MANAGED BY:
SELASA
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Jumat, 07 Mei 2021 20:49
Selamat Tinggal Ramadan, Tetap di Rumah Saja

Oleh:

dr Siti Nuriyatus Zahrah

Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kaltim

 

"Apabila Ramadan datang, maka pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dirantai.”(HR Bukhari)

 

Sekarang kita memasuki etape ketiga dari Ramadan, 10 hari terakhir ini adalah fase pengampunan. Bulan suci akan segera meninggalkan kita, Ramadan hanya tinggal hitungan hari. Hari kemenangan bagi umat Islam sudah di depan mata, gema takbir segera berkumandang di akhir Ramadan. Sebagian umat Islam, akan merasa kehilangan dan sedih, akan berpisah dengan bulan penuh rahmat, di mana segala bentuk amal ibadah dilipatgandakan pahalanya berkali-kali lipat.

Dalam hadis riwayat Aisyah dijelaskan, "Ketika memasuki sepuluh akhir Ramadan, Nabi fokus beribadah, mengisi malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah." (HR Al-Bukhari).

Ramadan adalah bulan yang penuh hikmah sebagaimana Ibnul Jauzi pernah mengatakan, bahwa Ramadan ini adalah bulan yang spesial dari 12 bulan lainnya. 12 bulan itu seperti anak-anak Nabi Yakub dan bulan Ramadan di antara bulan-bulan lainnya bagaikan Nabi Yusuf di antara saudara-saudaranya. Maka seperti halnya Nabi Yusuf merupakan anak yang paling disayang oleh Nabi Yakub, seperti itulah juga Ramadan bulan yang paling dimuliakan oleh Allah.

Maka merugilah bagi setiap muslim yang tidak bisa memaksimalkan Ramadan dengan sebaik-baiknya. Seekor kuda pacu jika sudah berada mendekati garis finis, ia akan mengerahkan seluruh tenaganya agar meraih kemenangan. Semoga kita juga  bisa melakukan ibadah yang terbaik saat menjelang perpisahan dan finis di Ramadan.

Ramadan adalah bulan doa sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka akan dikabulkan.’’ Perbanyak doa terutama di waktu sahur, sedang berpuasa, dan menjelang berbuka. Itulah saat di mana doa banyak diijabah, sebagaimana Ibnu Hajar juga menjelaskan dalam hadits “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” Kemudian dari Abu Hurairah ra. "Tiga orang yang doanya tidak tertolak yaitu orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” Sedangkan keutamaan doa saat berbuka dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah "Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Doa orang yang terzalimi.”

Pandemi dan Mutasi Virus

Di berbagai negara saat ini terjadi peningkatan kasus virus Covid-19 jenis mutan Inggris B117 yang terbukti lebih berbahaya pada anak dan remaja. Di Prancis, Belanda, Israel, Singapura, dan Malaysia memberlakukan kembali lockdown di negaranya karena terjadi peningkatan kasus kembali. Beberapa terjadi setelah dibukanya kembali sekolah secara tatap muka.

Dari Michigan Department of Health and Human Services dijelaskan bahwa di Michigan Amerika yang sudah mulai pembukaan sekolah tatap muka ditemukan peningkatan kasus dan terbanyak ditemukan pada usia 10 sampai 19 tahun. Pada bayi sampai usia 9 tahun kasus baru terus naik sampai 230 persen dibandingkan bulan Februari.

Meskipun pada anak dan remaja gejalanya ringan, namun bisa menjadi parah jika ditemukan adanya penyakit comorbid. Dari Science 15 Januari 2021 dan Detik 5 Maret 2021, di Belanda dari 818 murid, guru dan orangtua yang dites sebagian besar memiliki varian B117. Anak- anak memegang peranan besar dalam penularan varian B117 yang selanjutnya kemungkinan mereka akan menularkan kepada keluarganya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan pada 30 April 2021 memperingatkan adanya indikasi lonjakan kasus C19 di Indonesia. Dalam konferensi pers itu disebutkan adanya peningkatan tren kasus baru hingga 600 kasus per hari, tren kenaikan kematian 20.72 persen dan tren rawat inap 1.28 persen.

Peningkatan jumlah daerah dengan risiko tinggi dan peningkatan jumlah pasien di Rumah Sakit. Disebutkan juga munculnya klaster baru berasal dari tarawih, buka bersama, takziah, perkantoran dan mudik. Pemerintah pusat dan daerah sampai mengeluarkan surat edaran pelarangan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, dari pelarangan mudik, buka bersama dan open house bagi para pejabat.

Varian B117 ini sudah masuk negara Indonesia. Sebelum anak mendapat vaksinasi maka risiko tertular masih tetap ada. Jika dulu Covid-19 dianggap banyak menyerang dewasa dan lansia dan anak hanya sedikit saja yang terkena, dan jika tertular gejalanya ringan atau tak bergejala. Sekarang dengan adanya varian baru maka tren penularan ini bisa berubah.

Penelitian masih terus dilakukan oleh pakar untuk melihat bagaimana mekanisme penularan virus pada anak dan remaja. Orangtua tetap harus waspada, jangan menjadi agen penularan bagi anak nya. Termasuk evaluasi lagi keputusan untuk membuka sekolah setelah Lebaran bagi para pendidik dan pemangku kebijakan.

Lebaran di Rumah

Pandemi mengubah semua aturan syariat dan tradisi yang sudah turun-temurun. Ajang halalbihalal tahunan dan open house di seluruh daerah adalah kegiatan yang dinanti pada hari Lebaran setiap tahunnya. Selamat tinggal silaturahmi dan berjabat tangan secara fisik, relakan pelukan dan jabat tangan fisik diganti hanya lewat virtual dan video call.

Rumah kita adalah tempat yang paling aman. Menyaksikan senyuman dan tangis haru keluarga besar lewat layar handphone saja. Tak terbayang hal ini akan kita alami saat ini, mungkin hanya tahun ini mungkin saja selamanya. Ikhtiar adalah keharusan walau hasil kita serahkan pada yang Maha Berkehendak.

Mal dan pusat perbelanjaan penuh dengan hiruk pikuk dan sesaknya orang yang bersiap untuk Lebaran. Jalan ke mana pun macet terutama menjelang waktu berbuka dan malam hari. Kemacetan di Pasar Senen Jakarta di bulan Ramadan ini menunjukkan masyarakat mulai meremehkan Covid-19. Sayangi keluarga kita dengan berbelanja baju dan kue Lebaran dari rumah saja. Jauhi pusat perbelanjaan dan keramaian.  Kesehatan dan keselamatan keluarga adalah yang paling utama dari sekedar baju dan kue Lebaran, jangan kendur dan lengah.

Pelajaran berharga dari India sebagaimana kita saksikan di berbagai media.  Lonjakan kasus Covid-19 tinggi karena perilaku masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan. Kegiatan yang mengundang kerumunan massa marak di berbagai tempat di sana. Rumah Sakit dipenuhi jenazah akibat Covid-19. Di tempat umum banyak  jenazah dibakar begitu saja. Sebuah pemandangan yang mengerikan namun masih tak menimbulkan kekhawatiran pada sebagian orang.

Di sisi lain disini masih ada saja masjid yang melaksanakan tarawih tanpa jaga jarak dan beberapa komunitas mengadakan buka bersama tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Imbauan yang disampaikan oleh petugas tak dihiraukan, masyarakat makin abai padahal tak ada yang mengetahui pandemi ini akan berlangsung sampai kapan.

Allah Menyayangi Kita

Pandemi harus makin mendekatkan hamba kepada Tuhannya agar tetap semangat dan sabar dalam menjalani ujian dan musibah. Ujian adalah bukti cinta dari Allah untuk meningkatkan derajat keimanan seorang hamba. Ujian itu bertingkat-tingkat jenisnya dari yang paling ringan sampai yang paling berat.

Bila seseorang lulus dari ujian sebelumnya maka akan diuji dengan ujian yang lebih berat sampai hamba akan menghiba memohon pertolongan pada Allah. Jangan khawatir dan putus asa untuk selalu memohon. Pertolongan Allah sangat dekat asal kita menerima dengan sabar ikhlas dan rela hati bahwa ini adalah takdir yang diujikan kepada seorang hamba.

Dalam Al-Qur’an Al Fajr 15 dijelaskan tentang sifat dasar manusia  ketika mendapat kebahagiaan dan kesusahan, yakni bergembira berlebihan saat mendapat kenikmatan dan putus asa ketika ditimpa kesulitan. Berbahagialah hamba yang selalu berada di jalan ketakwaan, itu adalah tanda bahwa Allah sayang kepada kita. Hamba harus selalu mohon ampun pada Allah atas semua musibah yang datang kepadanya. Jika ada keluarga kita yang terinfeksi Covid-19 bahkan sampai meninggal dunia insyaallah itu termasuk mati syahid. Allah menyukai hamba yang selalu memohon ampun pada-Nya, akan membukakan pintu tobat dan menurunkan rahmat kepadanya.

Musibah pandemi ini adalah ujian kesabaran dan keimanan bagi semua manusia. Sabar menjalani protokol kesehatan di rumah saja, sabar untuk selalu memohon ampunan atas semua hal yang telah diperbuat di atas bumi-Nya. Rumahku adalah surgaku, tempat yang  paling aman saat ini bagi kita dan keluarga tercinta. Tetap taati protokol kesehatan, cuci tangan, memakai masker dan melakukan vaksinasi. Tetap Lebaran di rumah saja. Jangan sampai terjadi penyesalan manakala kita menjadi sumber penularan Covid-19 bagi anggota keluarga kita. (rdh/k15)

 

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 10:15

Banjir Memang Bukan Preman

Pernyataan menarik diungkapkan Wali Kota Samarinda Andi Harun ketika menjadi…

Rabu, 15 September 2021 12:54

Ketika Bupati Menerima Honor Makam Covid-19

Dewi MurniPraktisi Pendidikan di Balikpapan Jagat maya pemberitaan nasional gaduh…

Selasa, 14 September 2021 11:22

Banjir Melanda Benua Etam

HAkhmad Sirodz     Ketua Takmir Masjid Nuruz Zaman Loa Bakung  …

Senin, 13 September 2021 13:43

Kunci Sukses Pembangunan IKN

Oleh: Dr Isradi zainal Rektor Uniba, Ketua PII Kaltim, Sekjen…

Jumat, 10 September 2021 13:13

Sehat, Kuat, dan Olahraga

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Jumat, 10 September 2021 12:32

Eksistensi Radio di Pusaran Kompetisi

Andi Muhammad Abdi Komisioner KPID Kaltim     Genap 76…

Kamis, 09 September 2021 10:36

Asa Pariwisata Kaltim

Oleh : Siswandi, Statistisi Ahli Muda di BPS Kutai Timur  …

Selasa, 07 September 2021 10:57

Efektivitas Daring yang Dipertanyakan

Mohammad Salehudin Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda   …

Selasa, 07 September 2021 10:29

Hapus Dikotomi Kominfo dan Humas

Oleh: Abd Kadir Sambolangi SS MA, Plt Kabag Protokol dan…

Selasa, 07 September 2021 10:15

Membaca Dominasi Koalisi Pemerintah

Oleh: Miftah Faried Hadinatha Mahasiswa Magister Hukum Kenegaraan UGM asal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers