan Detik 5 Maret 2021, di Belanda dari 818 murid, guru dan orangtua yang dites sebagian besar memiliki varian B117. Anak- anak memegang peranan besar dalam penularan varian B117 yang selanjutnya kemungkinan mereka akan menularkan kepada keluarganya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan pada 30 April 2021 memperingatkan adanya indikasi lonjakan kasus C19 di Indonesia. Dalam konferensi pers itu disebutkan adanya peningkatan tren kasus baru hingga 600 kasus per hari, tren kenaikan kematian 20.72 persen dan tren rawat inap 1.28 persen.

Peningkatan jumlah daerah dengan risiko tinggi dan peningkatan jumlah pasien di Rumah Sakit. Disebutkan juga munculnya klaster baru berasal dari tarawih, buka bersama, takziah, perkantoran dan mudik. Pemerintah pusat dan daerah sampai mengeluarkan surat edaran pelarangan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, dari pelarangan mudik, buka bersama dan open house bagi para pejabat.

Varian B117 ini sudah masuk negara Indonesia. Sebelum anak mendapat vaksinasi maka risiko tertular masih tetap ada. Jika dulu Covid-19 dianggap banyak menyerang dewasa dan lansia dan anak hanya sedikit saja yang terkena, dan jika tertular gejalanya ringan atau tak bergejala. Sekarang dengan adanya varian baru maka tren penularan ini bisa berubah.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 02 Agustus 2021 21:03

Kolaborasi Guru-Orang Tua di Masa Pandemi

Oleh: Imran Duse   Pagi tadi, sebuah pertanyaan tak terduga…

Jumat, 23 Juli 2021 12:45

Potensi Maritim IKN yang Luar Biasa

Oleh: Dr Isradi zainal Rektor Uniba, Ketua PII Kaltim, Sekjen…

Senin, 19 Juli 2021 11:00

Racun Media Sosial

Oleh: Imran Duse* Teknologi digital kini hadir menjadi bagian tak…

Sabtu, 17 Juli 2021 12:58

Dampak Ekonomi Pemindahan IKN ke “Sepakunegara”

Oleh: Dr Isradi Zainal (Rektor Universitas Balikpapan, Sekjen FDTI, Ketua…

Sabtu, 17 Juli 2021 12:39

Kurban Ritual dan Sosial

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Sabtu, 10 Juli 2021 12:10

Bola Itu Bulat

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Jumat, 09 Juli 2021 12:40

Literasi Budaya Tingkilan dalam Membangun Keberaksaraan

Oleh: Tri Widayati  Widyaprada BP PAUD Dikmas Kaltim   Literasi…

Senin, 05 Juli 2021 15:09

Media Sosial dan Gerakan Mahasiswa

Oleh : Imran Duse Postingan BEM UI soal “The King…

Senin, 05 Juli 2021 12:14

Anak Berhadapan dengan Hukum, Salah Siapa?

Oleh: Dewi Zuhroyda Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Kelas II Balikpapan…

Minggu, 04 Juli 2021 20:59

EDS OPTA, Langkah Mempercepat Peningkatan Kualitas Pendidikan yang Mandiri dan Berkelanjutan

Oleh : Dr.H.Tulus Sutopo, S.Pd.,MM.Pd (SDGs Academy Indonesia, Disdikbud Kab.Kutai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers